Minggu, 25 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 05 Agu 2019, 16:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Latihan Superkeras Ala Pelatih Indonesia Bawa India Mencatat Sejarah - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-India membuat kejutan dalam Thailand Open 2019. Mereka merebut satu gelar lewat pasangan ganda putra Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Itu rekor. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, pasangan ganda India menjuarai turnamen level super 500 atau lebih.

Hebatnya lagi, gelar kemarin diraih setelah mengalahkan juara dunia, Li Junhui/Liu Yuchen!



Ya, pasangan Tiongkok berjuluk Duo Menara tersebut dihajar dalam rubber game yang berakhir 21-19, 18-21, 21-18. Padahal, mereka bukan pemain unggulan. Itu juga final perdana mereka di super 500. Tidak heran kalau pasangan muda tersebut sangat bahagia.

Setelah pukulan Rankireddy masuk, dia dan Shetty langsung menjatuhkan diri ke lapangan. Diserbu sang pelatih, Dwi Kristiawan. Mereka sampai lupa bersalaman dengan umpire.

Shetty tidak percaya bisa mengalahkan juara dunia. Dia menyatakan bahwa pertahanan lawan sangat bagus. Namun, sebagai underdog, mereka tampil lepas tanpa beban. ’’Ini final pertama kami. Lawan kami adalah juara dunia. Mereka sudah biasa tampil dalam final,’’ tutur Shetty kepada Indian Today. ’’Tapi, waktu masuk lapangan, kami cukup santai. Tidak tertekan,’’ ucapnya.

Perjalanan pasangan tersebut memang tidak begitu mulus. Dalam fase kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, mereka justru kehilangan pelatih Tan Kim Her para Maret lalu. Padahal, pelatih asal Malaysia itu dikontrak sampai seusai Olimpiade.

Sebagai ganti, masuklah dua pelatih asal Indonesia. Yakni, Flandy Limpele dan Namrih Suroto. Dwi juga masuk dalam timnas India.

Rankireddy dan Shetty menyatakan, metode pelatihan ala Indonesia sangat keras. Fisik mereka dipoles habis-habisan. ’’Sesi latihan kami lebih panjang dan intens dari semua yang pernah kami alami,’’ ungkap Rankireddy kepada ESPN. ’’Kami lebih banyak lari, lebih banyak memukul (shuttlecock). Sebulan pertama, kami punya sesi lari dua atau tiga kali sepekan,’’ tambahnya.

Mereka tidak pernah berlatih sekeras itu sebelumnya. ’’Kami lebih banyak latihan di lapangan saja. Sekarang kami harus melakukan sprint 400 meter selama 45 menit,’’ curhat Shetty.

Flandy, cerita dia, juga sangat disiplin. Sulit diajak kompromi. Dengan pelatih sebelumnya, dia atau Rankireddy bisa saja mengeluh sakit dan diizinkan istirahat. Kini, dengan Flandy, mereka tidak lagi bisa seenaknya bolos. ’’Sekarang, kalau sakit, kami tetap disuruh lari sampai kram dan jatuh-jatuh di lapangan,’’ paparnya.

Namun, kini mereka tidak mengeluh lagi. Segala kerja keras di bawah asuhan Flandy, Namrih, dan Dwi telah terbayar lunas. Fisik mereka telah meningkat pesat sehingga tak takut lagi bermain dalam tiga game. ’’Di perempat final Jumat lalu, kami main selama sejam, tapi tidak capek-capek amat,’’ ujarnya riang.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Ada Kolam Berendam Air Panas di Ruang Ganti Pemain Stadion Manahan - Gudang Berita Viral Ada Kolam Berendam Air Panas di Ruang Ganti Pemain Stadion Manahan
Minggu, 25 Agu 2019, 21:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Kawasan Kerajaan Islam Bubohu - Gudang Berita Viral MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Kawasan Kerajaan Islam Bubohu
Minggu, 25 Agu 2019, 21:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Untuk Kali Pertama dalam Sejarah, Australia Menghajar Amerika Serikat - Gudang Berita Viral Untuk Kali Pertama dalam Sejarah, Australia Menghajar Amerika Serikat
Minggu, 25 Agu 2019, 21:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print