Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 21:00:08 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pemkab Sidoarjo Ayo Bangun Jalan, Jangan Tunggu Macet Tambah Parah! - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pembangunan jalan baru merupakan satu-satunya solusi bagi problem kemacetan akut di Sidoarjo. Pakar transportasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr Dadang Supriyatno menyatakan, pembangunan jalan baru merupakan jawaban atas peningkatan volume kendaraan dari tahun ke tahun.

”Tambahan kendaraan harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas jalan,” paparnya. Memang ada solusi lain. Misalnya, rekayasa lalu lintas. Namun, solusi itu dinilai tidak bisa optimal untuk mengurai kemacetan.



Dadang menekankan pentingnya penuntasan frontage road. Itu pekerjaan rumah pemkab. Jalan pendamping arteri primer tersebut sangat dibutuhkan untuk alternatif Jalan Raya Waru hingga Buduran. Keberhasilan FR mengurai kemacetan sudah dibuktikan Kota Surabaya. Jalan Ahmad Yani, Surabaya, tidak macet lagi.

Cara lain ialah membangun flyover (FO) Gedangan. Fungsinya mengurangi kemacetan di simpang empat Gedangan. Dua infrastruktur jalan itu harus segera dikerjakan. Jika terlambat, kemacetan bakal bertambah parah. ”Tinggal menunggu waktu saja,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agoes Boedi Tjahjono mengatakan, pemkab sedang merancang penanganan kemacetan. Bappaeda menyusun kajian tata transportasi lokal (tatralok). Tatralok itu nanti dijadikan pijakan. Dasar pembentukan masterplan transportasi.

Di dalamnya ada berbagai solusi untuk mengatasi kepadatan jalan. Misalnya, konsep mengatasi kemacetan di jalur arteri primer. Contohnya, Jalan Raya Waru hingga Buduran. Pemkab memiliki solusi jangka pendek. Yaitu, membangun FR. Untuk solusi jangka panjang, pembangunan FO Gedangan.

Bagaimana halnya dengan kemacetan di perkotaan? Pemkab merancang dua skenario. Pertama, rekayasa lalu lintas. Kendaraan dilewatkan ke jalur-jalur yang masih lengang. Kedua, pembangunan jalan baru. ”Ada dua jalan yang dibangun, yaitu Jalan Lingkar Timur dan Jalan Lingkar Barat,” paparnya.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Tarkit Erdianto menyatakan, kemacetan sangat berdampak pada kemajuan wilayah. Pembangunan perkantoran, hotel, industri, serta perumahan terhambat.

”Karena macet, investor enggan menanamkan modalnya,” ujarnya. Dampak lain memengaruhi kenyamanan. Warga tidak lagi nyaman tinggal di Sidoarjo. ”Segera tuntaskan FR. Jangan tunggu macet semakin parah,” jelasnya. 

Kendaraan Meningkat Pesat, Butuh Infrastruktur

Penindakan terhadap pelanggar merupakan salah satu cara mencegah kemacetan Kota Delta. Pengendara yang menerjang larangan ditilang. Salah satu lokasi yang sarat pelanggaran ialah kawasan Jalan Brigjen Katamso, Waru.

Kasatlantas Kompol Fahrian Saleh Siregar menyebutkan, penindakan petugas di jalan tersebut mampu mengurangi kemacetan. Kepadatan lalu lintas terurai. Sebelumnya, banyak sekali pengendara yang memotong. Dari frontage road Kertomenanggal, Surabaya, mereka langsung masuk Jalan Raya Waru. Padahal, itu dilarang.

’’Dari korem, kendaraan seharusnya tidak boleh belok kanan,’’ kata alumnus Akpol 2005 tersebut.

Ternyata masih banyak pengendara yang nekat. Dampaknya lumayan fatal. Kendaraan yang akan masuk Jalan Brigjen Katamso terhambat. Arus lalu lintas dari utara (Surabaya) juga tersendat. ’’Di titik itu kami masifkan penindakan,’’ ungkapnya.

Demikian pula arus lalin di bawah jembatan layang Waru. Satlantas telah meminta Dishub Sidoarjo mengaktifkan lagi traffic light (TL). ’’Entah kenapa dulu dimatikan,’’ katanya.

Padahal, pengaktifan TL tersebut cukup membantu. Buktinya, kemacetan bisa lebih terpecah. ’’Ada patokan sehingga kendaraan tidak saling nyerobot,’’ jelasnya.

Bagaimana kemacetan di lokasi lain? Fahrian menyatakan, satlantas hanya bisa melakukan pengaturan sebagai jalan keluar. Kunci solusinya adalah infrastruktur. Selama tidak ada penambahan infrastruktur, kondisinya akan begitu terus. Bahkan bisa lebih parah.

Menurut Fahrian, Sidoarjo adalah penopang Surabaya. Untuk tempat tinggal, banyak yang memilih Sidoarjo. Tidak terpikir beli rumah di Surabaya.

’’Harganya mahal,’’ ucap polisi dengan satu melati di pundak itu.

Kecenderungan tersebut menampilkan fenomena baru di Kota Delta. Kendaraan baru yang keluar di Samsat Sidoarjo meningkat tajam. Dalam sepekan saja, jumlahnya bisa seribu unit. ’’Karena kendaraan dikeluarkan sesuai dengan kartu identitas tinggal,’’ paparnya.

Gus Taufiqurrohman dari Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah, Siwalanpanji, Buduran, berharap masyarakat dimudahkan. Salah satunya mudah dalam menempuh perjalanan. Ajaran Islam, tutur dia, menganjurkan yassiru walaa tuassiru. Permudahlah, jangan mempersulit.

Masalah kemacetan punya pengaruh besar. Tidak hanya segi ekonomi, tapi juga pembentukan watak manusia. Karena sering terjebak untel-untelan di jalan raya, pengendara jadi suka marah. ”Sepele, tapi itu cikal bakal terjadi kejahatan kriminal,” tegasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi - Gudang Berita Viral MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali - Gudang Berita Viral Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji - Gudang Berita Viral Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print