Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 11:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pengusaha Gas Elpiji 3 Kilogram Keluhkan Sistem Ganjil Genap - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Puluhan pengusaha Gas Elpiji 3 Kg di Jakarta Barat mengeluhkan sistem perluasan Ganjil-Genap. Pasalnya, dengan adanya sistem ini, truk pemasok gas tidak bisa mengantar gas subsidi tersebut secara tepat waktu. Alhasil, masyarakat ibu kota ikut terdampak dengan perluasan ganjil genap itu.

Perwakilan pengusaha Gas Elpiji KG Jakarta Barat, Udin mengatakan, setiap hari truk ini harus mengambil dan menyebar ke beberapa pangkalan (penjual) gas di Jakarta Barat. “Karena sistem ini diperluas maka kami sangat mengeluhkan karena gas elpiji 3 kg ini kebutuhan masyarakat setiap hari dan harus di antar setiap hari juga oleh kami ke pangkalan dalam artian penyalur resmi, ” ujar Udin, Sabtu (7/9).



Udin mengaku, para pengusaha ini melalui PT. Pertamina sudah melakukan diskusi dengan Dinas Perhubungan. Namun, jawaban dari Dinas Perhubungan justru meminta kepada para Agen untuk mengganti plat truknya berwarna hitam menjadi kuning. “Proses perubahan ke Plat kuning, tidak semudah membalikan telapak tangan. Distribusi Elpiji bersifat harian dan tidak bisa berhenti penyaluran tiap hari. Ribuan truk elpiji akan mandeg bila tidak diberikan dispensasi. Siapa mau tanggung jawab bila terjadi kelangkaan elpiji di masyarakat,” ucap dia.

Ia berharap, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bisa turut hadir dalam menyelesaikan masalah ini dengan memberikan dispensasi kepada truk Elpiji yang mengantar ke Agen maupun ke Pangkalan.

Hal serupa diutarakan Ria. Ia berharap Gubernur bisa segera selesaikan agar tidak terjadi kegaduhan karena gas elpiji menjadi langka akibat dari keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh sistem ganjil genap. “Jika elpiji habis dan belum tersedia di pangkalan ini disebabkan oleh keterlambatan pengiriman agen. Karena itu tadi efek dari ganjil genap, maka ini bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kegiatan masak mandeg yg berbuntut membuat resah masyarakat jakarta. Gubernur harus perhatikan potensi masalah ini dan mencari solusi,” ucap dia.

Kendati sudah diperluas sejak Agustus lalu, tapi para pengusaha bersama PT. Pertamina tetap berusaha agar gas 3 Kg di pangkalan tidak kosong. Sehingga, masyarakat bisa tetap memasak untuk keluarganya. “Namun bagaimanapun pasti akan ada dampak baik langsung maupun tidak langsung atas penerapan kebijakan ini,” tutup Ria.

Ganti Plat Kuning

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan untuk truk gas elpiji ada pengecualian untuk kebijakan ganjil genap.  “Plat nomornya dari hitam ke kuning ini dilakukan akselerasi sehingga bisa bebas dari ganjil genap,” tuturnya.

Dia menambahkan, pengusaha elpiji sebagaimana diketahui bahwa salah satu pengecualian. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2011 tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisi dampak lalu lintas.

“Pemilik angkutan barang tadi yang akan melakukan balik nama dan beralih ke tanda nomor kendaraan kuning untuk itu kami mohon dukungan dari dirlantas sehingga pada saat rekan-rekan kita di angkutan barang yang akan beralih ke angkutan umum merubah plat nomornya dari hitam Ke kuning ini dilakukan akselerasi,” pungkas dia.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Hadangan Penalti Ter Stegen Picu Polemik karena Dinilai Langgar Aturan - Gudang Berita Viral Hadangan Penalti Ter Stegen Picu Polemik karena Dinilai Langgar Aturan
Kamis, 19 Sep 2019, 17:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Banding Ratna Sarumpaet Ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta - Gudang Berita Viral Banding Ratna Sarumpaet Ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta
Kamis, 19 Sep 2019, 17:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
KUHP Baru, Dokter Lakukan Aborsi Karena Darurat Tidak Bisa Dipidana - Gudang Berita Viral KUHP Baru, Dokter Lakukan Aborsi Karena Darurat Tidak Bisa Dipidana
Kamis, 19 Sep 2019, 17:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print