Selasa, 20 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 02 Agu 2019, 05:00:02 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
 KPK Miris Dua Perusahaan BUMN Lakukan Suap  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengaku kecewa atas tertangkap tangannya pejabat BUMN karena diduga melakukan suap untuk mensukseskan tender PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) di Angkasa Pura II.

"KPK merasa sangat miris karena praktik korupsi, bahkan terjadi di dua perusahaan negara," kata Basaria di Gedung KPK, Kamis (1/8/2019).

Menurut dia, suap antara dua pihak BUMN tentu sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan nilai etis yang dilakukan dalam dunia bisnis.



"Harusnya bisa bekerja lebih efektif dan efisien untuk keuangan negara, tapi malah menjadi bancakan hingga ke anak usahanya," ujarnya.

KPK menetapkan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk, Andra Y. Agussalam dan Taswin Nur, Satf PT. Industri Telekomunikasl Indonesia (INTI) (Persero) sebagai tersangka dugaan suap terkait Baggage Handling System (BHS) pada PT. Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT. Industri Telekomunikasl Indonesia (Persero) Tahun 2019.

Praktik suap terjadi karena Agus mengarahkan tender proyek BHS agar dikerjakan seluruhnya oleh PT. INTI. Padahal dalam pedoman perusahaan, penunjukkan langsung hanya dapat dilakukan apabila terdapat justifikasi dari unit teknis bahwa barang/jasa hanya dapat disediakan oleh satu pabrikan, satu pemegang paten, atau perusahaan yang sudah mendapat izin dari pemegang hak paten.

Sebagai jasa, Taswin menyodorkan uang puluhan ribu dolar Singapur kepada Agus. "AYA diduga menerima SGD 96,700 ribu sebagai imbalan atas tindakannya mengawal proyek BHS dikerjakan oleh PT INTI," jelas Basaria.

Atas perbuatannya, Andra sebagai penerima disangkakan melanggar pasal pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Taswin selaku pemberi disangkakan melanggar melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.[ris]




Sumber: inilah.com

Tag: News



 Coutinho: Tak Sulit Terima Tawaran Bayern Munchen  - Gudang Berita Viral Coutinho: Tak Sulit Terima Tawaran Bayern Munchen
Selasa, 20 Agu 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Startup Ini Sasar Celah di Industri Travel Online  - Gudang Berita Viral Startup Ini Sasar Celah di Industri Travel Online
Selasa, 20 Agu 2019, 05:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Industri Travel Online Lokal Belum Tergarap Baik?  - Gudang Berita Viral Industri Travel Online Lokal Belum Tergarap Baik?
Selasa, 20 Agu 2019, 05:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print