Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 08 Agu 2019, 11:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Pacu Pertumbuhan, Perkuat Industri Manufaktur - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Industri manufaktur menjadi salah satu pendorong saat laju pertumbuhan ekonomi tersendat. Namun, itu bakal berat. Sebab, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pemerintah 5,2 persen pada tahun ini, industri manufaktur harus tumbuh setidaknya di atas 4 persen.

Pada kuartal II 2019, industri manufaktur hanya tumbuh 3,54 persen secara year-on-year (yoy). Melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan manufaktur pada kuartal II 2018 sebesar 3,88 persen. ”Kita kan semester I lalu pertumbuhannya baru 5,06 persen. Jadi, kalau mau mencapai 5,2 persen, kalau berharap dari manufaktur, memang target di semester II jadinya agak tinggi,” kata ekonom BCA David Sumual kemarin (7/8).



Menurut dia, deindustrialisasi sedang terjadi di berbagai negara. Terutama sejak Tiongkok bangkit menjadi pusat produksi masal dunia beberapa tahun lalu.

Dengan upah tenaga kerja yang sangat rendah, kemudahan berusaha, serta biaya produksi yang murah, barang produksi Tiongkok sangat diminati negara-negara lain. Hal itu membuat Tiongkok menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia saat ini setelah Amerika Serikat (AS).

Saat ini, dengan perang dagang yang mengakibatkan devaluasi mata uang yuan, tantangan ekspor-impor kian berat. Sebab, setiap negara berusaha menjaga pertumbuhan ekspor. Itu dilakukan dengan membatasi volume output produksi agar harga tidak jatuh. Bahkan, Tiongkok sampai melemahkan nilai kursnya untuk menarik pembelian barang agar bersaing dengan barang produksi dari negara-negara lain.

Dalam jangka panjang, kata David, Indonesia harus meningkatkan skill SDM agar mumpuni di bidang soft industry. Misalnya, industri pariwisata, teknologi, kesehatan, dan pendidikan.

“Saya prediksi, ke depan, investasi yang masuk ke industri manufaktur akan tetap besar, tapi mereka lebih banyak yang pakai tenaga mesin dan robot,” kata David.

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/8/2019). ( Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com)

Akibatnya, serapan tenaga kerja kurang maksimal. Pada kuartal II 2019, misalnya, serapan tenaga kerja baru hanya sekitar 255 ribu orang. Angka itu tidak sebanyak capaian pada kuartal II 2018 dengan 289 ribu orang.

Indonesia memang harus memperkuat industri manufaktur. Namun, lanjut David, ruang pertumbuhan pada industri-industri lain yang dinilai potensial harus tetap diberikan. Reformasi kebijakan di bidang ekonomi, terutama dari sisi kemudahan berinvestasi dan pemberian insentif, harus dilanjutkan.

“Supaya pengusaha itu tidak hanya berdagang, menjadi distributor, tapi tidak menciptakan produk atau lapangan kerja baru,” imbuhnya.

Staf Khusus Presiden Bidang Perekonomian Ahmad Erani Yustika menyatakan, tantangan perekonomian ke depan memang berat. Pertumbuhan ekspor dan investasi menjadi PR. Pemerintah akan terus berusaha mencari peluang investasi yang bisa didapat dari perang dagang. Sebab, pasar barang yang semula dipenuhi Tiongkok masih bisa berkurang. “Nah, kita bisa mengisi ruang kosong itu. Tiongkok yang semula dipasok barang dari AS, lalu kosong, sebagian bisa kita isi. Pemerintah sudah memiliki daftar komoditas yang bisa diisi itu,” ujarnya.

Di samping itu, untuk meningkatkan pertumbuhan, konsumsi domestik masih bisa diandalkan. Dengan inflasi yang terjaga di level 3 persen, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,17 persen per kuartal II. Naik tipis jika dibandingkan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II 2018 sebesar 5,16 persen.

Dia menjanjikan reformasi kebijakan ekonomi terus dilakukan untuk mendorong investasi. “Semua yang kita perlukan, apakah itu dorongan dari sisi fiskal, nonfiskal, kemudahan berusaha, akan tetap kita push,” kata Erani.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan, pihaknya siap memperbaiki layanan Online Single System (OSS). Sistem baru OSS versi 1.1 diluncurkan dalam waktu dekat. Diharapkan, sistem baru tersebut dapat menjawab kerumitan yang dihadapi investor saat mengakses OSS. “Misalnya, database dan aplikasi OSS didesain ulang agar lebih user friendly sehingga dapat mengurangi urgensi konsultasi langsung (ke kantor BKPM, Red),” katanya.

Beberapa fitur baru dalam OSS versi 1.1 dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan perizinan berusaha. Di antaranya, izin usaha merger, izin lokasi perairan/izin lokasi di laut, kantor cabang, serta pencabutan izin berdasar likuidasi dan nonlikuidasi.

Thomas optimistis pertumbuhan investasi tahun ini mencapai double digit. Sementara itu, pada semester I, realisasi investasi tercatat Rp 395,6 triliun atau tumbuh 9,4 persen (yoy). Angka tersebut lebih baik daripada periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 7,4 persen dengan realisasi investasi Rp 361,6 triliun.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Keseruan Running Man saat Hadir Lengkap di Jakarta - Gudang Berita Viral Keseruan Running Man saat Hadir Lengkap di Jakarta
Minggu, 18 Agu 2019, 20:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ada Jogja dalam Srimenanti - Gudang Berita Viral Ada Jogja dalam Srimenanti
Minggu, 18 Agu 2019, 20:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Juara Akita Masters 2019, Firman Mengatakan Itu Hadiah Bagi Indonesia - Gudang Berita Viral Juara Akita Masters 2019, Firman Mengatakan Itu Hadiah Bagi Indonesia
Minggu, 18 Agu 2019, 20:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print