Kamis, 17 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 03 Okt 2019, 08:00:07 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
Malam dan Tjanting, Kolosal untuk Hari Batik - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Lantunan musik bergema indah mengiringi gerakan penari kolosal. Kain batik melambai seiring gerakan para penari. Itulah bagian dari gerakan tari dalam penampilan drama musikal dengan judul ‘Malam dan Tjanting’.

Tarian kolosal itu ditampilkan oleh para penari yang berasal dari berbagai daerah di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (2/10) malam.



Drama musikal ‘Malam dan Tjanting’ itu diambil dari kisah pembatik yang dikemas menarik agar mudah dipahami oleh masyarakat umum, khususnya kaum milenial. Drama musikal itu menceritakan perjuangan Malam dan Tjanting dalam menghadapi Tuan Print yang dimainkan oleh Sanggar Aditya serta diiringi musik Dwiki Dharmawan.

Acara ini merupakan inisiatif dari komunitas pecinta batik Aruna Tjakra Kinarya, Penida Wastra Persada, dan Yayasan Tjanting Batik Nusantara. “Batik bukan hanya selembar kain untuk busana, melainkan budaya, identitas dan, jati diri bangsa Indonesia,” kata Chuzazi, pelestari pembuat canting asal Pekalongan, Jawa Tengah.

Kegiatan itu sengaja digelar dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional 2019 yang mengangkat tema ‘Batik Khazanah Peradaban’. Batik juga merupakan bentuk akulturasi budaya, seperti menemukan unsur budaya India, Arab, Eropa, atau Tiongkok dalam motif-motif batik. “Mencanting selalu diawali dengan menitik, goresan canting selalu bergerak maju,” imbuh Chuzazi.

Pernyataan itu merupakan simbol bahwa batik selalu dapat bergerak seiring perkembangan zaman. Batik membutuhkan perhatian dan kehadiran serta dukungan dari semua pihak, khususnya bagi regenerasi pengrajin batik itu sendiri.

Direktur Warisan Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly menyebut, batik memiliki peranan penting sepanjang perjalanan hidup bagi masyarakat. Mulai dari saat kehamilan, persalinan, merawat anak, kehidupan sehari, pernikahan, hingga kematian.

“Pada saat kehamilan, sang ibu mengenakan kain batik dengan motif berbeda untuk ritual misani (sebulan), mindoni (dua bulan), neloni (tiga bulan), hingga mitoni (tujuh bulan),” kata Nadjamuddin Ramly.

Saat sang anak lahir, kain batik digunakan untuk membebat serta untuk menggendong anak. Kain batik dengan motif berbeda akan digunakan pada ritual inisiasi anak laki-laki berupa khitanan.

Begitu pula pada ritual pernikahan, salah satunya adalah kain batik motif sidoasih yang bermakna agar pasangan pengantin dilimpahi kasih sayang dan kebahagiaan selama hidup berumah tangga.

Saat kematian, beberapa motif batik yang digunakan melambangkan duka cita, seperti motif slobog/slobok yang berarti longgar, dimaksudkan untuk doa agar arwah seseorang yang meninggal diberi kelonggaran dan ampunan serta dilapangkan kuburnya.

Nadjamuddin mengatakan, batik merupakan suatu proses, memiliki nilai lebih dari selembar kain bermotif. Kain batik menjadi sarana manifestasi dari kesabaran, ketekunan, ketelitian, serta falsafah hidup pembuat batik.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Inilah Pemicu Kenaikan Harga Emas Berjangka  - Gudang Berita Viral Inilah Pemicu Kenaikan Harga Emas Berjangka
Kamis, 17 Okt 2019, 07:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Harga Minyak Mentah Bisa Naik 1%  - Gudang Berita Viral Harga Minyak Mentah Bisa Naik 1%
Kamis, 17 Okt 2019, 07:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi  - Gudang Berita Viral Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi
Kamis, 17 Okt 2019, 07:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print