Minggu, 22 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 11 Sep 2019, 17:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Laporan Khusus Olahraga Indonesia dan Dukungan Perusahaan Rokok (1) - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-Industri olahraga membutuhkan dukungan sponsor superkuat. Salah satunya, pabrik rokok. Itu fakta. Ada banyak contoh klub yang ditinggalkan perusahaan rokok dan mereka benar-benar bubar. Dampaknya langsung terasa terhadap prestasi Indonesia di multievent.

Sudah sebelas tahun berlalu. Tetapi, gurat kesedihan dan isak tangis para pemain PTM Surya Gudang Garam Kediri masih tergambar jelas di benak Putri Hasibuan.

Saat itu pimpinan PTM Surya Diana Wuisan mengumumkan pembubaran klub. Ya, pada 13 Oktober 2008, klub tenis meja yang didirikan pada 1984 itu ditutup. Padahal, yang berlatih di sana bukan hanya pemain klub. Bahkan, latihan timnas dipusatkan di sana.



PTM Surya bubar karena keputusan manajemen Gudang Garam menarik pembiayaan terhadap tenis meja. Itu dilakukan setelah sang bos besar, Rahman Halim, meninggal dunia pada 27 Juli 2008. Bos baru, saudara Rahman, Juni Setyawati, memangkas berbagai pos pengeluaran pabrik. Termasuk untuk klub-klub olahraga. Setelah PTM Surya, klub basket mereka, Halim Kediri, juga bubar.

’’Waduh, perasaan waktu itu nggak keruan. Kasihan banget anak-anak, kecewa sekali,’’ kenang Putri saat ditemui kemarin. ’’Buat yang sudah kelas nasional, kemungkinan nggak terlalu khawatir. Tapi, mereka yang masih dalam tahap pembinaan seperti kehilangan harapan. Kayak percaya nggak percaya gitu,’’ lanjut Putri, yang saat itu menjadi pelatih.

Perempuan asal Lampung itu teringat akan kebahagian tidak terkira ketika kali pertama menginjakkan kaki di PTM Surya pada 1988. Usianya saat itu masih 13 tahun. Tetapi, jalan dia menjadi atlet nasional terbuka lebar. Saat itu hampir seluruh petenis meja Indonesia lahir dari klub tersebut. Juara-juara nasional juga didominasi pemain PTM Surya.

Di sana seluruh kebutuhan dia dijamin. Mulai yang dasar, seperti makan, minum, dan tempat tinggal, hingga latihan dengan pelatih asal Tiongkok. Dia dan teman-teman rutin dikirim bertanding ke luar negeri. Diberi uang saku. Disekolahkan pula. Fasilitas pendidikan gratis hingga jenjang S-1 bisa dinikmati.

Gudang Garam memang total membina tenis meja. Saat ditutup pada 2008, manajemen menggelontorkan dana sekitar Rp 3 miliar per tahun. Hasilnya sangat nyata. Kita punya pemain-pemain hebat. Selain Putri, ada Lingling Agustine (7 emas SEA Games), Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar (13 emas SEA Games), David Jacob (kini bermain para-tenis meja).

Dari generasi yang lebih baru, ada Silir Rovani, Christine Ferliana, serta Ficky Supit Santoso. Christine yang bergabung dengan PTM Surya pada 1994 sangat antusias jika diajak ngobrol soal klub tersebut. ’’Di sana pembinaannya bagus banget. Waktu itu terbesar se-Asia Tenggara,’’ kenang perempuan kelahiran 13 Februari 1982 itu. ’’Dapat gaji juga. Kalau menang turnamen, hadiahnya ya buat kami sendiri,’’ tuturnya.

Untuk masuk PTM Surya, atlet muda harus melalui seleksi ketat. Mereka dipantau lewat pertandingan. Jika sudah masuk, atlet tidak boleh santai. Jika tidak berprestasi, siap-siap saja didegradasi. ’’Dulu latihan mati-matian biar nggak kena degradasi. Apalagi, tiap tahun pasti Gudang Garam masukin atlet baru. Jadi harus bisa bersaing,’’ ungkap Silir saat dihubungi secara terpisah.

Putri mengakui, tempat latihan mereka berada di tengah-tengah pabrik rokok. Tetapi, itu tidak membuat mereka otomatis terpapar produk rokok. ’’Kami nggak boleh merokok, itu sudah pasti. Kalau sampai merokok, bakal ada sanksi. Lagian, dibedakan juga antara rokok dan pembinaan. Kami atlet butuh fisik yang kuat dan fit, sudah tidak mungkin (merokok),’’ ujar Putri.

Dampak bubarnya PTM Surya langsung terasa. Sejak SEA Games 2009, Indonesia tidak pernah lagi meraih emas dari cabor tenis meja.

Bahkan, pada SEA Games 2013 di Myanmar, cabor tersebut sama sekali tidak menghasilkan medali!

Saat ini pengelolaan tenis meja malah makin kacau, dengan terjadinya dualisme kepemimpinan PB PTMSI. Hal itu mengakibatkan dana pelatnas dari Kemenpora menjadi tidak cair.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Memakan Daging atau Ikan Bakar Ternyata Bisa Tingkatkan Darah Tinggi - Gudang Berita Viral Memakan Daging atau Ikan Bakar Ternyata Bisa Tingkatkan Darah Tinggi
Minggu, 22 Sep 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Final Keempat Minions vs Daddies di 2019 - Gudang Berita Viral Final Keempat Minions vs Daddies di 2019
Minggu, 22 Sep 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Sebulan, Bobot Bayi Pasangan Fitriani-Bono Lompat Jadi 15 Kg - Gudang Berita Viral Sebulan, Bobot Bayi Pasangan Fitriani-Bono Lompat Jadi 15 Kg
Minggu, 22 Sep 2019, 12:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print