Senin, 21 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 09 Okt 2019, 15:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Lagi, Miryam Mengaku Lupa dan Bantah Bahas e-KTP dengan Markus Nari - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Terpidana memberikan keterangan palsu dalam persidangan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Miryam S Haryani mengaku pernah melakukan pertemuan dengan politisi Golkar Markus Nari. Namun, dia menampik pertemuan itu berkaitan dengan proses penyidikan kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Saat memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa Markus Nari di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Miryam menceritakan pertemuannya dengan Markus sekadar meminta bantuan membuat desain dan rancangan untuk kantor dan usaha Miryam di Mampang, Jakarta Selatan.



Sepengetahuan Miryam, Markus memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil, sehingga dirasa cocok dimintai referensi. Jaksa KPK kemudian mengonfirmasi waktu pertemuan apakah dilakukan sebelum atau sesudah Miryam memberikan keterangan saksi di persidangan Irman dan Sugiharto, terpidana korupsi e-KTP. Namun, bekas politikus Hanura itu mengaku lupa

“Kedatangan terdakwa (Markus Nari) itu sebelum atau sesudah (Miryam) jadi saksi Irman?” tanya jaksa, Selasa (9/10).

“Lupa,” jawab singkat Miryam.

Jawaban serupa diucapkan Miryam saat jaksa penuntut umum menanyakan apakah pernah bertemu Markus di kantor advokat Elza Syarief. Miryam tak menampik sering mendatangi kantor Elza, hanya saja ia mengaku lupa ada tidaknya Markus di sana.

“Lupa,” ujarnya.

Diketahui, Markus Nari didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Jaksa KPK menyebut Markus sengaja mencegah atau merintangi pemeriksaan di sidang terhadap Miryam S Haryani yang saat itu berstatus sebagai saksi dan Sugiharto yang kala itu berstatus sebagai terdakwa.

Selain itu, Markus didakwa memperkaya diri sendiri USD 1.400.000 dari proyek e-KTP. Perbuatan Markus juga memperkaya orang lain dan korporasi, akibatnya, negara mengalami kerugian Rp 2,3 triliun dari perbuatan Markus.

Sementara itu, Miryam telah berkekuatan hukum tetap sebagai terpidana karena dinilai terbukti memberikan keterangan palsi selama proses persidangan. Miryam mencabut keterangannya yang tertuang dalam BAP dengan alasan adanya tekanan dari penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kini, Miryam tengah menjalani masa hukumannya penjara selama 5 tahun di Lapas Perempuan Klas IIA Pondok Bambu.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Mahfud MD: Saya Tidak Perlu Nawar, Jokowi Tahu yang Cocok - Gudang Berita Viral Mahfud MD: Saya Tidak Perlu Nawar, Jokowi Tahu yang Cocok
Senin, 21 Okt 2019, 13:00:14 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jadi Calon Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek - Gudang Berita Viral Jadi Calon Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek
Senin, 21 Okt 2019, 13:00:14 WIB, Dibaca : 0 Kali
Mengenal Aries Susanti, Pemecah Rekor Dunia Panjat Tebing di Tiongkok - Gudang Berita Viral Mengenal Aries Susanti, Pemecah Rekor Dunia Panjat Tebing di Tiongkok
Senin, 21 Okt 2019, 13:00:14 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print