Jumat, 22 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 02 Nov 2019, 16:00:09 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Menteri Syahrul: Membangun Sektor Pertanian Tanggung Jawab Semua Pihak - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan Presiden Jokowi memberi perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian dan membangun pertanian yang mampu menyediakan pangan secara nasional dan bahkan dunia. Semangat Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 diharapkan mendorong semua pihak untuk melakukan konsolidasi untuk pengembangan sektor pertanian.

“Kita berharap para gubernur, bupati, dan pemangku kepentingan memiliki cara pandang yang baik dan yang wajib bagi semua pihak untuk memajukan pertanian. Sebab masalah pertanian adalah masalah perut dan pertahanan pangan menyangkut pertahanan negara,” ujar Syahrul dalam sambutan sekaligus membuka Peringatan HPS ke-39 yang dihelat di Puudambu, Kecamatan Angantan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (02/11).



Diingatkan, para gubernur dan bupati tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tapi harus jalan bersama-sama dengan Menteri Pertanian dan para pihak. “Kita tidak boleh membiarkan adanya masalah kelaparan. Ini harus kita tuntaskan secara bersama-sama,” sambung Syahrul.

HPS Ke-39 tahun 2019 bertema internasional “Our Actions Are Our Future. Healthy Diets for a #ZeroHunger World“ dan bertema nasional “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Syahrul menilai tema ini dipilih dengan pertimbangan antara lain bahwa bangsa yang mandiri dan merdeka harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, sehingga Kementan terus bekerja keras dalam menerapkan Teknologi Industri Pertanian untuk mewujudkan peningkatan dan kesejahteraan petani dan pemenuhan lumbung pangan dunia 2045.

Selain itu, Syahrul pun menekankan melalui HPS ini diharapkan dapat membangun pertanian berkelanjutan ramah lingkungan sebagai paradigma pembangunan Pertanian ke depan. Dengan begitu, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan bermutu yang sehat di dalam negeri dan memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Sebagai negara agraris yang memiliki air dan penyinaran matahari yang cukup dan lahan daratan maupun gunung yang luas, sektor pertanian harus maju. Kita buat program Pertanian Masuk Sekolah. Anak-anak sekolah harus memiliki pemahaman pertanian, sehingga keluar dari sekolah minimal memiliki kemampuan memproduksi pangan keluarga,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan di Hari Pangan Sedunia di Kendari, Sabtu (02/11)

Lebih lanjut Syahrul mengatakan potensi yang besar di sektor pertanian adalah modal dasar untuk peningkatan produksi komoditas terutama padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging, gula, buah-buahan dan juga komoditas perkebunan dan peternakan. Tentunya, ia mengajak kepada seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Saya akan bicara dengan Kementerian Desa, Kementerian PUPR dan kementerian lainnya untuk sama-sama memajukan pertanian,” katanya.

Berbicara komoditi pertanian khususnya perkebunan, tentunya tidak akan lepas peran pentingnya dalam perekonomian nasional yaitu sebagai penyumbang devisa negara melalui ekspor produk perkebunan, baik yang masih berupa bahan baku maupun produk olahan. Selain itu, sebagai sumber mata pencaharian utama bagi petani dan penyedia lapangan pekerjaan di sektor hulu hingga hilirnya.

“Kementan memiliki lembaga riset di setiap provinsi. Silahkan pemerintah daerah dan perguruan tinggi bekerja sama melalukan riset dan mengembangkan inovasi pertanian memberikan nilai tambah kemajuan pertanian dan petani itu sendiri,” pintanya.

Senada dengan Syahrul, Gubernur Sulawesi tenggara, Ali Mazi menyatakan Peringatan HPS ke 39 ini harus dapat memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan elemen masyarakat untuk menjaga kedaulatan pangan. Dengan demikian, semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia.

“Potensi pangan di Sulawesi Tenggara menjadi modal penting untuk memajukan daerah dan sekaligus memberikan kontribusi pangan secara nasional. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari Kementan dan kementerian terkait agar menempatkan program-program strategis nasional sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkat perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal FAO, Stephen Rudgard mengapresiasi semangat pemerintah Indonesia melalui Kementan telah mengetahui langkah-langkah yang harus diambil untuk meningkatkan mata pencaharian petani kecil. Selain itu langkah untuk memperkuat ketahanan mereka terhadap guncangan atau bencana dan perbaikan akses terhadap kredit usaha pertanian akan mendorong kaum muda untuk tetap bertani.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan Dekade Pertanian Keluarga pada Mei 2019, dan Indonesia telah menerima ajakan untuk bertindak terkait hal ini. Saya sangat senang melihat komitmen Bapak Menteri terhadap rencana nasional untuk memberdayakan keluarga petani guna menghadapi tantangan di masa depan,” beber Stephen.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Menteri Syahrul: Membangun Sektor Pertanian Tanggung Jawab Semua Pihak

Tag: News



2020, Buku KIR Dilengkapi Chip - Gudang Berita Viral 2020, Buku KIR Dilengkapi Chip
Jumat, 22 Nov 2019, 09:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Respons Anya Geraldine saat Ditanya Perasaan Promo Film Bareng Mantan - Gudang Berita Viral Respons Anya Geraldine saat Ditanya Perasaan Promo Film Bareng Mantan
Jumat, 22 Nov 2019, 09:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Putusan First Travel, Komisi III: Kepastian Hukum yang Abai Keadilan - Gudang Berita Viral Putusan First Travel, Komisi III: Kepastian Hukum yang Abai Keadilan
Jumat, 22 Nov 2019, 09:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print