Senin, 14 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 27 Sep 2019, 21:00:08 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
Mantan Presiden Prancis yang Berjuluk Chameleon Bonaparte Tutup Usia - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Mantan Presiden Prancis, Jacques Chirac, meninggal dunia pada usia 86 tahun, Kamis (26/9) waktu setempat. Chirac semasa hidupnya menjadi Presiden Prancis dalam dua periode yakni pada 1995 hingga 2007. Chirac juga sempat dua periode menjadi Perdana Menteri Prancis yakni pada 1974-1976 dan 1986-1988.

Chirac yang lahir pada 29 November 1932 dan bernama lengkap Jacques Rene Chirac, juga lama menjadi Wali Kota Paris. Mendiang memimpin Kota Paris selama 18 tahun yakni pada 1977 hingga 1995.



Meninggalnya Chirac disampaikan oleh pihak keluarga. Kesehatan Chirac memang menurun usai tak lagi menjadi presiden. Pengganti Chirac adalah Nicolas Sarkozy. “Beliau meninggal dunia dengan damai dan dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya,” ungkap menantunya, Frederic Salat-Baroux, dilansir dari Reuters.

Energik, menarik, dan bersemangat. Gambaran untuk sosok Chirac semasa hidup. Dia telah menjadi politikus terkenal Prancis selama hampir setengah abad dan memiliki hubungan yang sangat baik dan akrab dengan setiap pemimpin dunia sejak Leonid Brezhnev memerintah Uni Soviet. Kabar meninggalnya dia pun membuat sejumlah tokoh terkejut.

Presiden Komisi Eropa dan mantan Perdana Menteri Luksemburg, Jean-Claude Juncker, mengaku sedih dan lemas mengetahui kabar meninggalnya Chirac. “Eropa tidak hanya kehilangan negarawan besar, tapi juga kehilangan teman baik,” sebut juru bicara Komisi Eropa, Mina Andreeva mengutip pernyataan Juncker.

Juncker, seperti disampaikan Mina, ingin membalas budi dan menghormati pekerjaan indah Chirac dan warisannya untuk Prancis serta Uni Eropa. Dia yakin jasa-jasanya akan terus dikenang.

Warga Prancis memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Jacques Chirac di Elysee, Paris, Jumat (27/9) (DOMINIQUE FAGET / AFP)

Tokoh Populer
Selama 12 tahun menjabat sebagai presiden, Chirac mengakhiri adanya wajib militer, berdiri teguh melawan sayap kanan yang semakin populer dan merupakan presiden pertama yang mengakui bahwa rezim Vichy Prancis telah membantu Nazi dalam Perang Dunia II. Pada 1995, dia meminta maaf kepada semua petugas polisi dan pegawai negeri Perancis yang bertugas selama Perang Dunia II. Saat itu, sebelum dirinya menjadi presiden, kebijakan pemerintah Prancis adalah tidak memikul tanggung jawab dan semua kesalahan ditujukan pada pemerintah.

“Prancis, pada hari itu, melakukan tindakan yang tidak dapat diperbaiki. Mereka gagal menepati janjinya dan mengantarkan mereka di bawah algojo kematian,” kata Chirac pada saat itu.

Meskipun mengalami banyak pasang surut dalam karirnya, Chirac tetap menjadi tokoh populer dengan dilandasi kasih sayang yang kuat. “Untuk orang-orang Prancis seusia saya, dia selalu bersama kami,” kata Jacques Reland dari Global Policy Institute. “Dia memulai karirnya di bawah Jenderal De Gaulle dan berakhir sebagai presiden,” imbuhnya.

“Dalam benak orang-orang Prancis, dia akan dikenang sebagai orang yang menentang perang Irak. Kami berterima kasih sekali. Terlebih saat itu pihak kiri dan kanan telah berdiri untuk George W Bush pada waktu itu. Tapi, Chirac tegas menentang perang Irak,” beber Reland.

Chameleon Bonaparte
Selain menentang perang Irak pada 2003, Chirac juga memainkan peran penting dalam mengakhiri perang di Yugoslavia pada 1990-an. Lantaran menentang Bush dalam agresi militer ke Irak, Chirac menjadi populer di negara-negara Arab.

Dalam karir politiknya, Chirac kerap membuat sejumlah kebijakan. Hal itu membuatnya mendapat banyak julukan. Yakni mulai dari Chameleon Bonaparte atau La Girouette (baling-baling cuaca) karena kecenderungannya untuk beralih pihak dalam suatu masalah.

Chirac juga memiliki panggilan “Houdini” yang merujuk pada Harry Houdini, seorang pesulap legendaris. Dalam aksinya, Houdini terkenal mampu melepaskan diri dari keadaan terjepit alias lolos dari maut. Hal itu sangat pas untuk kehidupan Chirac karena berhasil lolos dari hukuman berat meski ada dugaan penyalahgunaan keuangan.

Seperti diketahui, Chirac dinyatakan bersalah pada Desember 2012 karena menyalahgunakan dana publik saat menjabat sebagai wali kota Paris. Vonis itu menjadikannya sebagai kepala negara pertama yang dijatuhi hukuman sejak kolaborator Nazi Marshal Philippe Petain pada 1945. Hanya saja, Chirac tidak menjalani hukuman penjara dan citranya juga tidak rusak. Berdasar itulah Chirac lantas mendapat panggilan Houdini.

Hal yang membuat Chirac mendapat julukan Chameleon Bonaparte alias Bunglon Bonaparte adalah, dia dalam suatu kesempatan sangat menentang Uni Eropa. Namun, dia kemudian mendukungnya. Dengan cara yang sama, dia beralih dari memperjuangkan ekonomi pasar bebas gaya AS dan mengikutinya dengan mempromosikan proteksionisme.

Wafatnya Chirac juga meninggalkan duka mendalam bagi dua presiden penggantinya. Nicolas Sarkozy mengatakan “bagian dari hidup saya telah hilang”. Sementara Francois Hollande menyebut “Prancis kehilangan seorang negarawan”.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Prakiraan Cuaca Ibu kota Awal Pekan Ini  - Gudang Berita Viral Prakiraan Cuaca Ibu kota Awal Pekan Ini
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao  - Gudang Berita Viral Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati  - Gudang Berita Viral Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print