Sabtu, 21 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 11 Sep 2019, 18:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
PDAM Surabaya Mampet: Ngusung Air ke Lantai 5 hingga Tak Mandi 2 Hari - Gudang Berita Viral

DUA hari belakangan, warga Surabaya sulit mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka pun mengumpulkan air secara manual.



YULIANTI berpeluh deras. Basah. Dengan kekuatan yang masih tersisa, perempuan 49 tahun itu mengangkat air yang ditampungnya pada sebuah ember putih bekas cat. Napasnya berkejaran, wajahnya pucat. Sudah dua hari warga Rumah Susun (Flat) Grudo, Kelurahan dr Soetomo, Tegalsari, itu melewati harinya dengan aktivitas yang sama Ngusung air dari lantai dasar ke unit flat di lantai 3.

Perempuan bertubuh subur itu merasa dua hari belakangan ini seperti kembali ke masa lampau. Ketika dia harus mengeluarkan tenaga dan usaha ekstrakeras untuk mendapatkan air bersih. Setidaknya, berat setiap ember yang dibawanya berkisar 10 kilogram. Dia pun harus mengangkatnya beberapa kali. ”Capek, Mas,” keluh Yulianti kepada Jawa Pos kemarin (10/9). Mulai pukul 10.00 sampai 11.30, Yulianti ngusungi 10 ember air ke unitnya. Sepuluh ember itu pun dirasa masih kurang. Tetapi, air yang tersedia terbatas. ”Wes badan pada encok,” ujarnya.

Hal yang sama dialami Rosdiah. Perempuan 39 tahun tersebut harus melewati ratusan anak tangga sambil membawa ember berisi air menuju unit flatnya yang berada di lantai 5. Itu adalah lantai paling atas Flat Grudo. Sekali mengambil air, dia memerlukan waktu 15 menit. ”Di setiap lantai, saya beristirahat. Karena kalau dipaksakan, tidak kuat. Bisa tumpah nanti airnya,” ucap ibu dua anak tersebut.

Mereka berdua hanyalah sedikit di antara 97 kepala keluarga yang terimbas mampetnya aliran air PDAM. Mereka memang mendapatkan kiriman air dari truk tangki PDAM. Tetapi, itu sangat kurang. Pengelola Flat Grudo Sandi Septian mengatakan, setiap hari sekitar 90 ribu liter air bersih dibutuhkan warga flat. Tetapi, bantuan air baru dikirim sebanyak empat tangki. ”Jumlahnya sekitar 20 ribu liter air saja. Jadi, warga harus berebut,” katanya.

Tak hanya itu, seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, kualitas air yang datang dinilai warga tidak layak. Keruh. ”Tapi gimana lagi? Enggak bisa nolak daripada enggak kebagian air sama sekali,” kata Yulianti.

Kekurangan air bersih akibat aliran PDAM macet juga dialami Yanti, warga di Jalan RMH Soejono, Kelurahan Peneleh. Sambil duduk mengawasi pekerja yang merenovasi rumahnya, Yanti mengaku sudah tidak mandi selama dua hari. ”Gimana, wong ndak ada air,” keluhnya. Dia mengungkapkan, aliran air PDAM di rumahnya macet sejak Sabtu sore (7/9). Hingga kemarin pukul 15.20, aliran PDAM tetap macet.

Untuk mendapatkan air bersih, dia meminta kepada tetangganya yang punya sumur. Dia juga mendapat kiriman air dari saudaranya yang bertempat tinggal di Perumahan Bukit Mas. ”Ini sudah dikirimi beberapa jeriken,” tutur perempuan 72 tahun itu. Air sumur dan kiriman saudara tersebut digunakan untuk mencuci pakaian. Sementara itu, untuk minum dan memasak, Yanti mengandalkan air galon isi ulang.

Yanti tidak mandi agar irit. Hal sama disampaikan Nur Hayati. Ketua RT 6, RW 6, Kelurahan Peneleh, itu mengungkapkan, aliran air sudah mampet selama empat hari di wilayahnya. Untuk kebutuhan mencuci dan mandi, dia bersama para tetangga menggunakan air sumur. Air itu disedot dengan menggunakan pompa. ”Kami bahu-membahu. Kalau ada tetangga yang kurang, kami sambungkan slang,” jelasnya.

Dampak macetnya pasokan air PDAM juga dirasakan RSUD dr Soetomo. Hal itu tidak dibantah Kepala Instalasi PKRS dan Humas RSUD dr Soetomo dr Pesta Parulian ME SpAn. Dia mengaku memang terdampak, tapi tidak sampai mengganggu pelayanan RS. ”Kami memang punya tandon berkapasitas 1.000 meter kubik, tapi takutnya enggak cukup buat sehari,” katanya.

Dia pun segera mengonfirmasikan permasalahan itu ke PDAM Surya Sembada. Upaya alternatif segera dibuat. PDAM berjanji mendatangkan 20 tangki air berkapasitas 240 meter kubik. Selain itu, pihaknya mengupayakan stok air dari penyedia air swasta untuk jaga-jaga jika memang dibutuhkan. Namun, langkah tersebut urung ditempuh. Sebab, pada pukul 12.58 air PDAM sudah mengalir. Tandon pun terisi kembali. ”Debit air memang lambat. Lebih pelan,” ulasnya.

Sementara itu, warga sekitar Gubeng Airlangga ikut merasakan susahnya mendapatkan air. Seorang warga, Indriati, 59, mengatakan, pasokan air di rumahnya mati sejak pukul 05.00 kemarin. Demikian juga tetangganya. Mereka panik dan mengontak customer service PDAM Surya Sembada. Petugas menyebutkan bahwa aliran air mati karena ada penyambungan pipa di proyek alun-alun kota. ”Ya kami cari sumber air lain,” ujarnya.

Mereka kemudian mengambil air dari sumur milik seorang warga. Antrean pun tak terhindari. Sebagian di antara mereka juga membeli air isi ulang. ”Bagaimana lagi? Keadaannya seperti ini,” kata Budi Santoso, salah seorang pemilik sumur.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Sudah Oke, Stadler Bikin Pabrik KA di Banyuwangi  - Gudang Berita Viral Sudah Oke, Stadler Bikin Pabrik KA di Banyuwangi
Sabtu, 21 Sep 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Rivaldo Kritik Penampilan Madrid dan Hazard  - Gudang Berita Viral Rivaldo Kritik Penampilan Madrid dan Hazard
Sabtu, 21 Sep 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 1 Kali
 MMKSI Resmikan Diler Baru di Blitar  - Gudang Berita Viral MMKSI Resmikan Diler Baru di Blitar
Sabtu, 21 Sep 2019, 05:00:02 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print