Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 02 Agu 2019, 14:00:12 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pembatasan Umur Kendaraan Jadi Jurus Anies Tangani Polusi Udara - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara. Setidaknya ada 3 aspek yang disorot dalam intruksi itu. Di antaranya pembatasan umur kendaraan, perluasan ganjil genap selama kemarau, dan menaikkan tarif parkir di jalur yang dilewati transportasi umum.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, terkait pembatasan usia kendaraan akan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang transportasi. Di situ sudah ditetapkan batas usia angkutan umum 10 tahun dan kendaraan pribadi 15 tahun.



“Saat ini kita sudah melakukan upaya untuk eksekusi terhadap perda itu. Seluruh angkutan umum di Jakarta yang usianya sudah melewati 10 tahun, kita wajibkan diremajakan,” ujar Syafrin di Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (2/8).

Pemprov DKI akan membantu dalam meskanisme peremajaan ini. Operator penyedia layanan ajak masuk dalam program Jak Lingko. Sehingga mereka hanya dibebankan melakukan penggantian unit angkutan. Sedangkan untuk layanan perkilometer setiap hari beroperasi akan dibayar oleh Pemprov DKI. Dengan demikian sopir angkutan umum bisa lebih nyaman dalam bekerja karena tak ada target setoran.

“Dengan pola ini tentu seluruh armada akan diremajakanm operator yang melakukan peremajaan, pemerintah cukup membayar biaya layanan yang dikeluarkan operator per kilometer tadi,” ucap Syafrin.

Syafrin menegaskan, pemberlakukan peremajaan kendaraan bukan hanya menyasar angkutan umum. Namun, kendaraan pribadi pun akan dilaksanakan pada 2020 mendatang. Nantinya, akan dibentuk Perda untuk kebijakan ini. Di situ akan diatur berapa lama waktu yang diberikan pemprov kepada masyarakat untuk meremajakan kendaraannya yang sudah berusia di atas 15 tahun. Ditargetkan 2025 seluruh kendaraan pribadi sudah selesai diremajakan.

Dalam Ingub 66/2019 sendiri sudah ditargetkan Anies agar peremajaan angkutan umum bisa selesai pada 2020 mendatang. Di tahun yang sama pula diharapkan Pergub sudah bisa diterbitkan.

Sementara itu, untuk kenaikan tarif parkir dilakukan karena masih dalam satu instrumen dengan pengendalian lalu lintas. Mahalnya tarif parkir akan memaksa warga untuk beralih ke angkutan umum yang lebuh murah. Namun, dalam penerapan kebijakan ini, Gubernur telah menginstruksikan supaya ada kajian komprehensif dalam memutuskan tarif dan lokasinya.

“Pak Gubernur sampaikan bahwa tolong diperhatikan ketersediaan layanan sistem angkutan umum masalnya. Sehingga aksesibilitas masyarakat itu terfasilitasi dengan baik,” imbuh Syafrin.

Untuk tarif dan lokasi sendiri Dishub belum dapat merinci karena masih dalam pengkajian. Namun, dipastikan kenaikan tarif ini berlaku untuk kendaraan roda empat dan sepeda motor.

Di sisi lain, Dishub juga menyadari dengan kebijakan ini bisa memicu munculnya parkir liar. Sehingga aspek seperti ini juga tak luput dari pembahasan pemprov untuk dibuat rencana pencegahan. “Ini harus sinergi, baik itu d sisi pergub maupun pada pelaku usaha parkir itu sendiri,” tambahnya.

Aspek terakhir yakni terkait kebijakan perluasan ganjil genap selama musim kemarau diambil lantaran pada musim kemarau emisi kendaraan bermotor sulit terurai. Oleh sebab itu, kajian terhadap kebijakan ini bisa selesai dalam waktu dekat, sehingga bisa segera diterapkan.

“Ini pun masih kita lakukan kajian karena segala sesuatu harus berdasarkan kajian komprehensif, namun kita prioritaskan di musim kemarau ini (diterapkan),” kata Syafrin.

Saat disinggung apakah penerapan ganjil genap akan dilakukan seperti saat Asian Games 2018, Syafrin belum memberi kepastian. Pun terkait sepeda motor juga turut diikat oleh kebijakan ini. Dia mengatakan semuanya masih dalam kajian.

“Kita sedang kaji. Karena berdasarkan kajian untuk speda motor saat ganjil genap, volumenya 72 persen sepeda motor. Hanya 28 persen roda empat. Artinya begitu ada pembatasan ganjil genap, maka sebagian tidak shifting ke angkutan umum, tetapi mereka justru berbalik ke motor,” pungkasnya.

Sementara itu, dari selabaran yang beredar, perluasan ganjil genap akan diterapkan pada 5-31 Agustus 2019. Ruas jalan yang terimbas yakni Jalan Rumah Sakit Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Gunung Sahari, Jalan Majapahit, Jalan Gadjah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan dan Jalan Tomang Raya.

Dalam edaran itu juga disebutkan ganjil genap berlaku untuk mobil dan sepeda motor. Namun saat dikonfirmasi kebenaran edaran ini, pihak Dishub dan Polda Metro Jaya belum memberikan respon sampai berita ini diterbitkan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Menteri BUMN Ajak Pebisnis Kuliner Karawang Move On ke LPG Non Subsidi - Gudang Berita Viral Menteri BUMN Ajak Pebisnis Kuliner Karawang Move On ke LPG Non Subsidi
Kamis, 22 Agu 2019, 22:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Terancam Kekeringan, Anies Minta Warga Hemat Penggunaan Air Bersih - Gudang Berita Viral Terancam Kekeringan, Anies Minta Warga Hemat Penggunaan Air Bersih
Kamis, 22 Agu 2019, 22:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kemenristekdikti Target Dua PTS Dipimpin Rektor Asing pada 2020 - Gudang Berita Viral Kemenristekdikti Target Dua PTS Dipimpin Rektor Asing pada 2020
Kamis, 22 Agu 2019, 22:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print