Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 05 Agu 2019, 17:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Notaris Palsu Jual Beli Rumah Mewah Diringkus, Korban Rugi Rp 214 M - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Penyidik Subdit 2 Harta Benda dan Bangunan Tanah (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap kelompok penipu dengan modus notaris palsu. Dalam aksinya mereka kerap menyasar korban-korban yang hendak menjual rumah mewah. Komplotan ini menipu dengan berpura-pura membeli rumah korban lalu menggunakan sertifikat rumah itu untuk mendapat keuntungan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penangkapan kepada komplotan ini didasari atas 3 laporan polisi selama Maret hingga Juli 2019. Setelah didalami, polisi meringkus 4 orang tersangka yakni, D, R, S dan A. “Jadi kasus ini berawal dari laporan masyarakat dapat informasi dari perbankan bahwa ada anggunan. Korban kaget dan dia lapor ke polisi,” kata Argo di dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (5/8).



Argo menuturkan, komplotan ini memiliki peran yang masing-masing. Ada yang menjadi notaris gadungan dan berperan membeli rumah milik korban. Tak main-main, rumah yang menjadi sasaran aksi mereka merupakan hunian mewah dengan harga berkisar Rp 15 miliar. “Ini dikemas rapi sindikat ini sehingga masyarakat yang mau jual rumah rata-rata di atas Rp 15 M harganya,” katanya.

Dari pendalaman petugas, diketahui kerugian para korban mencapao Rp 214 miliar. Angka itu diperkirakan masih bisa terus bertambah apabila ada korban lain yang membuat laporan. “Mereka sudah melakukan penipuan sejak bulan Maret, setiap di-BAP mereka ngeles terus,” jelas Argo.

Dari informasi yang dihimpul Polda Metro Jaya, hari ini akan ada 6 pelapor lain yang mengadukan kasus penipuan serupa kepada polisi. Untuk mempermudah masyarakat dalam melapor, masyarakat bisa menghubungi nomor pengaduan atau hotline 08128171998.

Di tempat sama, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan merinci peran para tersangka ini. Diantaranya D berperan mencari korban yang ingin menjual rumah dan berpura-pura menjadi pembeli, R menjadi notaris palsu, S menyediakan tempat yang dijadikan kantor notaris, serta A yang bertugas memalsukan sertifikat rumah korban.

Ketika korban dan pelaku bertemu, negosiasi harga rumah mulai digelar. Dalam kasus yang terungkap, terjadi kesepakatan dengan harga Rp 87 miliar. Komplotan ini kemudian meminjam sertifikat rumah korban dengan alasan untuk dicek keasliannya.

“Untuk meyakinkan (korban) mereka sepakat ketemu di kantor notaris (palsu) ini untuk korban menunjukan sertifikat dengan dalih itu sertifikat dibawa tersangka untuk dicek keaslian sertifikat ke BPN itu alasannya,” kata Suyudi.

Setelah sertifikat diterima, aksi mereka mulai berjalan. Tersangka D meminta A untuk menduplikat sertifikat tersebut. Setelah itu dijadikan jaminan ke bank untuk meminjam uang. “Sertifikat asli dibawa ke fander (bank). Fander mengecek walaupun akhirnya mengeluarkan dana anggaran sebesar Rp 5 miliar. Sertifikat akhirnya diserahkan kembali (ke korban) sertifikatnya dengan keadaan palsu,” terang Suyudi.

Dari informasi yang didapat penyidik, komplotan ini sudah beraksi berulang kali. Salah satu korbannya ada di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru yang menjual rumah seharga Rp 42 miliar dan rumah di Jalan Kebagusan seharga Rp 15 miliar. “Dan ada perusahaan founder datang ke kami ada 6 yang lakukan transaksi fiktif dan founder dirugikan hampir Rp 25 miliar,” jelas Suyudi.

Korban pertama kali menyadari menjadi korban penipuan setelah mendapat tagihan tak wajar. Kepada penyidik, para tersangka mengaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk kebutuhan hidup. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP atau 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi - Gudang Berita Viral MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali - Gudang Berita Viral Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji - Gudang Berita Viral Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print