Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 12:00:06 WIB, 71 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pengakuan Sopir Dump Truck di Kecelakaan Maut Cipularang - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Kapolres Purwakarta AKBP Martius menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dump truk Subana Bin Talkam, 40. Dari pemeriksaan itu, penyidik dari Polres Purwakarta diketahui sejumlah fakta.

Subana merupakan pengemudi dump truk kedua, yang menabrak empat kendaraan saat menunggu evakuasi dump truk yang terguling. ”Kedua truk ini dari satu perusahaan ya. Muatannya sama, tanah,” terangnya dihubungi Jawa Pos, Selasa (3/9).



Dari pengakuan Subana diketahui awalnya kedua truk melaju sejajar. Truk yang dikemudikan Subana berada di depan truk yang dikemudikan Dedi Hidayat. Tak berapa lama, truk yang dikemudikan Dedi menyalip truk Subana. ”Saat itu Dedi lalu menelepon kalau remnya blong akibat kurang angin di rem,” jelasnya.

Sesaat kemudian, Dedi kembali menelepon Subana dan memberitahukan bahwa remnya sudah normal. Tapi entah bagaimana, ternyata truk yang dikemudikan Dedi akhirnya terguling. ”Truk yang dikemudikan Subana masih di belakang,” terangnya.

Nah, saat empat kendaraan berhenti karena di depannya ada truk terguling. Truk yang dikemudikan Subana baru mau sampai ke lokasi. Namun, kejadian yang sama terjadi, truk tersebut mengalami rem blong. ”Akhirnya menabrak empat mobil dan membuat kendaraan di belakangnya juga mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

Untuk pengemudi truk Dedi meninggal dunia karena kecelakaan tersebut. Menurutnya, sesuai pengakuan Subana diketahui bahwa truk yang dikendarainya bermuatan melebihi kapasitas. Yang batas maksimalnya hanya 24 ton malah digunakan memuat 37 ton. ”Ada kelebihan beban 13 ton,” terangnya.

Juga berdasar olah TKP, diketahui bahwa ada turunan panjang di jalan tol tersebut. Dengan begitu diduga kelebihan beban dikombinasikan dengan turunan panjang membuat pengereman tidak maksimal. ”Tabrakan terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, sopir dump truk pengangkut tanah Subana, terlihat masih shock lantaran kejadian yang telah menyebabkan 8 orang meninggal dan puluhan orang mengalami luka-luka. Meski begitu, pria tersebut harus menjalani tes urine.

Paur Pumas Polres Purwakarta Ipda Tini Yutini mengatakan, petugas Satres Narkoba harus melakukan pemeriksaan urine terhadap pengemudi mobil dump truk yang terlibat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di tol Cipularang.

Pemeriksaan tersebut katanya, merupakan standar pemeriksaan untuk mengetahui apakah sopir terpengaruh narkoba atau tidak. “Jika dia terpengaruh narkoba atau alkohol pasti tidak konsentrasi. Apakah itu termasuk penyebabnya? Makanya kita cek,” katanya saat dihubungi Radar Karawang di kantor Polres Purwakarta, Selasa (3/9).

Pengecekan urine ini, tambah dia, dilakukan jajaran Satres Narkoba Polres Purwakarta, oleh Bripka Asep Harman dan Bripka Firmansyah yang dipimpin langsung Kaur Bin Ops Iptu Rudianto.

Berdasarkan keterangan dari Satres Narkoba, hasilnya, pengendara tersebut negatif menggunakan narkoba. “Hasil tes urine menyatakan kalau pengemudi mobil dump truk berinisial SB negatif pengguna narkoba atau minuman beralkohol,” jelasnya.

Secara terpisah, Humas PT Jasa Marga Cabang Purbaleuyi Nandang mengungkapkan pihaknya berencana akan menambah fitur keamanan tambahan di KM 91 Jalan Tol Purbaleunyi. Diantaranya adalah penambahan lampu PJU. “Untuk jumlah dan sebagainya masih dikaji dulu,” jelasnya pada Jawa Pos kemarin (3/9).

Selain itu, akan dibuat jalur pengaman tambahan di kanan kiri bahu jalan tol berupa urukan pasir. Urukan akan meninggikan badan jalan sehingga jika suatu saat terjadi rem blong dan kendaran keluar jalur, akan ditahan oleh badan jalan pasir tersebut. Tidak langsung nyungsep ke jurang.

Sementara untuk rambu, menurut Nandang sejauh ini masih cukup. “Apakah nanti akan ditambah kita lihat dulu,” jelasnya. Para pengendara yang melintas di KM 91 meski berhati-hati bila melaju dengan kecepatan tinggi karena badan Jalan Tol Purbaleunyi di lokasi tersebut memang menurun. Kontur pegunungan membuat badan jalan agak tinggi dengan jurang di kanan kiri jalan.

Sejak bulan Februari hingga September 2019 saja, sudah 3 kali kecelakaan yang terjadi di sekitara Km 90-hingga 91. Selain itu, ramai diperbincangkan bahwa badan jalan KM 91 tidak aman karena rawan longsor. Menurut Kepala Sub Bidang Mitigasi Pergerakan Tanah Wilayah Barat PVMBG Sumaryono memang kawasan tersebut memiliki resiko gerakan tanah lambat. “Tapi memang sudah ada dari dulu. Jadi tidak ada kaitannya dengan kecelakaan,” jelasnya.

Sumaryono mengatakan, sepengetahuannya, pihak jalan tol telah melakukan beberapa rekayasa engineering untuk mengatasi potensi gerakan tanah ini. “Lereng-lereng sudah diperkuat untuk Km 91-92,” katanya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Modifikasi Nyeleneh, Pikap Seolah Berjalan Mundur - Gudang Berita Viral Modifikasi Nyeleneh, Pikap Seolah Berjalan Mundur
Selasa, 24 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 2 Kali
Tiga Kali Perombakan dalam Empat Hari, Ada Apa dengan Golkar? - Gudang Berita Viral Tiga Kali Perombakan dalam Empat Hari, Ada Apa dengan Golkar?
Selasa, 24 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
OTT BUMN Perindo, KPK Amankan USD 30 Ribu - Gudang Berita Viral OTT BUMN Perindo, KPK Amankan USD 30 Ribu
Selasa, 24 Sep 2019, 00:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print