Selasa, 19 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 07 Nov 2019, 19:00:09 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Ngaku Pernah Dipenjara, Antasari Geram Namanya Disebut-Sebut Masuk KPK - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Antasari Azhar geram lantaran namanya disebut-sebut masuk bursa calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu bahkan ingin menggugat orang-orang yang dianggapnya telah mencemarkan namanya itu.

“Ada dua kemungkinan (yakni) membuat baik saya atau ingin menghancurkan saya. Tadi saya sudah pertanyakan, bolehkah saya melakukan gugatan pencemaran nama baik? Kenapa saya harus ikut diviralkan di situ? Atas inisiatif siapa?” tanya Antasari dalam diskusi “Mengintip Figur Dewan pengawas KPK” di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11).



Antasari juga menuturkan, alasan dirinya tidak ingin diseret-serat dalam daftar nama calon Anggota Dewas KPK, karena menurutnya, ia tidak pernah dipanggil, tidak pernah diajak bicara, tidak pernah komunikasi tentang itu.

“Jadi begitu nama saya muncul, ini ada apa?” katanya.

Antasari mengatakan, selama ini dia tidak pernah mengikuti kegiatan apa pun, selain bersama keluarga di rumah dan mengajak cucunya jalan-jalan.

“Jadi isu yang muncul di beberapa sosial media adalah menurut saya hoaks,” tegasnya.

Sementara itu, pembicara lainnya, Politikus PDIP Trimedya Panjaitan lantas merespons pernyataan Antasari tersebut. Trimedya mengaku baru saja membaca berita di media online bahwa Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno ditunjuk jadi ketua tim untuk seleksi Dewas KPK.

Bahkan, lanjutnya, berdasarkan pernyataan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman, proses seleksi akan mulai dilakukan sejak sekarang ini. Jadi, karena baru mulai sekarang, maka bisa saja Antasari belum dipanggil ke Istana.

“Bisa saja besok, minggu depan dipanggil. Kemungkinan itu masih ada,” kata Trimedya.

Mendengar hal itu, Antasari pun bereaksi dengan langsung menjawab pernyataan Anggota Komisi III DPR tersebut. Mantan jaksa itu juga menjelaskan aspek hukum, bahwa dirinya sudah tidak bisa menjadi pejabat negara.

“Pak Trimedya, saya ini sarjana hukum, jadi saya tahu hukumnya. Saya sudah baca, pintu untuk saya sudah tertutup. Karena ada satu butir mengatakan bahwa (syarat Dewas) tidak pernah menjalani tindak pidana penjara yang ancaman hukumannya lima tahun. Bagi saya sudah selesai,” kata Antasari.

Seperti diketahui, yang dimaksud Antasari adalah salah satu syarat menjadi Dewas KPK yang diatur dalam Pasal 37D Huruf f Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 37D Huruf f menyatakan “tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun”.

Trimedya pun menjawab pertanyaan Antasari tersebut. Menurut Trimedya, Antasari bebas murni dari hukumannya karena mendapatkan grasi dari presiden. Karena itu, tidak menutup kemungkinan Antasari masih bisa menjadi Dewas KPK.

“Tidak menutup kemungkinan Pak. Kita sama -sama orang hukum juga. Saya tahu Bapak kan dapat grasi dari presiden. Terkecuali presiden tak mau menggunakan haknya bahwa dia pernah memberikan grasi kepada bapak Antasari ya tertutup (peluang itu),” katanya.

Legislator dari Sumatera Utara itu juga menjelaskan, bahwa tidak mungkin nama-nama itu muncul kalau tak ada dasarnya. “Kita berdoa saja siapa tahu (Antasari) akan dipanggil dan Pak Presiden juga menggunakan diskresinya,” ujar Trimed, panggilan akrabnya.

Lebih jauh Trimedya menambahkan bahwa untuk periode pertama ini, keanggotaan Dewas KPK dipilih langsung oleh presiden sebagaimana diamanatkan UU 19/2019. Menurut dia, saat pembahasan UU 19/2019, DPR berpandangan waktu untuk membentuk panitia seleksi terlalu pendek, sementara komposisi Dewas KPK akan dilantik bersama pimpinan komisi antirasuah yang baru pada Desember 2019.

Dia menjelaskan kalau calon Dewas KPK harus diseleksi lagi oleh DPR paling tidak membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Trimedya pun menambahkan, untuk menghindari kecurigaan yang lebih besar kepada DPR, dan membentuk sistem yang baik, maka pemilihan Dewas KPK untuk periode pertama diserahkan kepada presiden.

“Kami berharap presiden melakukan secara terbuka,” pungkas Trimedya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Ngaku Pernah Dipenjara, Antasari Geram Namanya Disebut-Sebut Masuk KPK

Tag: News



Terkait Desa Fiktif, Kabupaten Konawe Jadi Fokus Evaluasi Administrasi - Gudang Berita Viral Terkait Desa Fiktif, Kabupaten Konawe Jadi Fokus Evaluasi Administrasi
Selasa, 19 Nov 2019, 22:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demi Keluarga, Raja dari Afrika Borong 19 Rolls-Royce dan 120 BMW - Gudang Berita Viral Demi Keluarga, Raja dari Afrika Borong 19 Rolls-Royce dan 120 BMW
Selasa, 19 Nov 2019, 22:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
PKS Senang Partai Pimpinan Tommy Soeharto Tetap Menjadi Oposisi - Gudang Berita Viral PKS Senang Partai Pimpinan Tommy Soeharto Tetap Menjadi Oposisi
Selasa, 19 Nov 2019, 22:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print