Rabu, 20 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 31 Okt 2019, 09:00:09 WIB, 17 View Tim Redaksi, Kategori : News
Perluasan Ganjil Genap Solusi Atasi Polusi Udara di Jakarta - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Kebijakan perluasan ganjil genap berdampak positif bagi udara di DKI Jakarta. Karena penyumbang polusi udara terbesar adalah dari kendaraan bermotor. Sehingga, dengan adanya ganjil genap, kualitas udara di Jakarta mulai membaik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, kebijakan tersebut terbilang penyumbang terbesar terhadap penurunan angka polusi udara di ibu kota. “Perluasan ganjil genap signifikan (turunkan polusi). Itu pasti yang paling signifikan karena transportasi kan sumber polusi utama,” ujar Andono seperti keterangan tertulis yang diterima gudangberitaviral.com, Rabu (30/10).



Andono menerangkan, sejak peluasan ganjil genap dilakukan, rata-rata angka polusi turun signifikan sebesar 18,9. Angka tersebut didapat dari alat ukur PM2,5. Dari alat itu diketahui konsentrasi partikel di udara mengalami penurunan. Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi titik yang paling mengalami penurunan terbesar.

Meski begitu, penurunan polusi 18,9 tidak seluruhnya akibat perluasan ganjil genap. Namun, ada juga faktor lain seperti penekanan gas buang industri, maupun penghijauan yang dilakukan bertahap.

“Ya ini semua. Kita tak hanya mengisolir hanya 1 upaya berkontribusi pada perbaikan. Ini upayanya kolektif yang mengarah kepada perbaikan, penghijauannya, cerobongnya, transportasinya,” ucap Andono.

Di sisi lain, dia menyampaikan pemprov tidak menarget angka penurunan polusi. Tapi pihaknya akan terus menekan polusi hingga sebaik mungkin. “Kita nggak menarget berapa, tapi makin sudah diterapkan pasti makin bagus. Pokoknya kalau bisa lebih baik lagi, ya lebih baik lagi,” tegas Andono.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Agung Puja Winarno mengatakan, kesuksesan penerapan ganjil genap dalam upaya menekan polusi udara sudah terbukti saat gelaran Asian Games 2018. Dengan ganjil genap diberlakukan selama 15 jam, tercatat polusi udara turun dibanding hari-hari biasanya.

“Emang ada penurunan polusi udara di DKI. Logikanya kalau kendaraan dikurangi, sumbernya memang terbesar adalah kendaraan bermotor, pasti dia (polusi, Red) akan berkurang,” ujar Agung.

Hasil analisai Dinas Lingkungan Hidup dibeberapa stasiun pemantau polusi udara, selama ganjil genap diberlakukan 15 jam polusi turun cukup besar. Yakni PM10 menunjukan pengurangan polusi hampir 12 mikorgram per meter kubik untuk rata-rata hariannya.

16 Ruas Jalan Terkena Gage

Perluasan sistem ganjil genap berpengaruh terhadap kualitas udara di Jakarta. (Dery Ridwansah/gudangberitaviral.com)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakanperluasan ganjil genap berpengaruh kepada kualitas udara. Dari data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, perlahan tingkat polusi udara terus menurun signifikan.

“Untuk kualitas udara, dari dua pos pemantauan yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup, itu PM 2.5 nya turun 18,5 persen di Bundaran HI. Sementara di Kelapa Gading itu turun 13,51 persen,” ucap Syafrin.

Diketahui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas) memutuskan melakukan perluasan ganjil genap (gage) terhadap 16 ruas jalan di ibu kota yang dibagi dalam 4 koridor. Total ruas jalan yang kenakan gage adalah 25, mengingat sebelumnya sudah ada 9 ruas jalan yang diterapkan. Hal ini seiring degan diterbitkannya Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara di Jakarta.

Perluasan gage ini meliputi, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang). Selanjutnya, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari (sampai simpang Jalan RE Martadinata).

Sementara itu, untuk waktu pelaksanaan tetap diberlakukan 2 waktu. Yakni pagi pukul 06.00-10.00. Sedangkan untuk yang sore ditambah durasinya dari pukul 16.00-21.00. Lebih lama 1 jam dari sebelumnya. Pemprov DKI juga menghapus kebijakan pengecualian terhadap on off ramp tol. Jika sebelumnya kendaraan dari luar area gage yang hendak masuk jalan tol atau dari jalan tol yang keluar ke jalan arteri gage mendapat pengecualian, kali ini aturan itu tidak berlaku.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Perluasan Ganjil Genap Solusi Atasi Polusi Udara di Jakarta

Tag: News



 VW Rekrut Mantan Pejabat BMW untuk Jadi Bos Audi  - Gudang Berita Viral VW Rekrut Mantan Pejabat BMW untuk Jadi Bos Audi
Rabu, 20 Nov 2019, 06:00:09 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Jerman dan Belanda Juara & Runner-up Grup C  - Gudang Berita Viral Jerman dan Belanda Juara & Runner-up Grup C
Rabu, 20 Nov 2019, 06:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Nipu, Masuk Fakultas Kedokteran Bayar Rp400 Juta  - Gudang Berita Viral Nipu, Masuk Fakultas Kedokteran Bayar Rp400 Juta
Rabu, 20 Nov 2019, 06:00:03 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print