Rabu, 16 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 26 Sep 2019, 20:00:07 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pemkot Minta Pertamina Tangani Semburan Lumpur di Kutisari Indah Utara - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Hingga kemarin (25/9) semburan minyak di Jalan Kutisari Indah Utara III, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis, masih terjadi. Pemkot memutuskan menampung semburan minyak tersebut ke dalam drum untuk sementara waktu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mencatat aktivitas semburan itu kini didominasi konsentrasi air yang lebih tinggi.

Kandungan air dalam semburan terpantau lebih banyak ketimbang minyak mentah kemarin. Berbeda dengan saat kali pertama semburan muncul pada Senin (23/9), minyak pekat lebih banyak. Dengan begitu, cairan kental itu sangat memungkinkan ditampung dalam karung.



Namun, karena kondisi yang berubah, kini wadah penampungan diganti drum. Tong besi itu dipasok oleh dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMT). Bekas wadah aspal. Total ada 28 drum yang didrop di lokasi semburan. Hingga kemarin sore, separo drum dengan kapasitas 200 liter sudah terisi.

Dua satgas DPUBMP juga disiagakan di lokasi. Tanpa henti mereka mengurangi volume di penampungan sementara untuk dipindah ke drum. Ada ide untuk memasang pompa agar lebih mudah. Namun, dinas lingkungan hidup (DLH) masih menunggu keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim Kepala DLH Eko Agus Supiadi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Jatim dan Pertamina. Nanti penanganan lebih lanjut diserahkan ke badan usaha milik negara (BUMN) tersebut. ’’Untuk sementara kami hanya memantau kualitas udaranya. Langkah lanjutan seperti apa akan didiskusikan oleh pihak terkait,” katanya.

Agus menyebutkan, kandungan udara di lokasi terus membaik. Meski, kondisi tersebut terus fluktuatif. ’’Kandungan sulfur atau belerang turun dari awalnya 86 persen menjadi 66 persen saja,” ujarnya.

Pada pukul 12.30 kemarin, kandungan sulfur yang terdeteksi mencapai 1.300 mikrogram per normal meter kubik. Berbeda dengan kondisi sebelumnya yang hanya di kisaran 800–900 mikrogram per normal meter kubik. DLH mencatat, saat malam intensitas semburan dan gas yang muncul lebih kecil daripada saat siang.

Pantauan itu dilakukan terus-menerus hingga seminggu ke depan. Kemarin DLH juga mengambil sampel air untuk diuji hidrokarbon. ’’Hasil itu yang menentukan apakah airnya berbahaya atau tidak. Kalau tidak, airnya bisa dialirkan langsung ke saluran,” tambah Agus.

Sementara itu, drum yang penuh rencananya akan ditangani Dinas ESDM Jatim. Karena termasuk barang berbahaya, penanganannya harus khusus. Tidak bisa dibuang sembarangan.

Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup DLH Ulfiani Ekasari menambahkan, kandungan air yang semakin tinggi menjadi indikasi bahwa potensi semburan sudah turun. Namun, belum bisa dipastikan kapan benar-benar berhenti. ’’Hasil koordinasi kami dengan Dinas ESDM Jatim seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, suhu yang rendah mengindikasikan bahwa semburan tersebut merupakan hasil tekanan dari dalam. Bisa jadi, adanya gempa di Tuban beberapa waktu lalu merupakan pemicunya. Begitu juga semburan di Gresik, indikasinya sama.

DLH mencatat, semburan itu hanya bersuhu 29 derajat Celsius. Jika semburan sifatnya vulkanis, suhunya bisa lebih tinggi. Bisa sampai 290 derajat Celsius.

Ulfiani menyebutkan, timnya juga menemukan semburan lain. Hanya, intensitasnya sangat kecil. Lokasinya tidak jauh dari semburan di Jalan Kutisari Indah III.

Meski demikian, warga tidak perlu khawatir. Sebab, kandungan metana yang rendah tidak akan mudah tersulut api. ’’Kalau kandungannya sudah di atas 98 persen, itu yang berbahaya dan bisa menimbulkan api,” ujarnya.

Sumur Gunung Anyar Jadi Taman Edukasi

Semburan minyak bercampur lumpur tidak selamanya dianggap sebagai suatu bencana. Ada alternatif yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan minyak mentah tersebut. Salah satunya sumber energi untuk membakar batu bata.

Minyak mentah dalam semburan di Jalan Kutisari Indah Utara III sementara hanya ditampung. Namun, sisa minyak itu sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Misalnya, bahan bakar untuk mengolah batu bata.

Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ulfiani Ekasari mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan. Hanya, menyulut minyak mentah itu tidak mudah. Dari hasil uji coba, disulut dengan api kecil tidak bisa langsung nyala. ”Kalau memang diperbolehkan mengelola, bisa saja. Namun, tentu harus koordinasi dulu dengan pihak yang berwenang,” katanya.

Kalaupun ditambang, itu juga tidak mungkin. Sebab, tidak terdapat indikasi adanya sumber minyak yang banyak. Memang di sana bekas sumur minyak. Hanya, nilai ekonominya kecil jika dibandingkan dengan biaya produksi yang tinggi.

Berbeda halnya dengan semburan minyak dan lumpur di Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar. Ulfiani menyebut lokasi itu sebagai gunung lumpur Cairan yang keluar didominasi lumpur. Kandungan minyaknya sangat sedikit.

Rencananya, Pemkot Surabaya mengubah lokasi tersebut menjadi taman edukasi. Dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) akan membangun taman berkonsep geologi. ”Detail engineering design (DED) untuk Taman Geologi sudah rampung,” ujar Kasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) DKRTH Rochim Yuliadi.

Rochim menyatakan, akhir tahun nanti pembangunan masuk proses lelang. Dengan demikian, pada Januari, pembangunan bisa dimulai.

Taman itu akan dikonsep untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang fenomena geologi. Desain lanskapnya bakal mendukung lokasi tersebut. ”Termasuk vegetasi tanamannya. Dibuat untuk memperkuat kesan geologinya,” ujarnya. Misalnya, memakai tanaman di daerah pegunungan berapi.

Selain taman, sarana pelengkap lain bakal dibangun. Di antaranya, sarana bermain dan olahraga. Juga ada sentra wisata kuliner (SWK) untuk mendukung perekonomian warga. (gal/c6/git)




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Keji, Suami Bakar Istri di Depan Anak - Gudang Berita Viral Keji, Suami Bakar Istri di Depan Anak
Rabu, 16 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Dorong Perkebunan Rakyat, PGN Bangun Koperasi Karet di Desa Pagardewa - Gudang Berita Viral Dorong Perkebunan Rakyat, PGN Bangun Koperasi Karet di Desa Pagardewa
Rabu, 16 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Para Seleb Korea Buka Suara Soal Kesehatan Mental dan Komentar Jahat - Gudang Berita Viral Para Seleb Korea Buka Suara Soal Kesehatan Mental dan Komentar Jahat
Rabu, 16 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print