Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 09 Okt 2019, 16:00:05 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Mencegah Kemungkaran dengan Kemungkaran yang Sama  - Gudang Berita Viral

PEMBUBARAN atau penghancuran paksa tempat-tempat prostitusi atau lokasi minuman keras kerap terjadi di Indonesia. Biasanya hal ini dilakukan atas nama umat Islam melalui ormas-ormas keagamaan. Alasannya tentu untuk menjalankan amar maruf nahi munkar namun dengan kekuatan tangan (kekerasan red.) apalagi jika diwarnai aksi baku hantam hingga pembakaran. Bagaimana sesungguhnya Islam memandang hal ini? Bolehkah hal itu dilakukan?

Berdasarkan penjelasan dari Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili, ternyata hal ini tidak diperbolehkan. Bahkan ini termasuk kemungkaran tersendiri. Merubah kemungkaran dengan kekuatan tangan merupakan hak Waliyul Amr (umara). Tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang terhadap tempat-tempat maksiat, (yakni) dengan menghancurkan dan membakarnya, atau juga tindakan melampaui batas seseorang dengan melakukan pemukulan, maka ini merupakan kemungkaran tersendiri, dan tidak boleh dilakukan.



Para ulama telah menyebutkan masalah mengingkari dengan kekuatan tangan, merupakan hak penguasa. Yaitu orang-orang yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Barangsiapa melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya.”

Makna kemampuan yang disebutkan dalam hadis ini, bukan seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, yaitu kemampuan fisik untuk memukul atau membunuh. Kalau demikian yang dimaksudkan, maka kita semua dapat memukul. Namun, apakah benar yang dimaksud seperti ini?

Kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan syar’iyah. Yang berhak melakukannya ialah orang yang memiliki kemampuan syar’iyah. Yaitu, pengingkaran terhadap mereka tidak akan menimbulkan kemungkaran lain. Dengan demikian, perbuatan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang, baik dengan memukul atau menghancurkan tempat-tempat maksiat yang dilakukan seperti pada sekarang ini merupakan pelanggaran.

Orang yang melihat kemungkaran atau melihat pelaku kemungkaran, hendaknya melaporkannya kepada polisi, sebagai pihak yang bertanggungjawab, atau para ulama atau para da’i, untuk selanjutnya diserahkan kepada yang memiliki wewenang. Kemudian akan diselidiki, sehingga dapat diatasi dengan cara yang tepat. [Pernyataan Syaikh disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK - Gudang Berita Viral Dua Pegawai BPK Kembalikan Uang Suap Senilai Rp 700 Juta ke KPK
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak - Gudang Berita Viral Larang Demo hingga Pelantikan Jokowi-Ma’Ruf, TNI-Polri Siap Bertindak
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta - Gudang Berita Viral OTT Bupati Indramayu, KPK Turut Amankan Uang Ratusan Juta
Selasa, 15 Okt 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print