Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 14:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pengadaan Seragam Gratis SMA/SMK Gagal, Dispendik Serahkan pada Aturan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pengadaan seragam gratis SMA/SMK di Jatim tampaknya harus tertunda. Seragam yang seharusnya bisa digunakan di awal tahun pelajaran baru 2019 itu kini belum tuntas pengadaannya. Bahkan, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa pengadaan kain seragam SMA/SMK negeri dan swasta tersebut gagal tender.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim Yuswanto menyatakan, saat ini pihaknya sedang mendiskusikan langkah selanjutnya. Sebab, kemungkinan untuk lelang ulang membutuhkan banyak pertimbangan lantaran waktu yang mendesak.



Menurut Yuswanto, proses pengadaan sudah sesuai dengan ketentuan. Merujuk Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (Perlem LKPP) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Penyedia, penyedia nonkecil harus memiliki kemampuan keuangan berupa sisa kemampuan nyata (SKN) yang disertai dengan laporan keuangan.

Kemampuan nyata yang dimaksud adalah kemampuan penuh atau keseluruhan peserta saat penilaian kualifikasi. Yakni, meliputi kemampuan keuangan dan permodalan untuk melaksanakan paket pekerjaan yang sedang dan akan dilaksanakan. Dalam standar dokumen pengadaan, penyedia harus memiliki SKN minimal 50 persen dari total harga perkiraan sendiri (HPS).

Sebenarnya, terang Yuswanto, ada tiga penyedia yang mendaftarkan diri dalam lelang pengadaan kain seragam SMK negeri dan swasta tersebut. Sementara itu, ada satu penyedia untuk pengadaan kain seragam SMA. Untuk pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK), Yuswanto menyebutkan tidak bisa melanjutkan lelangnya. ’’Karena terdapat kesalahan spesifikasi,’’ jelasnya.

Yuswanto menuturkan, pengadaan paket kain seragam SMK dan SMA sebenarnya nyaris terjaring pemenangnya. Namun gagal lantaran CV yang bersangkutan tidak memenuhi nilai ekuitas atau kekayaan bersih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ’’Nilainya tidak mencukupi. Untuk satu paket lelang saja tidak mencukupi, apalagi dua paket lelang,’’ tuturnya.

Dengan gagalnya proses tersebut, kini bola kembali ke Dinas Pendidikan Jawa Timur. Yakni, apakah harus lelang ulang atau tidak. Jika dilelang ulang, pejabat pembuat komitmen (PPK) akan menginput kembali paket lelang dalam aplikasi.

Meski begitu, tetap harus ada pertimbangan kuat dalam lelang ulang. Sebab, tahun anggaran 2019 hanya tersisa tiga bulan. Sementara itu, lelang ulang membutuhkan waktu 25 hari kerja. Juga ada uji laboratorium sepuluh hari. ’’Jadi, tersisa hanya dua bulan,’’ katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Hudiyono mengaku telah melengkapi berbagai dokumen dan kelengkapan dalam proses lelang. Termasuk spesifikasi; dokumen rekomendasi tim pengawal, pengamanan pemerintah, dan pembangunan daerah (TP4D); konsultasi LKPP; dan sebagainya. ’’Selesai semua, lalu diterima sistem ULP (unit layanan pengadaan),’’ katanya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Efektif, Asap Masih Pekat - Gudang Berita Viral Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Efektif, Asap Masih Pekat
Selasa, 24 Sep 2019, 03:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Rizal Ramli Diminta Ceramah di Festival Film Dunia  - Gudang Berita Viral Rizal Ramli Diminta Ceramah di Festival Film Dunia
Selasa, 24 Sep 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pelatih Barcelona Merasa Tertekan Sejak Awal Musim  - Gudang Berita Viral Pelatih Barcelona Merasa Tertekan Sejak Awal Musim
Selasa, 24 Sep 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print