Jumat, 23 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 12:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pembunuhan Khashoggi Bisa Jadi Pengganjal Tergelarnya F1 di Arab Saudi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-Selepas grand prix Hungaria, Minggu (4/8), tim peserta Formula 1 terlibat pembicaraan serius bersama penyelenggara balapan, Liberty Media. Salah satu konsentrasi utamanya yakni pembahasan regulasi teknik dan penambahan jumlah seri F1 pada musim 2021 mendatang.

Team principal Ferrari Mattia Binotto membenarkan kabar tersebut. “Jika anda melihat kalender musim 2021, kami sedang mendiskusikan untuk menggelar 24 balapan,” katanya dikutip Grand Prix.



Yang menarik adalah satu di antara slot yang tersedia nanti dikabarkan diisi Arab Saudi. Media Inggris The Times melaporkan ada pembicaraan intensif yang melibatkan ofisial dari Arab Saudi bersama owner F1 terkait rencana gelaran grand prix Arab Saudi.

Tetapi, ada sejumlah masalah yang bisa mengganjal rencana besar tersebut. Yaitu, isu hak asasi manusia, kesamaan gender, dan kebebasan media. Salah satu yang menjadi sorotan adalah meninggalnya seorang jurnalis, Jamal Khashoggi, di konsulat jenderal Arab Saudi, Istanbul, Turki.

Jurnalis Arab Saudi itu diduga dibunuh tim operasi.

Kejadian itu menjadi kecaman dunia internasional dan masih menjadi ganjalan F1 serta tim peserta terkait rencana Arab Saudi menjadi host balapan jet darat tersebut.

Musim ini, Timur Tengah punya dua jadwal kalender F1. Yakni di sirkuit Yas Marina, Uni Emirat Arab dan Sakhir, Bahrain. Bila memang pada akhirnya masuk dalam daftar, Arab Saudi akan menjadi grand prix ketiga di Timur Tengah.

Yang cukup khas dari dua seri Uni Emirat Arab dan Bahrain yakni keduanya berada di barisan awal dan akhir kalender dalam F1.

Claire Williams, bos Williams sedikit meragukan rencana 24 rencana seri yang berlangsung nantinya.

“Membawa part baru untuk 21 balapan membutuhkan kerja keras, membawa part baru untuk 25 balapan bakal memberikan tekanan lebih buat bisnis kami. Jadi bagi saya itu menjadi konsen terbesar,” papar Claire.

Sementara itu, Arab Saudi punya pengalaman menggelar balapan level dunia. Tahun lalu, mereka menjadi salah satu tuan rumah Formula E, balapan menggunakan mesin berbahan bakal listrik. Ad Diriyah ePrix berlangsung 15 Desember 2018 di sirkuit jalanan Riyadh.

Sejauh ini, Arab Saudi belum memiliki sirkuit yang punya kualifikasi untuk balapan F1. Bila memaksakan Ad Diriyah sebagai tempat balapan, Arab Saudi harus menambah jalur setidaknya satu kilometer untuk memenuhi standar minimal FIA untuk sirkuit F1. Saat ini, sirkuit jalanan Ad Diriyah memiliki panjang 2,495 kilometer.

Tetapi, bila Ad Diriyah gagal, Arab Saudi sudah menyiapkan proyek multi-miliar poundsterling yang dinamakan Qiddiya. Proyek tersebut diumumkan putra mahkota, Mohammad bin Salman, Juli 2017 lalu. Meskipun memang belum ada ketertarikan secara jelas dari pengembang. Mega proyek tersebut bisa menjadi solusi penting terkait venue F1 yang digelar di Arab Saudi nantinya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Ronaldo: Saya Hampir ke Arsenal, tapi Dibajak MU  - Gudang Berita Viral Ronaldo: Saya Hampir ke Arsenal, tapi Dibajak MU
Jumat, 23 Agu 2019, 04:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Madrid Berusaha Telikung Barca Dapatkan Neymar  - Gudang Berita Viral Madrid Berusaha Telikung Barca Dapatkan Neymar
Jumat, 23 Agu 2019, 04:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Crolander, Produk Keyboard PC dari Kayu  - Gudang Berita Viral Crolander, Produk Keyboard PC dari Kayu
Jumat, 23 Agu 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print