Minggu, 22 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 17:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Marzuqi Kena 3 Tahun, Hakim Penerima Suap Diganjar Hukuman Lebih Berat - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Bupati Jepara nonaktif Ahmad Marzuqi divonis tiga tahun penjara dan denda senilai Rp 400 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia dinilai bersalah dan terbukti menyuap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang nonaktif Lasito untuk permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka dalam kasus dana bantuan politik PPP tahun 2011 dan 2012. Hal ini terungkap dalam sidang beragendakan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (03/09).

Sementara itu, Lasito divonis lebih berat daripada Marzuqi. Yakni empat tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider hukuman pidana kurungan selama tiga bulan. Vonis ini dibacakan secara terpisah oleh majelis hakim yang dipimpin Aloysisius Priharnoto Bayuaji didampingi dua hakim anggota Dr Robert Pasaribu dan Widji Pramajati.



Dalam amarnya, hakim Aloysisius Priharnoto Bayuaji menyatakan, Ahmad Marzuqi dinilai bersalah dan terbukti menyuap Lasito untuk permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka dalam kasus dana bantuan politik PPP tahun 2011 dan 2012. Majelis juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya.

Vonis Marzuqi dan Lasito lebih ringan dari tuntutan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara. Sedangkan Lasito dituntut hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 700 juta subsider enam bulan kurungan.

Marzuki dianggap melanggar Pasal 6 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Lasito terbukti melanggar Pasal 12 Huruf c Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

”Menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,”kata Aloysisius dalam amarnya seperti dikutip Jawa Pos Radar Kudus.

Majelis hakim sendiri tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar dalam diri Lasito. Maka terdakwa harus dijatuhi pidana penjara dan denda. Adapun salah satu pertimbangannya, disebutkan majelis adalah hal yang memberatkan. Di mana perbuatan terdakwa bertentangan dengan pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan perbuatan terdakwa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengadilan.

Kemudian hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, terdakwa mengakui perbuatannya, dan terdakwa telah mengembalikan uang Rp 350 juta serta belum pernah dihukum sebelumnya. ”Hukuman yang dikenakan terdakwa bukanlah upaya balas dendam pengadilan terhadap terdakwa, akan tetapi memberikan pembinaan terhadap terdakwa,” sebut majelis.

Majelis hakim juga menolak menetapkan terdakwa sebagai justice collaborator (JC). Hal ini dikarenakan Lasito sebagai pelaku utama dalam perkara tersebut. Dengan demikian, terdakwa dianggap tak pantas mendapat JC, sehingga harus ditolak. Sedangkan terkait pembelaan Lasito yang menyatakan mantan Ketua Pengadilan Semarang Purwono Edi Santosa bersama dengan terdakwa menerima uang suap dari Ahmad Marzuqi. Menurut majelis hal itu, di dalam dakwaan JPU tidak memunculkan Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. ”Sehingga majelis hakim tidak mempertimbangkan unsur penyertaan,” kata hakim.

Majelis juga tidak menerima permintaan terdakwa agar dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendal. Dengan alasan karena memenjarakan terdakwa di Kendal bukan kewenangan majelis hakim.

Menanggapi putusan majelis hakim, Lasito mempertanyakan kenapa hanya dirinya saja yang harus menerima hukuman sendiri. Mestinya orang yang terkait pada kasus tersebut juga diberi hukuman. ”Saya tidak upaya lagi. Tapi kewenangan penyidik untuk melakukan tindakan selanjutnya,” katanya.

Ia merasa dalam penanganan kasus itu tidak adil, karena hanya dirinya yang diberikan hukuman. Namun demikian, dia cukup puas dan menerima atas vonis hakim yang lebih rendah dari tuntutan jaksa penutut umum selama lima tahun penjara. ”Saya tetap konsekuen dengan apa yang saya ucapkan di persidangan. Tapi saya menerima putusan, karena saya mengaku bersalah dan itu risiko kesalahan saya,” ungkapnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Erick Thohir Naksir Persis Solo - Gudang Berita Viral Erick Thohir Naksir Persis Solo
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Chelsea vs Liverpool: Pemain Buangan Bisa Menjadi Pembeda - Gudang Berita Viral Chelsea vs Liverpool: Pemain Buangan Bisa Menjadi Pembeda
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Hamilton Terkejut Dengan Performa Ferrari yang Luar Biasa di Singapura - Gudang Berita Viral Hamilton Terkejut Dengan Performa Ferrari yang Luar Biasa di Singapura
Minggu, 22 Sep 2019, 15:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print