Sabtu, 19 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 01 Okt 2019, 17:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Minimal Harus Dapat Dua Gelar dari Indonesia Masters 2019 - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-Sepanjang kalender BWF World Tour 2019, Indonesia menjadi tuan rumah tiga kali.

Pertama pada Januari lalu ada Indonesia Masters. Turnamen berlabel Super 500 tersebut berlangsung di Jakarta. Lalu, pada Juli, berlangsung salah satu turnamen terbesar, terpenting, dengan hadiah terbesar di dunia, Indonesia Open (Super 1000).



Nah, mulai hari ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang BWF Tour. Tajuknya adalah Yuzu Indonesia Masters 2019. Kalau dua turnamen sebelumnya berlangsung di Jakarta, kejuaraan ini akan dipentaskan di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Label turnamen ini adalah Super 100. Meski hanya menempati level keenam atau tingkatan terendah dalam piramida kalender BWF Tour, namun ajang tahun ini menjadi penting karena masuk dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Yuzu Indonesia Masters 2019 adalah turnamen Super 100 kedua yang pernah berlangsung di Indonesia. Sebelumnya, pada 2018, ada Bangka Belitung Indonesia Masters.

Tetapi, sekali lagi, karena turnamen tahun ini masuk dalam kualifikasi Olimpiade, maka memiliki makna yang lebih besar.

Ganda putra nomor lima dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menjadi atraksi utama turnamen ini. Penampilan Fajar/Rian terus meningkat terutama dalam empat turnamen terahir.

FajRi, julukan pasangan tersebut, sukses meraih perunggu pada Kejuaraan Dunia 2019 di Basel. Mereka juga mencapai semifinal China Open 2019 (Super 1000), dan terakhir pada Minggu lalu (29/9), mereka berhasil menjadi juara Korea Open 2019 (Super 500).

Fajar mengaku, dia bersama Rian baru tadi malam mendarat di Jakarta, terbang dari Incheon, Korea Selatan. Agar lebih efisien, mereka sengaja tidak pulang ke kompleks Pelatnas PP PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Namun, menginap di hotel dekat Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Setelah itu, pada pagi harinya, mereka langsung terbang ke Malang.

Fajar mengakui bahwa bertanding pada dua turnamen dalam dua pekan beruntun memang sangat menguras kondisi fisik. Oleh karena itulah, dia berusaha menjaga makanan. Juga semaksimal mungkin memanfaatkan waktunya untuk beristirahat.

”Memang harus pinter-pinter jaga kondisi. Pokoknya memang harus siap,” kata Fajar saat ditemui di hotel tempatnya menginap kemarin (30/9). ”Semalam juga untungnya bisa tidur. Tapi, untungnya Korea juga kan Asia. Jadi memang tidak berpengaruh juga, nggak jet lag juga,” tambahnya.

Fajar menambahkan bahwa saat memutuskan mengikuti Indonesia Masters 2019, posisi mereka sedang tidak nyaman. Fajar/Rian tertinggal jauh dari dua kompatriotnya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam kejar-kejaran menembus turnamen puncak akhir tahun alias BWF World Tour Finals 2019.

”Sebelum kami memutuskan ikut di sini, Hendra/Ahsan belum menjadi juara dunia. Jadi mereka kan pasti lolos. Tetapi awalnya, kami memang sudah kalah start. Jadi, persaingannya tidak hanya dengan Marcus/Kevin tetapi juga Hendra/Ahsan,” kata pemain 24 tahun tersebut.

Jika minimal masuk final di Malang, Fajar/Rian memang akan bisa menyalip posisi Marcus/Kevin dalam klasemen Road To Guangzhou 2019. Saat ini, selisih poin Marcus/Kevin dan Fajar/Rian cuma terpaut 4.530. Kalau menjadi runner-up saja, maka poin Fajar/Rian bertambah 4.680.

Dan itu sudah cukup untuk menggeser posisi Marcus/Kevin di peringkat empat klasemen sementara. Sedangkan jika menjadi juara, maka koleksi poin FajRi akan bertambah menjadi 5.500.

Pada ajang World Tour Finals 2019 hanya ada delapan ganda putra yang berhak ikut serta. Masing-masing negara hanya bisa mengirimkan maksimal dua pasangan. Karena berstatus sebagai juara dunia, Hendra/Ahsan pasti sudah lolos. Jadi, persaingan antara Marcus/Kevin dan Fajar/Rian dalam dua bulan ke depan bakal sangat keras.

BWF World Tour Finals sendiri akan berlangsung pada 11 sampai 15 Desember di Guangzhou, Tiongkok. ”Tapi intinya kalau saya disuruh main ya main. Tidak ada keinginan pribadi untuk mengalahkan siapa atau siapa. Turnamen apapun, bahkan Super 100 ya tetap saja serius,” tegas Fajar.

Pada babak pertama Indonesia Masters 2019 ini, Fajar/Rian akan berhadapan dengan ganda Inggris/Indonesia Avinash Gupta/Reza Dwicahya Purnama. Kita berpeluang menciptakan All Indonesian Final. Sebab, Berry Angriawan/Hardianto menempati unggulan kedua.

Della Destiara Haris akan berpasangan dengan Rizki Amelia Pradipta pada Yuzu Indonesia Masters 2019.

Sementara itu, jagoan Indonesia lain yang akan turun pada Indonesia Masters 2019 adalah Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Saat ini mereka adalah ganda putri kedua di Indonesia setelah Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Namun, peringkat kedua pasangan terpaut cukup jauh. Greysia/Apriyani berada di posisi keenam. Sedangkan Dell/Rizki ada di peringkat ke-16.

Sebelumnya, Della/Rizki kerap bermain di ajang-ajang besar. Namun, belakangan, karena prestasinya turun, mereka juga berkompetisi pada turnamen level 100. Mereka sempat ikut dalam ajang Vietnam Open Super 100 pada 10 sampai 15 Sempember.

Hasilnya: juara.

Della mengaku tidak risau bermain di turnamen level apapun. ”Persiapannya sama, perasaan juga sama. Namun memang Super 100 pada laga-laga awal lawannya tidak terlalu berat,” katanya.

Untuk target pribadi, Della mengatakan dirinya bersama Rizki akan fight untuk menembus 10 besar pada akhir tahun. Lalu, bisa mencapai delapan besar dan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Jadi, semua turnamen, entah itu besar atau kecil, Della anggap sebagai medan pertempuran yang sangat serius. ”Tapi kami tidak akan berpikir terlalu jauh dulu. Kami akan lewati satu demi satu,” ucapnya.

Selain Fajar/Rian dan Della/Rizky, beberapa pemain bernama besar juga turun. Misalnya, peraih dua emas Olimpiade Zhang Nan yang berpartner dengan Ou Xuanyi. Lalu, mantan pasangan Zhang Nan yakni Liu Cheng yang pernah menjadi juara dunia 2017 juga ikut serta. Liu Cheng berpasangan dengan Huang Kaixiang.

Sayang, unggulan pertama ganda putri Du Yue/Li Yinhui memutuskan mundur. Pemain lain yang juga mudur adalah unggulan pertama dan kedua tunggal putra Loh Kean Yew (Singapura) dan Subhankar Dey (India).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti berharap Indonesia minimal meraih dua gelar juara, sama dengan tahun lalu di Bangka Belitung. ”Tapi saya berharap bisa lebih dari itu dan bisa terjadi banyak kejutan, di mana pemain Indonesia berhasil mengalahkan unggulan dari negara-negara lain,” ucap Susy.

Pada edisi 2018, dua gelar Indonesia berasal dari tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa dan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Yuzu Indonesia Masters 2019 total diikuti 281 pemain dari 15 negara. Hadiah totalnya mencapai USD 75.000 atau sekitar Rp 1,063 miliar.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat - Gudang Berita Viral Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati - Gudang Berita Viral Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun - Gudang Berita Viral Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print