Sabtu, 21 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 11 Sep 2019, 20:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Minimnya Ruang Publik Dukuh Pakis - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Denisa Kalistha Gading bermain bersama empat temannya di lahan kosong dekat rumahnya di kawasan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, kemarin (10/9). Siswa kelas VI SDN Gunugsari 1 itu mencabut dedaunan yang merambat di sekitar lahan kosong tersebut untuk dibuat mahkota di atas kepala.

’’Sering main di sini. Kadang main rumah-rumahan sama teman-teman. Di sini sepi, enak buat main. Kalau anak cowok biasanya di sini main layangan,” ujar gadis berusia 11 tahun itu. Lahan yang digunakan anak-anak untuk bermain tersebut sejatinya adalah bekas rumah Kepala RT 01, RW 05, Sariyanto. Masih tersisa bekas puing-puing bangunan di lahan yang sudah dipagari dengan tembok beton itu.



Sejak 2018, lahan tersebut memang secara resmi dibeli pengembang mal dan apartemen yang berdiri kukuh tak jauh dari sana. Di samping bekas rumah Sariyanto, ada sepetak lahan yang juga sudah dipagari untuk mengamankan aset. Tentu saja, lahan itu milik pengembang. ’’Yang di sebelah itu dulu lapangan voli. Tapi, sekarang masih ada yang masuk ke situ buat main,’’ ucapnya.

Banyaknya lahan di permukiman warga yang sudah dijual kepada pengembang membuat ruang publik di Kelurahan Gunungsari minimnya. Sariyanto menyebutkan, tujuh warga sudah menjual rumah mereka. Kini rumah-rumah itu sudah menjadi lahan kosong yang rata dengan tanah. ’’Luas rumah saya waktu itu sekitar 104 meter persegi. Per meter dihargai Rp 20 juta,” tuturnya kemarin.

Harga tanah di kawasan tersebut memang cukup tinggi. Pengembang sering menawarkan harga yang menggiurkan. Sariyanto menuturkan, warga mulai menjual rumah mereka sejak 2010. Harga belinya bervariasi. Yakni, mulai Rp 13,5 juta per meter. Warga di sana juga kerap merekomendasikan tetangganya untuk menjual rumah kepada pengembang. Apalagi kalau rumah itu merupakan peninggalan orang tua yang sudah meninggal.

Camat Dukuh Pakis Iin Trisnoningsih membenarkan bahwa penjualan lahan itu mengakibatkan minimnya lahan publik. Namun, pihak kelurahan bisa mengusulkan pembuatan atau pembangunan fasum baru pada musrenbang akhir tahun ini. Demi menghadirkan fasilitas atau ruang publik yang lebih banyak dan nyaman untuk warga.

’’Sebetulnya itu bergantung warganya juga. Mau menjual tanahnya atau tidak pada pengembang. Kalau mau tambahan fasum, diusulkan saja dengan status tanah yang jelas. Nanti biar diverifikasi oleh pemkot,’’ ujarnya. Sejauh ini, warga Gunungsari hanya mempunya satu fasum. Yakni, lapangan bersama di belakang kantor kelurahan. Penggunaannya mesti bergantian dan tidak bisa mendadak. Warga mesti izin dan mendaftar kepada pengelola lapangan lebih dulu.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Sudah Oke, Stadler Bikin Pabrik KA di Banyuwangi  - Gudang Berita Viral Sudah Oke, Stadler Bikin Pabrik KA di Banyuwangi
Sabtu, 21 Sep 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Rivaldo Kritik Penampilan Madrid dan Hazard  - Gudang Berita Viral Rivaldo Kritik Penampilan Madrid dan Hazard
Sabtu, 21 Sep 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 1 Kali
 MMKSI Resmikan Diler Baru di Blitar  - Gudang Berita Viral MMKSI Resmikan Diler Baru di Blitar
Sabtu, 21 Sep 2019, 05:00:02 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print