Senin, 23 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 03 Sep 2019, 15:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pengakuan Aulia: Dianggap Pembawa Sial sampai Dagang Warteg di Blok M - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Aulia Kesuma (AK) angkat suara terkait pembunuhan yang dilakukan dirinya terhadap suami dan anak tirinya. Dia memastikan pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh utang piutang sebagai faktor utama. Pasalnya, dia memiliki utang senilai Rp 10 miliar dari dua bank berbeda.

“Pak Edi tahu masalah itu, tapi pak Edi selalu minta saya untuk menyelesaikan utang itu selama 5 tahun. Dia nggak mau tahu gimana caranya. Dia pernah bilang sama saya dia sial nikah sama saya karena asetnya bakal tersita,” ujar Aulia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/9).



Aulia menjelaskan, utang tersebut padahal dinikmati oleh suaminya untuk membuka restoran. Namun, karena tak menguntungkan akhirnya terbebani dengan gaji karyawan senilai Rp 50 juta per bulan. Akhirnya Edi meminta Aulia meminjam uang ke bank atas nama dirinya. Sebab, Edi tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank karena sudah di black list oleh perbankan.

Untuk membuktikan omongannya itu, Aulia meminta agar para pekerja restoran dihadirkan sebagai saksi. Sebab, mereka tahu persis ketika Edi meminta dia mengutang di bank. “Setiap hari dia (Edi) duduk manis di rumah, dia makan, dia pegang HP, dia kesana kesini sama teman-temannya, itu hasil dari mana,” imbuh Aulia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, saat rilis pembunuhan di Lebak Bulus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/9). Dari hasil pengungkapan diketahui tersangka otak pembunuhan Aulia Kesuma (AK) istri Pupung Sadili, membayar dua eksekutor yakni A dan S untuk menghabisi sang suami dengan racun. AK juga menyuruh anaknya untuk menghabisi anak tiri AK yakni Mohammad Adi Pradana alias Dana (23) dengan cara dicekoki miras dan dibekap. Foto: Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com

Di situ kebingungan mulai menghampiri Aulia. Suaminya tak mau membantu melunasi hutang, sedangkan uang dari hasil usahanya tak mencukupi. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, dia membayar bunga bank menggunakan kartu kredit. Mobil juga sempat digadaikan, sampai meminjam uang kepada kakaknya. “Saya sempat buka usaha Warteg di Blok M untuk biaya hidup sehari-hari,” tambahnya.

Dengan kondisi kepepet itu, Aulia kemudian meminta baik-baik kepada suaminya untuk menjual 1 rumahnya. uang hasil penjualannya digunakan untuk membayar seluruh hutang. “Tapi kata pak Edi ‘apa-apaan sih lo main jual-jual aset gue aja, enak aja lo main seenaknya, iya kalau lo punya utang, ya lo tanggung jawab’,” ucap Aulia menirukan suara Edi.

Aulia menyampaikan, sejak menikah pada 2011 lalu, Edi tidak pernah memiliki penghasilan. Dia yang menghidupi keluarga. Bahkan, suaminya itu pernah tertipu investasi bodong. Akibatnya, uang warisan keluarganya habis. Di sisi lain, Aulia membantah jika dia gemar foya-foya dengan uang Edi. Dia pun tidak pernah membeli perhiasan mewah, baju mewah maupun barang-barang mewah lainnya.


Petugas membawa tersangka, Aulia Kesuma (AK), otak pembunuhan Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anaknya M Adi Pradana alias Dana (23), saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/9). Dari hasil pengungkapan diketahui tersangka AK membayar dua eksekutor yakni A dan S untuk menghabisi sang suami, Edi Candra Purnama alias Pupung (54) dengan racun. AK juga menyuruh anaknya untuk menghabisi anak tiri AK yakni Mohammad Adi Pradana alias Dana (23) dengan cara dicekoki miras dan dibekap. Foto: Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com

“Dari dulu penampilan saya sperti ini bukan karena saya posisi d penjara, memang saya nggak pernah seperti wanita lain yang layaknya punya uang banyak, itu engga. Saya memang seperti ini dari dulu dan saya siap dibuktikan,” tegasnya.

Kondisi keuangan rumah tanggal Aulia semakin parah memasuki Juni 2019. Uang sudah habis. Namun, Edi ngotot bahwa Aulia masih menyimpan uang. Bahkan menuduh telah membeli apartemen dan mobil untuk anaknya, KV. Dia mengaku memiliki rekaman ketika Edi membentak-bentaknya. Tak lama dari itu mulai lah terfikir melakukan pembunuhan kepada Edi.

“Kalau rekaman itu ada, saya bisa buktikan pak Edi bagaimana, suara pak Edi bentak-bentak saya,” pungkas Aulia.

Foto semasa hidup Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, 54, dengan istri mudanya Aulia. (Istimewa)

Diketahui, warga Jalan Cidahu-Parakansalak Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan terbakarnya sebuah mobil dengan nomor polisi B2983SZH, Minggu (25/8). Pasalnya, saat api berhasil dipadamkan, ditemukan dua mayat pria. Mereka teridentifikasi ayah dan anak berinisial ECP, 54, alias Pupung dan D, 23. Keduanya merupakan warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, dari keterangan sementara yang didapat dari dua pelaku intelektual kasus ini, Aulia Kesuma (AK), 35 dan anaknya, KV, mereka menyatakan membunuh korban dengan obat tidur yang dicampur kedalam jus dan miras. Setelah tak sadarkan diri, korban dibekap hingga tewas.

Racun itu diberikan kepada ECP dicampur di dalam minuman, di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan D dicecoki miras oleh KV hingga pingsan. Saat tak sadarkan diri, D langsung dibekap hingga tewas. Tersangka AK diketahui merupakan istri dari ECP.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Penderita ISPA di Daerah Terdampak Karhutla Terus Bertambah - Gudang Berita Viral Penderita ISPA di Daerah Terdampak Karhutla Terus Bertambah
Senin, 23 Sep 2019, 12:00:12 WIB, Dibaca : 1 Kali
Aneh Tapi Begitu Adanya, Pohon Kelapa di Tengah Jalan Setapak Baru - Gudang Berita Viral Aneh Tapi Begitu Adanya, Pohon Kelapa di Tengah Jalan Setapak Baru
Senin, 23 Sep 2019, 12:00:12 WIB, Dibaca : 1 Kali
Kemenhub Bangun Sarana Transportasi di Objek Superprioritas - Gudang Berita Viral Kemenhub Bangun Sarana Transportasi di Objek Superprioritas
Senin, 23 Sep 2019, 12:00:12 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print