Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 13 Agu 2019, 18:00:09 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Meneliti Efek Kebakaran Hutan Untuk Kesehatan dan Solusi Lahan Gambut - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Isu polusi di perkotaan selama ini didominasi oleh polusi asap kendaraan dan industri. Sementara di wilayah yang masih memiliki hutan, resiko dampak kebakaran hutan dan vegetasi lainnya juga bisa berbahaya bagi paru-paru.

Dalam laman Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) disebutkan, asap kebakaran hutan melepaskan zat pencemar, karbon monoksida, dan oksida nitrogen, sulfur dioksida, dan senyawa organik.



Partikel-partikel udara halus (diameter lebih kecil dari 2,5 μm) berpotensi merugikan kesehatan karena dapat menembus jauh ke dalam paru-paru manusia. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi hubungan antara paparan partikel halus dan ultrafine akibat asap pada penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8), tim peneliti gabungan dari Harvard University yang diketuai Tianjia Liu dan Columbia University dalam artikel jurnal ‘Fires, Smoke Exposure, and Public Health: An Integrative Framework to Maximize Health Benefits from Peatland Restoration’ melakukan permodelan dengan Business as Usual (BAU) dari skenario Land Use dan Land Use Change (LULC). Hasilnya, jika pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak berjalan maksimal, dalam jangka panjang, kematian dini yang ditimbulkan dapat mencapai angka 36 ribu jiwa per tahun.

Ini terjadi di seluruh wilayah terdampak kebakaran hutan selama periode 2020 hingga 2030. Dari angka itu, 92 persen kasus kematian dini diperkirakan akan terjadi di wilayah Indonesia, 7 persen di Malaysia, dan 1 persen di Singapura.

Solusi Lahan Gambut

Menurut para peneliti, pemulihan lahan gambut di Indonesia menjadi prioritas penting karena mampu menyimpan 57 gigaton atau 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan hutan hujan tropis biasa atau tanah yang bermineral. Tim peneliti Harvard dan Columbia University merekomendasikan strategi komprehensif untuk mengurangi kebakaran dengan penekanan di lahan gambut.

“Menghentikan kebakaran di seluruh lahan gambut, akan mengurangi 65 persen emisi akibat kebakaran dan menekan angka kematian dini di Indonesia sebesar 65 persen, 73 persen kematian dini di Malaysia dan 70 persen kematian dini di Singapura,” kata Tianjia Liu.

Tim peneliti mengembangkan aplikasi daring (online) Smoke Policy Tool, dalam menetapkan area prioritas restorasi gambut. Sebelumnya, penetapan wilayah prioritas restorasi gambut hanya dengan menghitung titik api paling banyak. Selanjutnya peneliti akan mengevaluasi upaya tersebut dan dampaknya pada kesehatan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Agustusan dan Multikulturalisme - Gudang Berita Viral Agustusan dan Multikulturalisme
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat - Gudang Berita Viral Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’ - Gudang Berita Viral Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print