Rabu, 16 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 04 Okt 2019, 11:00:02 WIB, 442 View Tim Redaksi, Kategori : News
 KPK Telusuri Aliran Uang di Kasus Suap Impor Ikan  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap impor ikan 2019 yang menjerat Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda. Salah satu yang ditelisik yakni dugaan aliran suap kepada pihak lain.

"Karena dalam kasus ini kami menemukan ada pihak-pihak tertentu yang diduga menerima fee dari alokasi atau dari kuota impor ikan yang sebenarnya dimiliki oleh perum perindo tersebut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jumat (4/10/2019).

Selain aliran dana suap ke pihak lain, kata Febri, penyidik juga tengah mengurai skema suap kasus ini. Khususnya, wewenang Risyanto di perusahaan plat merah itu dalam memberi proyek kuota impor ikan kepada PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS).



"Jadi, kami uraikan lebih lanjut sebenarnya perum perindo ini semestinya bekerja dan ruang lingkup wewenangnya seperti apa dan mekanisme kerja di Perum Perindo tersebut," kata Febri.

KPK menetapkan Risyanto sebagai tersangka bersama Direktur PT NAS, Mujib Mustofa. Risyanto selaku pucuk pimpinan Perum Perindo yang berwenang mengajukan kuota impor ikan diduga telah membantu PT NAS mendapat proyek impor ikan.

Ihwal kongkalikong pengurusan proyek berawal saat seorang mantan pegawai Perum Perindo mengenalkan Mujib dengan Risyanto. Setelah perkenalan itu, Mujib dan Risyanto kemudian membicarakan kebutuhan impor.

Pada Mei 2019, Mujib dan Risyanto kembali melakukan pertemuan. Dalam pertemuan itu, disepakati jika Mujib mendapat kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo yang disetujui Kemeterian Perdagangan (Kemendag).

Setelah 250 ton ikan berhasil diimpor oleh PT NAS, ikan-ikan tersebut kemudian di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan Mujib, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo.

Tak sampai di situ, pada 16 September 2019, Mujib kembali bertemu dengan Risyanto di salah satu lounge hotel di Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Risyanto menanyakan kesanggupan Mujib menyiapkan kuota impor ikan tambahan sebesar 500 ton untuk Oktober 2019.

Pada pertemuan itu juga, Risyanto menyampaikan permintaan uang sebesar USD30 ribu atau setara Rp400 juta lebih kepada Mujib untuk keperluan pribadi. Risyanto meminta Mujib untuk menyerahkan uang tersebut melalui Adhi Susilo yang menunggu di lounge hotel yang sama.

Selanjutnya, pada 19 September 2019, Risyanto dan Mujib kembali melakukan pertemuan di salah satu cafe di Jakarta Selatan. Mujib menyampaikan daftar kebutuhan impor ikan kepada Risyanto dalam bentuk tabel berisi Informasi jenis ikan dan jumlah, termasuk komitmen fee yang akan diberikan kepada pihak Perum Perindo untuk setiap kilogram ikan impor. [rok]
 




Sumber: inilah.com

Tag: News



 Honda ADV 150 Jadi Motor Terbaik Tahun 2019  - Gudang Berita Viral Honda ADV 150 Jadi Motor Terbaik Tahun 2019
Rabu, 16 Okt 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pelantikan Presiden Bukan Target Teroris  - Gudang Berita Viral Pelantikan Presiden Bukan Target Teroris
Rabu, 16 Okt 2019, 04:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau  - Gudang Berita Viral Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau
Rabu, 16 Okt 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print