Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 03 Agu 2019, 07:00:08 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Menkominfo Akui Indonesia Terlambat Soal Aturan Ponsel BM - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Topik soal pemblokiran ponsel atau smartphone black market (BM) masih menjadi perbincangan. Tiga Kementerian yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dijadwalkan bakal meneken aturan soal ponsel BM dan validasi dengan menggunakan IMEI dalam waktu dekat. Aturan ponsel BM dijadwalkan mulai efektif pada awal 2020.

Soal aturan ponsel BM dan validasi menggunakan IMEI, Menkominfo Rudiantara mengakui bahwa Indonesia memang telat dalam aturan tersebut. “Kita bisa dibilang terlambat (aturan ponsel BM) negara lain itu sudah melakukan jauh-jauh hari,” kata Rudiantara di diskusi soal ponsel BM dan validasi IMEI di Jakarta, Jumat (2/8) sore.



Soal aturan ponsel BM di Indonesia dikatakan Rudiantara memang masih panjang. Namun, hal tersebut mesti dilakukan demi mengejar ketertinggalan. Sebab peredaran ponsel BM yang tak terkendali disebut merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang karib disapa Chief RA itu juga menyebut bahwa peredaran ponsel BM yang masif lantaran adanya pasar di Indonesia. “Orang Indonesia lebih suka ponsel BM, mungkin karena banyak uangnya, jadi tidak terlalu consider dengan dengan after sales, jadi kalau rusak sedikit ya sudah ganti saja,” sambungnya.

Lebih lanjut, pemblokiran ponsel BM menggunakan IMEI bawaan ponsel juga akan memberikan keuntungan terhadap masyarakat Indonesia sendiri. Jika masyarakat membeli produk asli yang sah, konsumen akan mendapatkan perlindungan, baik dari segi undangan-undang perlindungan konsumen, jaminan keaslian barang, hingga layanan purna jual.

“Yang akan merasakan pengaruhnya juga masyarakat Indonesia secara umum. Masyarakat saat ini masih kebingungan dengan para penjual perangkat ilegal. Masyarakat diiming-imingi dengan ‘garansi toko’ atau ‘garansi distributor’. Padahal, semua perangkat yang dijual secara resmi seharusnya akan mendapatkan layanan purna jual dari merek yang menjual perangkat tersebut, bukan distributor apalagi toko yang menjual perangkat tersebut,” lanjutnya.

Rudiantara menyebut sebetulnya hal tersebut merupakan gagasan lama. Dia menambahkan adanya aturan tersebut sebenarnya sudah dicita-citakan sejak lama. Namun, karena beberapa hal, realisasinya tak kunjung dilakukan.

“Kalau bicara mengawinkan nomor IMEI dengan nomor telepon, sebenarnya pada 1995 waktu masih ada Satelindo, mereka mensyaratkan, kalau mau pakai layanan Satelindo, konsumen harus beli ponsel di sana. Di sana harus daftar pakai identitas diri seperti KTP, KK, dan sebagainya. Nggak bisa sembarangan,” katanya.

Akan tetapi, Rudiantara menyebut pada waktu itu tujuannya berbeda, yakni lebih menguntungkan operator tersebut dan berujung pada monopoli pasar. Aturan waktu itu konsepnya mirip dengan aturan pomsel BM yang sedang digodok saat ini yakni mengawinkan antara IMEI dengan nomor telepon.

Kini, Indonesia perlu kembali ke tatanan yang lebih baik demi melindungi industri dan pelanggan. Nanti dengan mengawinkan sistemnya secara teknis namanya IMEI itu pakainya ponsel dengan nomor ponsel atau MSSID, tujuannya adalah satu yakni membatasi maraknya barang ilegal dalam hal ini ponsel BM.

“Dengan hal ini kita bisa mitigasi. Kita batasi semaksimal mungkin masuknya barang dari luar ke dalam negeri itu melalui jalur yang ilegal,” tukasnya.

Seperti diketahui, aturan ponsel BM nantinya akan terkait dengan IMEI dan nomor telepon. Jika ponsel yang bersangkutan pada saat aturan akan berlaku nanti tidak memiliki IMEI yang terdaftar, ponsel tersebut tak akan dapat menggunakan layanan seluler dari operator manapun. Aturan ini dikatakan pihak Kemenkominfo bakal berlaku setidaknya Februari 2020.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Diberi Obat Kedaluwarsa, Ibu Hamil Polisikan Puskesmas Kamal Muara - Gudang Berita Viral Diberi Obat Kedaluwarsa, Ibu Hamil Polisikan Puskesmas Kamal Muara
Kamis, 22 Agu 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Terlibat Kasus Pemerkosaan, 4 Remaja Diringkus - Gudang Berita Viral Terlibat Kasus Pemerkosaan, 4 Remaja Diringkus
Kamis, 22 Agu 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
“Si Pink” Bright Gas Ramaikan Festival Kuliner Sukabumi - Gudang Berita Viral “Si Pink” Bright Gas Ramaikan Festival Kuliner Sukabumi
Kamis, 22 Agu 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print