Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 22:00:02 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
 KPK Jerat Emirsyah & Soetikno Pasal Pencucian Uang  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan eks Dirut Garuda Emirsyah Satar sebagai tersangka.

Emir, dijadikan tersangka atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bersama Soetikno Soedardjo, selaku Beneficial Owner Connaught International.

"Penetapan ini merupakan dari perkara pokok yang ditangani KPK pada 19 Januari 2017," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konpers di Markas KPK, Rabu (7/8/2019).



Emir, selaku Dirut Garuda diduga menerima Rp 20 Miliar dari Soetikno yang belakangan tak hanya berasal dari Rolls-Royce.

Untuk program peremajaan pesawat, Emirsyah melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat 2008-2013 dengan nilai miliaran USD.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S., Kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Dalam prakteknya, Emirsyah tak hanya mendapat uang dari sejumlah proyek Garuda yang dikerjakan Soetikno selaku konsultan bisnis.

"SS diduga memberi Rp5,79Miliar untuk pembayaran rumah di Pondok Indah, USD 680ribu dan EUR 1,02juta yang dikirim ke rekening perusahaan ESA di Singapura. Dan SGD 1,2juta untuk perluasan Apartemen ESA di Singapura," beber Laode.

Sejumlah bukti dan informasi yang berada diluar negeri, menjadi salah satu alasan KPK butuh waktu lama menyidik kasus ini.

"Tersangka ESA dan SS diduga melanggar Pasal 3 atau pasal 4 Undang-undang republik Indonesia nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," terang Laode. [adc]




Sumber: inilah.com

Tag: News



MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi - Gudang Berita Viral MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali - Gudang Berita Viral Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji - Gudang Berita Viral Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print