Selasa, 12 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 01 Nov 2019, 22:00:09 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Penahanan Emirsyah Satar Diperpanjang, Febri Optimis Penyidikan Kelar - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu diperpanjang selama 30 hari, terhitung sejak 5 November 2019.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 5 November 2019  sampe 4 Desember 2019 untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar),” kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (1/11).



Sebelumnya, KPK telah memperpanjang masa penahanan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd Soetikno Soedarjo, yang juga menjadi tersangka atas kasus dugaan suap dan TPPU ini. Emirsyah dan Soetikno diketahui ditahan KPK sejak 7 Agustus 2019.

Sementara, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hanya memberikan kewenangan kepada KPK untuk menahan seorang tersangka maksimal 120 hari. Dengan demikian, KPK hanya memiliki waktu sekitar 30 hari atau sebulan lagi untuk menuntaskan penyidikan kasus dugaan suap dan TPPU yang menjerat Emirsyah dan Soetikno.

Jika dalam 30 hari ke depan KPK belum menuntaskan penyidikan perkara ini, Emirsyah Soetikno harus dikeluarkan dari tahanan demi hukum.

Namun, Febri memastikan tim penyidik bakal berupaya menuntaskan penyidikan kasus ini. Dengan demikian, berkas perkara ini dapat segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan sebelum batas waktu penahanan berakhir pada 4 Desember mendatang.

“Kami akan menyelesaikan Penyidikan ini paling lambat dalam waktu 30 hari ini. Sehingga nanti Penyidik akan menyerahkan ke penuntut umum untuk segera disidang,” ucap Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Emirsyah bersama Soetikno dan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Hadinoto Soedigno sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia. KPK menduga Emirsyah dan Hadinoto tidak hanya menerima suap dari Soetikno terkait pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce.

Suap yang diterima Emirsyah dan Hadinoto dari Soetikno ini diduga juga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia. Untuk program peremajaan pesawat, Emirsyah Satar melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008 – 2013 dengan nilai miliaran Dollar Amerika Serikat.

Kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin atau Total Care Program dengan perusahaan Rolls Royce, kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S, kontrak pembelian pesawat ATR 72- 600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR) dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

KPK mengidentifikasi aliran uang lintas negara tersebut menggunakan sekitar 30 rekening di luar negeri. Dalam pengembangan kasus ini, KPK menetapkan Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Penahanan Emirsyah Satar Diperpanjang, Febri Optimis Penyidikan Kelar

Tag: News



Tim Estafet Putra Indonesia Diharapkan Mendulang Emas - Gudang Berita Viral Tim Estafet Putra Indonesia Diharapkan Mendulang Emas
Selasa, 12 Nov 2019, 18:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Terimbas Resesi, Harga Properti di Australia dan Singapura Makin Mahal - Gudang Berita Viral Terimbas Resesi, Harga Properti di Australia dan Singapura Makin Mahal
Selasa, 12 Nov 2019, 18:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Richard Mainaky Dampingi Buah Hati Di Sirkuit Nasional - Gudang Berita Viral Richard Mainaky Dampingi Buah Hati Di Sirkuit Nasional
Selasa, 12 Nov 2019, 18:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print