Minggu, 17 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 07 Nov 2019, 17:00:19 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Love For Sale 2: Sekuel Bagus, Tapi Sayang Kurang Fokus - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Mengembangkan sekuel sebuah film yang meraih kesuksesan memang bukan pekerjaan yang mudah bagi para sineas. Tidak jarang kehadiran sekuel sebuah film bermuara pada kekecewaan penonton lantaran kualitasnya tidak sebagus film pertama. Mungkin, hal ini yang terjadi pada Love for Sale 2.

Sesuai judulnya, film ini merupakan lanjutan dari Love for Sale yang rilis pada 2018 tahun lalu. Seperti yang sudah diketahui, film yang dibintangi Gading Marten dan pendatang baru berbakat Della Dartyan itu mendulang banyak pujian dan menyabet beberapa penghargaan bergengsi. Gading bahkan dianugerahi Piala Citra untuk kategori aktor terbaik.



Dengan kesuksesan Love for Sale, adalah hal yang sangat lumrah bagi sutradara Andibachtiar Yusuf untuk menggarap sekuelnya. Apalagi, Love for Sale berakhir dengan ending yang sangat menggantung.

Penayangan film Love for Sale 2 memang sudah ditunggu-tunggu oleh para pecinta film yang sangat menikmati film pertamanya. Seperti yang mungkin dikhawatirkan banyak orang, Love for Sale 2 harus diakui tidak bisa menghadirkan sensasi campur aduk yang membuncah seperti prekuelnya.

Love for Sale 2 masih mengisahkan petualangan Arini (Della Dartyan) sebagai pacar bayaran. Setelah menghilang meninggalkan Richard Ahmad (Gading Marten) di film pertama, takdir membawa Arini bertemu dengan klien berikutnya, Ican (Adipati Dolken).

Ican adalah seorang pemuda Minang yang sedang dirongrong menikah oleh ibunya, Rosmaidah (Ratna Riantiarno). Karena sudah lelah dan cukup frustrasi, Ican akhirnya menghubungi biro percintaan Love Inc. untuk menyewa seorang pacar fiktif.

Demi menyenangkan hati Rosmaidah, Ican meng-order pacar bayaran yang bisa berakting menjadi orang Minang dan taat beribadah. Sehari setelah pemesanan, sosok Arini pun muncul di depan pintu rumah keluarga Ican. Jika pada film pertama Arini memakai nama Arini Kusuma, di film kedua ini ia bersandiwara menjadi Arini Chaniago.

Tak butuh waktu lama untuk Arini untuk mengambil hati Rosmaidah. Kehadiran Arini ibarat sebuah oasis di tengah padang gurun kehidupan yang penuh dengan kekhawatiran akan Ican dan dua saudara kandungnya, yakni Buncun (Bastian Steel) si bungsu pecandu narkoba yang ditinggal pergi istrinya, dan Ndoy (Ariyo Wahab) si sulung yang menikah dengan seorang janda.

Pesona Arini pun juga membuat para ibu-ibu pengajian di kompleks tempat Ican tinggal menerimanya dengan tangan terbuka. Tentunya, Arini juga sukses membuat Ican jatuh hati padanya.

Meski tidak sebagus film pertamanya, tentu tidak adil jika menilai Love for Sale 2 bukanlah film yang bagus. Para aktor dan aktris yang berkecimpung di dalamnya sukses memainkan lakon mereka masing-masing dengan sangat baik. Akting Ratna Riantiarno sebagai Rosmaidah juga sangat layak diacungi jempol dalam film ini.

Sayang, romansa antara Ican dan Arini yang semestinya menjadi fokus utama film ini sedikit terganggu dengan banyaknya polemik rumah tangga yang ada. Pendalaman karakter Arini dalam film ini juga tidak bisa tergali dengan baik karena penonton diajak untuk memahami seluk beluk masalah yang dihadapi Rosmaidah dan dua saudara kandung Ican.

Adegan romantis antara Ican dan Arini pun bahkan baru disuguhkan pada pertengahan film. Ini sangat berbeda dari film pertama di mana interaksi antara Arini dan Richard dilakukan dengan begitu intens dan apik.

Hal lain yang mungkin patut disesalkan adalah ending yang sangat mudah ditebak. Sama sekali tidak ada elemen kejutan dalam film ini, kecuali potongan adegan terakhir di sela-sela credit scene penghujung film.

Sama seperti Love for Sale, Love for Sale 2 berakhir dengan menyisakan tanda tanya besar tentang identitas asli Arini dan biro percintaan Love Inc. tempat ia bekerja. Hal ini mungkin akan terjawab di film ketiga Love for Sale yang, semoga, bisa digarap dengan lebih bagus dari dua film pendahulunya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Love For Sale 2: Sekuel Bagus, Tapi Sayang Kurang Fokus

Tag: News



Solar Langka, YLKI Soroti Sistem Distribusi BBM Bersubsidi - Gudang Berita Viral Solar Langka, YLKI Soroti Sistem Distribusi BBM Bersubsidi
Minggu, 17 Nov 2019, 12:00:18 WIB, Dibaca : 0 Kali
Aji Santoso: Tujuh Pertandingan Terakhir Adalah Final bagi Persebaya - Gudang Berita Viral Aji Santoso: Tujuh Pertandingan Terakhir Adalah Final bagi Persebaya
Minggu, 17 Nov 2019, 12:00:18 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ekonomi dan Macet, Cianjur Tagih Jalur Puncak II  - Gudang Berita Viral Ekonomi dan Macet, Cianjur Tagih Jalur Puncak II
Minggu, 17 Nov 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print