Minggu, 25 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 19:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
KPK Tetapkan Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Tersangka TPPU - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte ltd Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang terjadi di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015.

“Sejak 1 Agustus 2019, KPK melakukan penyidikan dengan menetapkan dua orang tersangka tindak pidana pencucian uang,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/8).



KPK menduga Emirsyah menerima suap sebesar Euro 1,2 juta dan USD 180 ribu atau setara Rp 20 miliar dalam bentuk uang dan barang dari Soetikno saat proses pengadaan mesin Roll-Royce untuk pesawat Airbus yang dipesan PT Garuda Indonesia.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan sejumlah fakta signifikan bahwa uang suap yang diberikan Soetikno kepada Emirsyah tidak hanya berasal dari perusahaan Rolls-Royce, pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia untuk program peremajaan pesawat.

Emirsyah Satar juga melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008-2013 dengan nilai miliaran USD, yakni kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin atau Total Care Program dengan perusahaan Rolls Royce.

Kemudian kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR) dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

“Selaku Konsultan Bisnis/Komersial dari Rolls-Royce, Airbus dan ATR, SS (Soetikno Soedarjo) diduga telah menerima komisi dari tiga pabrikan tersebut. Selain itu, SS juga diduga menerima komisi dari perusahaan Hong Kong bernama Hollingsworth Management Limited International Ltd (HMI) yang menjadi Sales Representative dari Bombardier,” ucap Syarif.

Fee atau komisi tersebut diberikan keempat perusahaan multinasional kepada Soetikno atas keberhasilannya memuluskan kontrak kerjasama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kemudian, Soetikno memberi sebagian komisi yang diterimanya itu kepada Emirsyah.

Salah satunya, berupa uang senilai Rp 5,79 miliar untuk pembayaran rumah Emirsyah yang beralamat di Pondok Indah. Kemudian, Soetikno juga memberikan uang USD 680 ribu dan EUR 1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik ESA di Singapura.

“(Selanjutnya) SGD 1,2 juta untuk pelunasan Apartemen milik ESA di Singapura,” pungkas Syarif.

Atas perbuatannya, Emirsyah dan Soetikno disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Wow, Staf Senior Pangeran Harry dan Meghan Markle Perempuan Semua - Gudang Berita Viral Wow, Staf Senior Pangeran Harry dan Meghan Markle Perempuan Semua
Minggu, 25 Agu 2019, 13:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
 BBTN Kembangkan KPR Komunitas di 15 Daerah  - Gudang Berita Viral BBTN Kembangkan KPR Komunitas di 15 Daerah
Minggu, 25 Agu 2019, 13:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kepala BKP Dorong Kerja Sama Petani Muda di APEC  - Gudang Berita Viral Kepala BKP Dorong Kerja Sama Petani Muda di APEC
Minggu, 25 Agu 2019, 13:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print