Rabu, 16 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 28 Sep 2019, 01:00:02 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
 OTT KPK Seperti Membuka Kotak Pandora  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) hanyalah salah satu metode yang dilakukan Lembaga Antikorupsi dalam menangani kasus korupsi.

Bahkan, tak jarang OTT seperti membuka kotak pandora dalam upaya pemberantasan korupsi.

"OTT itu seperti membuka kotak pandora korupsi. Membuka kejahatan hingga kita bisa menemukan harapan akan Indonesia yang bebas korupsi," kata Febri kepada wartawan lewat pesan singkat.



Febri menjelaskan, proses teknik penanganan perkara sebenarnya berada pada tahap penyelidikan. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK tidak mungkin membiarkan jika menemukan terjadinya tindak pidana korupsi.

Lantaran bersifat seketika saat transaksi terjadi, nilai dugaan korupsi yang ditemukan saat OTT dapat besar maupun kecil. Namun, Febri mengatakan, dari kasus-kasus korupsi yang terjadi, pemberian suap dilakukan bertahap. Dengan demikian, meski nilai yang ditemukan dalam OTT kecil, dapat membongkar skandal korupsi yang lebih besar.

"Kasus di Kebumen adalah contoh yang paling sederhana. Ketika OTT uang yang diamankan hanya sekitar Rp 70 juta, tapi kita lihat, sekarang KPK berhasil membongkar jejaring korupsinya mulai dari level proyek di daerah hingga mafia anggaran yang pengaturannya melibatkan salah satu pimpinan DPR. Bahkan di kasus inilah pertama kali diungkap pencucian uang yang dilakukan korporasi," katanya.

KPK menilai penanganan perkara yang dimulai melalui OTT menjadi berbeda karena daya sentaknya ke publik. Selain itu, selama ini tidak ada yang bisa lolos dari OTT. Hal ini yang diduga membuat banyak pejabat tidak menyukai OTT yang dilakukan KPK.

Meski demikian, Febri menekankan OTT tidak meniadakan fungsi KPK lainnya, seperti koordinasi dan supervisi (Korsup). Dikatakan, koordinasi yang dilakukan lebih menempatkan KPK pada posisi trigger mechanism. KPK berupaya membantu Kepolisian dan Kejaksaan yang menghadapi kendala dalam menangani suatu perkara korupsi.

"Banyak kasus yang sudah dikoordinasikan, bahkan smpai penangkapan DPO. Saya kira, OTT dan Korsup adalah dua hal yang bisa berjalan seiring sehingga tak perlu dipertentangkan," tegasnya.




Sumber: inilah.com

Tag: News



 Bursa Saham AS Berakhir Naik Tajam  - Gudang Berita Viral Bursa Saham AS Berakhir Naik Tajam
Rabu, 16 Okt 2019, 06:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Harga Emas Berjangka Turun 1%  - Gudang Berita Viral Harga Emas Berjangka Turun 1%
Rabu, 16 Okt 2019, 06:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Lima Tahun Jokowi, Ekonomi Masih Banyak Merahnya  - Gudang Berita Viral Lima Tahun Jokowi, Ekonomi Masih Banyak Merahnya
Rabu, 16 Okt 2019, 06:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print