Rabu, 21 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 01 Agu 2019, 21:00:09 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Melaju ke Final Hiphop di Amerika, Tiap Hari G-Force Latihan 4-6 Jam - Gudang Berita Viral

UNTUK kali pertama, tim hiphop junior dari Indonesia melaju ke tingkat final dunia dalam kompetisi hiphop bergengsi skala dunia, Hiphop International (HHI). Pekan depan, perjuangan final itu dimulai di Negeri Paman Sam.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya



Tim hiphop junior dari Surabaya, G-Force, sudah siap berjuang habis-habisan. Mereka akan mengerahkan semangat dan mempertontonkan penampilan terbaik dalam kompetisi HHI. Kompetisi yang rencananya digelar pada 5–10 Agustus di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, tersebut diikuti 44 negara. G-Force kali pertama lolos hingga ke final HHI.

Kemarin (31/7) mereka sudah bertolak ke Negeri Paman Sam. Keberhasilan G-Force diawali dengan keikutsertaan tim pada kualifikasi HHI pertama di Jakarta pada 29 Juni. Mereka menempati podium juara I mengalahkan puluhan tim hiphop dari berbagai kota di Indonesia.

Tim G-Force yang diwakili tujuh anak terpilih dari G-Center tersebut memang tidak pernah main-main saat mempersiapkan diri. Mereka berlatih setiap hari selama 4–6 jam. Semua anggota juga mesti cerdik menyiasati waktu supaya sekolah mereka tidak terbengkalai Salah satu cara yang mereka lakukan adalah belajar di mana pun saat ada waktu senggang.Bahkan, di mobil ketika perjalanan latihan, mereka menyempatkan membuat resume saat mau ujian.

Ditemui beberapa waktu lalu di Studio G-Center Lenmarc Mall, tujuh anak itu begitu bersemangat menceritakan persiapan mereka menuju Amerika. Mereka juga sangat senang mengisahkan awal mula kecintaan pada dance atau tarian hiphop. Maryland Megan, misalnya. Dia mengaku tertarik dengan hiphop karena teracuni sang mama. ’’Mamaku nonton dance hiphop di YouTube terus bilang, ’Meg lihatenini lo ada dance kayak robot keren banget’. Terus aku lihat dan langsung suka,” ungkapnya.

Megan, 9, anggota termuda G-Force, memang terbilang sangat lincah. Gerakan badannya sangat cepat saat menari. Dia juga mahir melakukan manuver gerakan dalam sekian detik. ’’Aku kali pertama coba berlatih sendiri di depan kaca. Ternyata, groove-nya uwenak banget. Gerakannya juga kueren pol,’’ tuturnya, lantas disambut tawa teman-temannya.

Beda lagi Shannon Patricia Sugita. Remaja 11 tahun itu awalnya menari balet sejak berusia 6 tahun. Menurut dia, ada nuansa yang jauh berbeda antara balet dan hiphop. Tarian balet mesti tampak anggun dan elegan. Sementara itu, tarian hiphop justru rancak penuh sorak-sorai. Hal tersebut juga dirasakan Feivel Jehniss Aletheia, anggota G-Force lain yang sempat terjun di balet. Dia juga pernah menjajal modern dance, lalu akhirnya berlabuh pada hiphop.

Ada pula yang nyemplung tarian tradisional dulu seperti yang dialami Faustine Delfina. Remaja 12 tahun itu mahir menari remo sebelum mengenal hiphop. Selain itu, ada Michelle Halim, anggota lain. ’’Aku punya turunan emang dari keluarga. Nenekku penari tradisional Tionghoa,’’ ucapnya. Dia pun mempunyai resep agar tetap kuat berlatih. Antara lain, mengonsumsi madu dan pisang. Menurut dia, itu ampuh sebagai vitamin sekaligus booster stamina.

’’Aku bawa pisang hampir setiap hari. Di kulkas juga selalu disediakan sama mamaku,’’ katanya. Menjelang kompetisi apa pun, anggota G-Force memang digenjot secara fisik maupun mental. Mereka berlatih sangat intens. Bahkan, mereka juga berlatih hardcore untuk menunjang pernapasan, ketahanan, keseimbangan, dan stamina. Mereka sadar betul persaingan nanti pasti sangat berat.

Hal itu berkaca dari kualifikasi di Jakarta. Jolene Angela dan Vienna Zephania Ong yang juga tim G-Force mengungkapkan, saat itu saja mereka harus melawan tim-tim hebat dari penjuru Nusantara. Lawan mereka kaya atraksi akrobatik dan mempunyai banyak elemen gerakan yang mengejutkan. Kompetisi tersebut dinilai tujuh juri yang merupakan penari-penari terbaik dunia. Ada yang berasal dari Australia, Filipina, dan Korea. Karena itu, mereka tidak ingin setengah-setengah saat berkompetisi di Amerika nanti.

Hengky Edo, atlet dancesport sekaligus pendamping G-Force, menuturkan bahwa HHI merupakan salah satu tolak ukur bagi penari dunia dalam mengejar prestasi. ’’Di hiphop, tolak ukur kompetisi tertinggi itu HHI dan World of Dance,’’ jelasnya. Tim G-Force pun ingin menorehkan pencapaian tersebut sebagai kebanggaan sekaligus bekal prestasi di masa depan. ’’Kalau kata Miss Brigita, coach kami, no pain no gain no complain. Memang harus di-push biar hasilnya maksimal,’’ ucap Feivel. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Situasi Sudah Kondusif, Titik Vital Papua Barat Masih Dijaga Ketat - Gudang Berita Viral Situasi Sudah Kondusif, Titik Vital Papua Barat Masih Dijaga Ketat
Rabu, 21 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ujian Tulis Berbasis Komputer Maju, Siswa Bisa Stres - Gudang Berita Viral Ujian Tulis Berbasis Komputer Maju, Siswa Bisa Stres
Rabu, 21 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tambah Cash Flow, BUMN Bakal Jual Sepuluh Ruas Tol Tahun Ini - Gudang Berita Viral Tambah Cash Flow, BUMN Bakal Jual Sepuluh Ruas Tol Tahun Ini
Rabu, 21 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print