Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 17:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Menkumham Diminta Jalankan Perintah Presiden untuk Pelajari RUU KPK - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Presiden Joko Widodo telah menerima draf revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) dari DPR RI. Jokowi kemudian meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly untuk mempelajari RUU KPK tersebut.

KPK berharap Menkumham Yasonna Laoly dapat menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk mempelajari draf revisi UU KPK. Lembaga antirasuah juga berharap, perintah itu dapat dijalankan sebaik-baiknya.



“Jangan sampai ada kesimpulan-kesimpulan yang prematur apalagi ada klaim dan tuduhan dari sejumlah politisi seolah-olah Presiden sudah menyetujui RUU KPK inisiatif DPR tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan singkatnya, Senin (9/9).

Febri pun menjelaskan, bahwa hingga saat ini Presiden Jokowi belum menerbitkan atau mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR untuk membahas lebih lanjut RUU KPK. Sejumlah pegiat antikorupsi sebelumnya berharap agar Jokowi tak melakukan itu.

“Apalagi kita tahu RUU yang beredar itu memiliki sejumlah persoalan mendasar,” sesalnya.

Oleh karena itu, mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini meminta Jokowi mempertimbangkan masukan dari sejumlah pihak baik puluhan Guru Besar di Indonesia, ribuan dosen dari berbagai universitas, masyarakat hingga pemuka agama untuk menolak RUU KPK.

“Penolakan publik atas revisi UU KPK tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dari yang kita baca bersama, jika revisi terjadi yang mengandung poin-poin seperti yang dibahas akhir-akhir ini, maka bukan tidak mungkin KPK akan lumpuh dan kemudian mati,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi penolakan revisi UU KPK dan Capim yang bermasalah berujung pada penutupan logo ‘KPK’ di lembaga antirasuah. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan, sebagai pimpinan KPK periode 2015-2019 dirinya tidak ingin ada pihak internal yang ingin melemahkan KPK melalui revisi UU KPK. Terlebih itu datang dari Capim KPK periode 2019-2023.

“Capim yang mendukung revisi saat ini sebaiknya jangan dipilih, siapa itu yang mau memperkuat saya enggak tahu, yang mau memperlemah juga saya enggak tahu. Tapi rekomendasinya tujuan kita hari ini untuk memperkuat, bukan memperlemah,” kata Saut ditemui di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (8/9).

Saut mengimbau agar proses fit and proper test di DPR RI tidak disusupi dengan kepentingan politik. Hal ini agar tidak adanya konflik kepentingan di lembaga antirasuah.

“Tapi lagi-lagi kita dalam posisi, sebaiknya kita mengimbau jangan dipilih atau nanti akan mengalami konflik yang berbeda,” tegasnya.

Kendati demikian, Saut mengharapkan ketika terdapat Capim KPK yang berbeda pandangan dengan lembaga antirasuah maka itu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, setelah nantinya masuk menjadi pimpinan KPK pemikiran berbeda pandangan itu akan lentur dengan sendirinya. Bahkan bisa mengapresiasi kinerja KPK.

“Saya juga dulu pertama ditanya BLBI, saya bilang buktinya kemana? Kan kocar kacir, Century? Buktinya dimana? Saya jawab itu agak sulit. Tapi setelah saya di dalam, oh ternyata keren, lanjut. Kan begitu,” jelas Saut.

Untuk diletahui, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan 10 nama Capim KPK periode 2019-2023 ke DPR RI. Mereka akan menjalani proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di Komisi III DPR RI.

Sepuluh capim yang akan mengikuti fit and proper test tersebut yakni, Alexander Marwata (Komisioner KPK); Firli Bahuri (Anggota Polri); I Nyoman Wara (Auditor BPK); Johanis Tanak (Jaksa); Lili Pintauli Siregar (Advokat); Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen); Nawawi Pomolango (Hakim); Nurul Ghufron (Dosen); Roby Arya (PNS Sekretaris Kabinet); serta Sigit Danang Joyo (PNS).




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Mencalonkan Jadi Ketum PSSI, Rahim Soekasah: Ini Murni Untuk Perbaikan - Gudang Berita Viral Mencalonkan Jadi Ketum PSSI, Rahim Soekasah: Ini Murni Untuk Perbaikan
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Sabri Lamouchi Tak Takut Nama Besar Arsenal - Gudang Berita Viral Sabri Lamouchi Tak Takut Nama Besar Arsenal
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu Rasis hingga Penyusup - Gudang Berita Viral Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu Rasis hingga Penyusup
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print