Senin, 26 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 08 Agu 2019, 10:00:07 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Nama Ketua DPW PPP Jatim Kembali Disebut Majelis Hakim - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Hakim kembali menyebut mama politikus PPP Musysaffa Noer saat membacakan amar putusan (vonis) terhadap Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Anak buah menteri agama itu divonis lantaran parkara kasus suap jual beli jabatanya di kantornya.

Pada kasus yang melibatkan Eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy ini Haris divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.



Haris diyakini bersalah menyuap anggota DPR sekaligus eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy dan Menang RI Lukman Hakim Saifudin.

“Menyatakan terdakwa Haris Hasanudin telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” kata hakim ketua Hastoko saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).

Majelis hakim menilai, Haris telah terbukti memberikan uang Rp 255 juta kepada Rommy untuk mengintervensi proses pengangkatannya sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.
Sebab, proses pengangkatan Haris dalam jabatan itu sempat terhambat lantaran pernah mendapatkan sanksi disiplin selama 1 tahun pada 2016.

Atas sanksi itu, hakim menyatakan Haris ingin bertemu Menteri Agama Lukman Hakim agar bisa dibantu tapi mengalami kesulitan. Karena itu, Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer menyarankan Haris menemui Rommy karena mempunyai kedekatan dengan Lukman Hakim.

“Terdakwa menyampaikan kepada Romahurmuziy bahwa ia sudah melakukan pendaftaran dan telah mengirimkan berkas pendaftaran ke Kementerian Agama di Jakarta. Untuk itu, terdakwa meminta bantuan Romahurmuziy agar lolos dan dilantik sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur karena ada beberapa orang yang tidak suka dengan terdakwa,” papar majelis hakim.

Atas bantuan Musyaffa, hakim menyatakan Haris menemui Rommy di rumahnya, Jalan Batuampar 3 No 04 Kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan memberikan uang Rp 5 juta.

Kemudian Haris kembali bertemu Rommy di kediamannya dengan memberikan uang Rp 250 juta agar membantu dalam pengangkatan dirinya sebagai Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Setelah itu, hakim mengatakan Rommy menyampaikan pesan kepada Haris bahwa Lukman Hakim sudah memutuskan mengangkat dirinya sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan akan mengambil segala risiko yang ada.

“Pada tanggal 4 Maret 2019, terdakwa diangkat sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : B.II/04118 dan dilantik pada tanggal 5 Maret 2019,” jelas hakim.

Atas pertimbangan itu, Haris dinyatakan bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, nama Musyaffa Noer juga pernah muncul dalam sidang tuntutan di kasus yang sama dengan terdakwa Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gersik nonaktif, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto kala itu menilai aliran dana suap Muafaq tidak hanya kepada Rommy. Namun, Muafaq juga memberikan sejumlah dana Rp 50 juta kepada staf khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Gugus Joko Waskito, serta Rp 20 juta kepada Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer yang tak lain adalah anggota DPRD Provinsi Jatim, serta memberikan dana sebesar Rp 2 juta ke Haris Hasanudin.

Muafaq sendiri telah dovonis 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Muafaq dinyatakan bersalah menyuap anggota DPR sekaligus eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy terkait pengisian jabatan tinggi di lingkungan Kemenag Jatim.

Pasalnya, Muafaq dinyatakan telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Hakim juga mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Muafaq karena dinilai telah membantu dan bekerja sama dengan penegak hukum dalam mrngungkap kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag yang melibatkan eks Ketum PPP Rommy tersebut. Sementara JC Haris Hasanudin ditolak karena tidak memenuhi syarat.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 AC Milan Takluk 0-1 dari Udinese  - Gudang Berita Viral AC Milan Takluk 0-1 dari Udinese
Senin, 26 Agu 2019, 02:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 ICW Sebut 20 Capim KPK yang Lolos Biasa Saja  - Gudang Berita Viral ICW Sebut 20 Capim KPK yang Lolos Biasa Saja
Senin, 26 Agu 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Raih Gelar Juara Dunia, Ini Kata Hendra/Ahsan  - Gudang Berita Viral Raih Gelar Juara Dunia, Ini Kata Hendra/Ahsan
Senin, 26 Agu 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print