Rabu, 18 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 11:00:03 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : Manca Negara
 Pelanggaran di Yaman = Kejahatan Perang  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jenewa--Penyelidik AS mengatakan rangkaian pelanggaran hak asasi dan hukum kemanusiaan internasional yang dilakukan pihak-pihak yang bertikai di Yaman dalam lima tahun terakhir mungkin sama dengan kejahatan perang.

Laporan itu mendokumentasi daftar panjang pelanggaran berat yang dilakukan dengan impunitas oleh pemerintah Yaman, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, pemberontak Houthi dan kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan mereka. Demikian laporan VOA, Rabu (4/9/2019).

Pelanggaran terjadi melalui serangan udara, penembakan tanpa pandang bulu, penembak jitu, dan ranjau darat serta berbagai pelecehan, termasuk penyiksaan, pembunuhan dan penahanan sewenang-wenang, dan kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender.



Pakar internasional Charles Garraway mengatakan kepada VOA, semua pihak yang bertikai terlibat dalam kejahatan itu.

"Tidak ada yang bersih dalam perang ini. Ini bukan untuk mencari tahu siapa yang melakukan lebih banyak pelanggaran dibanding pihak lainnya. Semua orang, semuanya, bertanggung jawab," ujarnya.

Panel para ahli meminta dunia agar jangan menutup mata terhadap situasi bencana itu. PBB menyebut krisis di Yaman krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan melaporkan 24 juta orang atau 80 persen penduduk bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup.

Tetapi banyak dari makanan, obat-obat, dan bantuan lain tidak sampai ke orang-orang itu karena adanya serangan dan blokade. Laporan itu menemukan bukti bahwa pihak-pihak yang bertikai mungkin menggunakan kelaparan sebagai metode perang.

Pakar internasional Melissa Parke mengatakan penduduk hidup dalam ketakutan akan ditangkap atau ditarget karena berbeda pendapat.

"Pihak-pihak secara aktif merekrut anak-anak semuda usia 12 tahun, termasuk secara paksa. Mereka melecehkan dan mengancam pegiat, wartawan, pembela hak asasi dan pekerja kemanusiaan dan menerapkan pembatasan dalam pekerjaan mereka. Semua tindakan itu adalah pelanggaran hak-hak rakyat Yaman dan banyak dari pelanggaran itu sama dengan kejahatan perang," kata Parke.

AS, Inggris, dan Prancis dilaporkan memasok senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Iran dilaporkan menyediakan senjata kepada pemberontak Houthi.

Pakar-pakar itu mendesak agar negara-negara tidak memasok senjata kepada pihak-pihak yang terlibat konflik. Menurut mereka berlanjutnya pasokan senjata kepada pasukan yang bertempur melanggengkan konflik dan memperpanjang penderitaan rakyat Yaman. [voa/lat]


 




Sumber: inilah.com

Tag: News



Wujudkan Program Sejuta Rumah, Kadin Kerja Sama dengan Pemerintah - Gudang Berita Viral Wujudkan Program Sejuta Rumah, Kadin Kerja Sama dengan Pemerintah
Rabu, 18 Sep 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Bertani, Bisnis Menjanjikan dengan Omzet 500 Juta per Bulan - Gudang Berita Viral Bertani, Bisnis Menjanjikan dengan Omzet 500 Juta per Bulan
Rabu, 18 Sep 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Wujudkan Kota Layak Anak, Anies Diberi Penghargaan - Gudang Berita Viral Wujudkan Kota Layak Anak, Anies Diberi Penghargaan
Rabu, 18 Sep 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print