Jumat, 23 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 14:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Perluasan Ganjil Genap Disahkan, Berikut Rute dan Kebijakan Lengkapnya - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas) memutuskan melakukan perluasan ganjil genap (gage) terhadap 16 ruas jalan di Ibukota yang dibagi dalam 4 koridor. Sehingga total ruas jalan yang kenakan gage adalah 25, mengingat sebelumnya sudah ada 9 ruas jalan yang diterapkan. Hal ini seiring dengan diterbitkannya Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara di Jakarta.

Perluasan gage ini meliputi, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).



Selanjutnya, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari (sampai simpang Jalan RE Martadinata).

Sementara itu, untuk waktu pelaksanaan tetap diberlakukan 2 waktu. Yakni pagi pukul 06.00-10.00. Sedangkan untuk yang sore ditambah durasinya dari pukul 16.00-21.00. Lebih lama 1 jam dari sebelumnya.

ILUSTRASI. Aturan ganjil genap lebih lama 1 jam dari sebelumnya. Yakni pagi pukul 06.00-10.00. Sedangkan untuk yang sore ditambah durasinya dari pukul 16.00-21.00. (Salman Toyibi/JawaPos)

Pemprov juga menghapus kebijakan pengecualian terhadap on off ramp tol. Jika sebelumnya kendaraan dari luar area gage yang hendak masuk jalan tol atau keluar ke jalan arteri gage mendapat pengecualian, kali ini aturan itu tidak berlaku.

Kebijakan perluasan gage ini akan disosialisasikan kepada warga mulai hari ini sampai 8 September mendatang. Sedangkan untuk uji coba pelaksanaannya mulai 12 Agustus hingga 6 September. Memasuki 9 September sudah diberlakukan penindakan bagi yang melanggar.

“Uji coba yang kita lakukan hanya koridor tambahan saja. Sementara untuk koridor yang sudah berlangsung gage di sana tetap permanen pemberlakuannya sampai dengan keseluruhannya disiapkan untuk peraturan Gubernurnya,” ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Balaikota, Jakarta, Rabu (7/8).

Syafrin menuturkan, seiring dengan uji coba ini dilaksanakan, pemprov juga menyiapkan Pergub sebagai landasan untuk aparat melakukan penegakkan hukum bagi yang melanggar mulai 9 September mendatang.

Perluasan gage itu sendiri tidak diperuntukan untuk sepeda motor dan kendaraan listrik lainnya. Bagi pengendara disabilitas, pun dipastikan kebal dari gage. “Ada pengecualian terhadap kendaraan yang disabilitas. Ini tentu kita akan pasang stiker,” tambah Syafrin.

Kendaraan lain yang kebal gage yakni pemadam kebakaran, angkutan umum plat kuning, angkutan barang khusus yang mengangkut BBG dan BBM, kendaraan pimpinan tinggi negara. Kendaraan dinas operasional kantor pemerintah, TNI, dan Polri. Selanjutnya kendaraan pimpinan dan lembaga negara asing, serta kendaraan lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

Kemudian kendaraan yang digunakan untuk memberikan pertolongan pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Dan terakhir kendaraan untuk kepentingan khusus yang mendapat pengawalan oleh dari kepolisian.

Lebih lanjut, Syafrin menjelaskan, perluasan gage di 4 koridor baru ini merupakan hasil evaluasi mendalam. Salah satunya yakni karena di rute-rute tersebut sudah tersedia angkutan umum yang memadai. Seperti Transjakarta hingga MRT.

Di sisi lain, Dishub memahami imbas kebijakan ini bisa memicu munculnya kemacetan baru di jalur-jalur alternatif. Untuk itu pemprov telah menyiapkan 2 solusi untuk ini. Pertama yakni meningkatkan pengaturan otomatis terhadap persimpangan yang sudah memiliki lampu lalu lintas.

“Kedua, terhadap persimpangan yang belum ada traffic light kita tempatkan petugas untuk jangka mendesak, jangka pendeknya kita pasang CCTV,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini Dishub juga menjelaskan alasannya tidak menggunakan usulan yang diberikan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memberlakukan gage 15 jam seperti saat Asian Games 2018. Dishub khawatir kebijakan itu akan menghambat mobilisasi warga. Mengingat Jakarta meruoakan kota pusat kegiatan bisnis dan pemerintahan.

Di tempat sama Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP I Made Agus Prasatya memastikan polisi mendukung penuh kebijakan ini. Namun, dia meminta Dishub untuk segera memasang rambu-rambu lalu lintas di area perluasan gage.

Begitu pula Pergub bisa segera diterbitkan. Sehingga dalam upaya penindakan nantinya polisi bisa bekerja berdasarkan aturan yang ada. Selama proses sosialiasi, lanjut Agus, polisi hanya akan memeberika teguran pada pengendara yang melanggar.

Pelanggar juga akan dialihkan ke jalur terdekat yang tidak masuk area perluasan gage. Pemberian tilang baru dilakukan setelah masa uji coba usai yakni pada 9 September mendatang.

“Saat ini kami akan melaksanakan tindakan preventif berupa sosialisasi, termasuk preventif penempatan petugas kami di titik-titik yang telah ditentukan. Dan mulai 9 September kami lakukan tindakan represif,” tutup Agus.

 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Kamil Ingin Pasar Cisarua Jadi Primadona  - Gudang Berita Viral Kamil Ingin Pasar Cisarua Jadi Primadona
Jumat, 23 Agu 2019, 03:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Madrid Pinjamkan Madrid Pinjamkan 'Messi Jepang' ke Mallorca
Jumat, 23 Agu 2019, 03:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Chamberlain Perpanjang Kontrak di Liverpool  - Gudang Berita Viral Chamberlain Perpanjang Kontrak di Liverpool
Jumat, 23 Agu 2019, 03:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print