Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 03 Sep 2019, 19:00:06 WIB, 8 View Tim Redaksi, Kategori : News
Menyoal Disertasi Halalkan Zina - Gudang Berita Viral

DISERTASI Abdul Aziz, mahasiswa Program Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan judul Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital menuai kontroversi. Masyarakat dengan sangat cepat merespons dan menggugat disertasi yang diujikan pada Rabu pekan lalu (28/8/2019) itu.

Inti disertasi dosen IAIN Surakarta ini bermuara pada pengabsahan hubungan intim di luar pernikahan dengan syarat tertentu. Abdul Aziz ’’mengamini’’ konsep pemikir liberal asal Syria Muhammad Syahrur bahwa hubungan seksual nonmarital bukanlah merupakan perbuatan zina. Seturut Syahrur, hubungan seksual di luar nikah baru dikatakan sebagai perbuatan zina jika hal itu dilakukan secara terbuka atau ekshibisi. Sehingga apabila dilakukan di tempat tertutup, perbuatan itu tidak bisa dikatakan sebagai perbuatan zina dan dianggap tidak melanggar syariat Islam.



Disertasi Abdul Aziz tersebut sesungguhnya menyisakan sebuah persoalan besar bagi norma dan hukum Islam. Sebab, penghalalan hubungan intim di luar pernikahan, meskipun dilakukan di tempat tertutup, sangat bertentangan dengan nash Alquran dan Alhadis yang tertera dengan sangat jelas. Ambil misal surah Al Isra: 32 yang artinya: ’’Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.’’ Dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dan Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ’’Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan, melainkan ketiganya adalah setan.’’

Atau, hadis lain yang menyatakan: ’’Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, janganlah sekali-kali menyiramkan air spermanya ke kebun (rahim) saudaranya.’’ (lihat kitab Hikmatul Tasyri’ wal Falsafatuhu). Bahkan lebih gamblang lagi yang tertera pada sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Abi ad-Dunya bahwa Nabi SAW bersabda: ’’Tidak ada dosa yang lebih berat setelah syirik di sisi Allah daripada seorang laki-laki yang menaruh spermanya di dalam rahim wanita yang tidak halal baginya.’’

Alhasil, pengabsahan hubungan intim di luar pernikahan yang dilakukan di tempat tertutup karena dianggap bukan sebagai perbuatan zina merupakan sebuah kesimpulan yang sangat gegabah. Sebab, jumhur ulama telah mendefinisikan zina sebagai tindak hubungan seksual dengan perempuan di luar pernikahan ataupun dengan budak yang di luar kepemilikan.

Saking hati-hatinya para ulama tentang berkhalwatnya lelaki dan perempuan yang bukan mahram, sebagian besar di antara mereka mengharamkannya meskipun itu dilakukan dalam rangka melakukan salat berjamaah berdua. Begitu pun dengan inseminasi untuk bayi tabung bagi perempuan yang spermanya berasal dari orang lain yang bukan suaminya.

Di sisi lain, pengabsahan hubungan seksual nonmarital juga bertentangan dengan kompilasi hukum perkawinan di Indonesia. Sebab, ’’bertemu’’-nya seorang lelaki dan perempuan harus dilakukan dalam ikatan perkawinan. Pada pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan disebutkan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

Terlepas dari sisi substansi, dari sudut akademik disertasi Abdul Aziz juga masih menyisakan sejumlah catatan. Sebuah disertasi dinilai baik dan berkualitas salah satu prasyaratnya jika itu memperoleh rekognisi baik secara nasional dan lebih-lebih secara internasional. Kiranya disertasi Aziz masih jauh dari dua level rekognisi tersebut. Sebab, teori dan konklusi yang diajukannya tidak mendapatkan pengakuan secara nasional, tapi justru ditolak karena dianggap sangat kontroversial dan keluar dari kaidah-kaidah norma syariat Islam.

Terbukti, sebagian besar umat Islam dan beberapa lembaga Islam di Indonesia telah menyatakan penolakannya dan tidak mengakui teori tersebut. Bahkan, rektor UIN Yogyakarta sendiri tidak sepakat jika pemikiran Syahrur dan Abdul Aziz tersebut diterapkan di Indonesia. Kita bisa bayangkan hasilnya, bagaimana jika disertasi tersebut diajukan pada forum pertemuan umat Islam dunia?

Meski demikian, dan publikasi ini yang bermula memunculkan penolakan umat Islam, pada ujian disertasi Abdul Aziz dinyatakan lulus dengan nilai ’’sangat memuaskan’’. Yang perlu diketahui, kategori ini masih berada di bawah cumlaude. Dan nilai sangat memuaskan itu pun bukan merupakan nilai saat ujian terbuka semata, melainkan nilai akumulasi dari nilai ujian proposal disertasi, ujian verifikasi naskah disertasi (atau biasa disebut ujian kelayakan), dan ujian tertutup disertasi. Yang perlu di-stressing ulang, nilai ’’sangat memuaskan’’ itu bukanlah nilai disertasinya semata.

Dalam ujian terbuka atau promosi doktor, seorang mahasiswa bisa dinyatakan lulus meski tak semua isi disertasinya dibenarkan penguji. Mahasiswa tersebut bisa lulus dengan syarat merevisi bagian-bagian disertasi yang dianggap kurang benar, valid, akuntabel, ilmiah, atau pertimbangan lain dewan penguji. Jadi, tak serta-merta jika calon doktor lulus di ujian terbuka, disertasinya bagus, benar, dan bisa diterima semua isinya.

Nah, bagian-bagian disertasi mana saja yang nanti direvisi? Kita berharap penyamaan (metode qiyas) antara konsep Milk al-Yamin di zaman perbudakan dan perempuan merdeka di zaman sekarang bisa direvisi dan lebih diluruskan. Terutama pengabsahan khalwatnya antara seorang lelaki dan perempuan yang bukan mahram –dan apalagi berhubungan seks di dalam tempat tertutup. Sebab, sekali lagi, ini sangat bertentangan dengan nash Alquran dan Alhadis yang sharih. Jika hal ini tak masuk revisian, respons umat Islam dikhawatirkan tak surut dan bahkan akan kian bergejolak.

Seyogianya, memang seorang doktor sebagai penyandang gelar akademik tertinggi mampu menelurkan sebiji berlian buah pikir yang ilmiah, kredibel, akuntabel, serta arif bijaksana dan membawa impact yang positif. Sebab, hal tersebut akan dibaca, dirujuk, dan dijadikan pola berkehidupan masyarakat di Indonesia dan bahkan dunia. Bravo para doktor; You are what you think! (*)


*) Kepala pusat di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya, penguji disertasi di program doktor Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya




Sumber: jawapos.com

Tag: News



ICW: Komitmen Pemberantasan Korupsi Jokowi Dipertanyakan - Gudang Berita Viral ICW: Komitmen Pemberantasan Korupsi Jokowi Dipertanyakan
Selasa, 24 Sep 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
14 Konsesi Perusahaan Malaysia dan Singapura Disegel Terkait Karhutla - Gudang Berita Viral 14 Konsesi Perusahaan Malaysia dan Singapura Disegel Terkait Karhutla
Selasa, 24 Sep 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ada Isu Ernesto Valverde Sudah Kehilangan Kendali Ruang Ganti - Gudang Berita Viral Ada Isu Ernesto Valverde Sudah Kehilangan Kendali Ruang Ganti
Selasa, 24 Sep 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print