Minggu, 25 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 17:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
KPK Cekal Pengusaha Asal Batam untuk ke Luar Negeri - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekal seorang pengusaha ke luar negeri. Dia adalah Kock Meng, pengusaha di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Pencekalan itu terkait dengan dugaan kasus suap yang menjerat Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun. Kock Meng diduga terkiat dalam izin prinsip dan izin lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018/2019.



“KPK telah mengirimkan surat larangan ke luar negeri untuk seorang pihak swasta Kock Meng,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Rabu (7/8).

Kock Meng dibatasi pergerakannya selama 6 bulan ke depan. Terhitung sejak 17 Juli 2019 lalu. Kock Meng pun sudah beberapa kali dipanggil oleh penyidik KPK. Namun pengusahaan tidak itu kooperatif dan mangkir dalam pemanggilan.

Di sisi lain, KPK enggan merinci bentuk keterlibatan dan peran dari Kock Meng. “Dia saksi fakta, ini penting. Terkait status Kock Meng kedepannya, kalau sudah mendapatkan hasil akan kami sampaikan,” ucap Yuyuk.

Dalam kasus yang menjerat Nurdin Basirun, KPK juga memanggil CEO Panbil Group Jhohannes Kenendy Aritonang. Pada pemanggilan ini Jhohannes Kenendy Aritonang sudah memenuhi panggilan KPK pada Rabu (30/7) lalu.

Untuk diketahui, dalam kasus ini KPK menetapkan Gubernur nonaktif Kepri Nurdin Basirun sebagai tersangka.Nurdin ditetapkan tersangka bersama-sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan (EDS), Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono (BUH), dan seorang pihak swasta bernama Abu Bakar (ABK).

Pada 30 Mei 2019 lalu Nurdin menerima SGD 5 ribu dan Rp 45 juta. Kemudian esok harinya terbitlah izin prinsip reklamasi seluas area sebesar 10,2 hektare.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi lainnya. Indikasi penerimaan gratifikasi disangkakan kepadanya berdasar pada temuan tim satgas KPK saat mengamankannya di rumah dinas gubernur dalam bentuk bermacam valuta asing.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan sejumlah uang gratifikasi Basirun yang telah disita KPK. Antara lain uang dalam valuta lokal senilai Rp 3.737.240.000, lalu dalam valuta asing yang terbagi atas, SGD 180.935, USD 38.553, RM 527, SAR 500, HKD 3, EUR 5.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap Nurdin, Edy, dan Budi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Abu Bakar disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



BTN Percepat Penyaluran Rumah untuk ASN, TNI, dan Polri - Gudang Berita Viral BTN Percepat Penyaluran Rumah untuk ASN, TNI, dan Polri
Minggu, 25 Agu 2019, 01:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
GT-R R36 Disiapkan, Nissan Masih Labil Soal Mesin - Gudang Berita Viral GT-R R36 Disiapkan, Nissan Masih Labil Soal Mesin
Minggu, 25 Agu 2019, 01:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 China Ingatkan AS Risiko Tarif Tambahan  - Gudang Berita Viral China Ingatkan AS Risiko Tarif Tambahan
Minggu, 25 Agu 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print