Senin, 16 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 06 Sep 2019, 18:00:07 WIB, 0 View Tim Redaksi, Kategori : News
KPK: Pemberantasan Korupsi untuk Masa Depan Cucu Presiden Juga - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara tegas menolak rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Hal ini dilakukan demi keberlangsung kinerja pemberantasan korupsi ke depan.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang secara tegas menyatakan, KPK berdasarkan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2006 secara tegas termaktub setiap negara harus mendirikan satu insitusi yang bebas dari kepentingan apapun. Sehingga KPK tidam bisa diintervensi oleh sejumlah lembaga negara apalagi DPR RI.



“Bahasanya di situ tidak boleh ada pengaruh-pengaruh yang tidak penting,” tegas Saut dalam aksi bertajuk #saveKPK di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/9).

Saut mengatakan penolakan itu dilakukan demi masa depan bangsa Indonesia. Pasalnya dengan disahkannya revisi UU KPK mengancam pemberantasan korupsi.

Penolakan RUU ini juga termasuk untuk masa depan seluruh rakyat Indonesia. Ia pun sempat menyebut bahwa penolakan ini juga demi masa depan cucu Presiden RI Joko Widodo.

“Untuk masa depan indonesia, untuk masa depan cucu saya, untuk masa depan cucunya presiden masa depan cucunya menteri. oleh sebab itu sekali lagi harus dilawan,” ucap Saut di depan ratusan pegawai KPK.

Saut menyebut, saat ini pertumbuhan ekonomi masih stagnan di bawah enam persen. Hal ini, kata dia, menggambarkan kondisi republik yang sedang sulit.

Apalagi, kata Saut, ditambah dengan usulan revisi UU KPK. Jika revisi UU ini disahkan, bukan tidak mungkin bahwa kondisi ekonomi akan makin digerogoti lagi oleh para koruptor.

“Hari ini kita bicara pertumbuhan ekonomi kita dengan situasi yang semakin sulit, kita ini berada di bawah 6 persen ditambah gerogotan ini ancaman pertumbuhan ekonomi akan terjadi di negara ini,” sesalnya.

Karangan Bunga di depan Gedung KPK

Selain aksi dari pegawai, sebanyak tujuh karangan bunga terpampang di depan Gedung KPK. Karangan bunga itu berisi sindiran dan kata-kata penyemangat pemberantasan korupsi.

Salah satu karangan bunga berisi tulisan yang mempertanyakan semangat presiden memberantas korupsi. Karangan bunga ini diduga dipampang sebagai respon atas isu revisi UU KPK yang tengah bergulir di DPR RI.

“Pak Presiden masih semangat memberantas korupsi?,” seperti tertulis dalam salah satu karangan bunga di depan Gedung KPK.

Sebelumnya, DPR telah sepakat mengambil inisiatif revisi UU KPK. Para wakil rakyat itu telah menyusun draf rancangan revisi UU KPK dan disetujui dalam rapat Baleg. Setidaknya terdapat enam poin pokok perubahan dalam revisi UU KPK.

Poin-poin pokok itu antara lain berkaitan dengan keberadaan dewan pengawas, aturan penyadapan, kewenangan surat penghentian penyidikan perkara (SP3), status pegawai KPK, kedudukan KPK sebagai penegak hukum cabang kekuasaan eksekutif, dan posisi KPK selaku lembaga penegak hukum dari sistem peradilan pidana terpadu di Indonesia.

Rencana revisi UU KPK ini langsung dikritik oleh sejumlah pihak, mulai dari Indonesia Corupption Watch (ICW) sampai KPK sendiri. Bahkan Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan bahwa KPK sedang berada di unjuk tanduk.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



2.338 Dosen Tolak Revisi UU KPK - Gudang Berita Viral 2.338 Dosen Tolak Revisi UU KPK
Senin, 16 Sep 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
DPR Bacakan Capim KPK Terpilih dan Pansus Pemindahan Ibu Kota - Gudang Berita Viral DPR Bacakan Capim KPK Terpilih dan Pansus Pemindahan Ibu Kota
Senin, 16 Sep 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
KPK Lantik Sekjen dan Direktur Penuntutan Baru - Gudang Berita Viral KPK Lantik Sekjen dan Direktur Penuntutan Baru
Senin, 16 Sep 2019, 11:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print