Rabu, 20 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 06 Nov 2019, 12:00:09 WIB, 7 View Tim Redaksi, Kategori : News
KPK Beberkan Suap Eks Menpora Imam Nahrawi, Ada dari Taufik Hidayat - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan sejumlah penerimaan uang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di kasus dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Penerimaan itu disebutkan dalam salinan jawaban KPK atas praperadilan yang diajukan politikus PKB Imam Nahrawi. Dalam sidang tersebut disebutkan ada sejumlah penerimaan uang termasuk dari seseorang bernama Taufik Hidayat, mantan atlet bulutangkis.

Taufik yang beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi juga merupakan Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) 2016-2017 dan Staf Khusus Menpora Imam Nahrawi pada 2017-2018.



Dalam salinan itu, KPK memperoleh sejumlah data dan informasi yang dapat menerangkan adanya serangkaian peristiwa penerimaan sejumlah uang kepada Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Berikut rincian penerimaan uang terhadap Imam Nahrawi dalam salinan jawaban praperadilan:

1. Pada 2018 total Rp 11,5 miliar dari mantan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang merupakan commitment fee atas proses pengurusan sampai dengan pencairan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora pada Tahun Anggaran 2018.

2. Pada 6 Agustus 2017, sejumlah Rp 400.000.000 dari Mulyana, Chandra Bakti (PPK), dan Supriyono selaku bendahara sebagai ‘honor’ Imam Nahrawi selaku Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima diluar nilai kewajaran sebagaimana tercantum dalam Standar Biaya Umum (SBU) yang diatur oleh Kementerian Keuangan.

3. Akhir 2017, sekitar Rp 1.500.000.000 dari Ending Fuad Hamidy.

4. Kemudian pada akhir tahun 2017, sekitar Rp 1.000.000.000 dari Satlak Prima, yang diambil oleh Miftahul Ulum di rumah Taufik Hidayat.

5. Pada 6 Agustus 2015, sejumlah Rp 300.000.000 dari Alfitra Salamm atas permintaan dari Miftahul Ulum untuk kepentingan Imam pada acara Muktamar salah satu Ormas keagamaan.

“Bahwa penerimaan uang-uang tersebut diterima oleh Miftahul Ulum, yang berdasarkan bukti-bukti yang ada (saksi-saksi, dokumen, dan alat bukti lain yang disimpan secara elektronik), Sdr. Miftahul Ulum adalah representasi dari Sdr. Imam Nahrawi,” tulis isi salinan tersebut dikutip Rabu (6/11).

Selain penerimaan tersebut, KPK juga merinci permintaan sejumlah uang lain oleh Imam Nahrawi selaku Menpora ketika itu dengan rincian sebagai berikut:

1. Sekitar November 2018, sejumlah Rp 7.000.000.000 dari Ending Fuad melalui Lina Nurhasanah untuk penanganan perkara pidana yang sedang dihadapi oleh Syamsul Arifin selaku adik Imam yang penanganannya dilakukan oleh aparat penegak hukum lain.

2. Kemudian pada 12 Januari 2017, sebesar Rp 800.000.000 diterima melalui Taufik Hidayat untuk penanganan perkara pidana yang sedang dihadapi oleh Syamsul Arifin.

3. Tahun 2016, total Rp 4.000.000.000 dengan rincian:

a. Rp 2.000.000.000 diterima melalui salah seorang PNS Kemenpora untuk disetorkan ke Kas Negara sebagai penggantian kerugian keuangan negara terkait pemeriksaan BPK.

b. Sekitar November 2016, Rp 2.000.000.000 diterima melalui Reiki Mamesah untuk memuluskan pengajuan anggaran Olympic Center di APBN-P 2016.

Dalam perkara ini, Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, berdasarkan pengembangan kasus dana hibah Kemenpora ke KONI tahun 2018. Imam diduga menerima total Rp 26,5 miliar dengan rincian Rp 14,7 miliar dari suap dana hibah Kemenpora ke KONI, dan penerimaan gratifikasi Rp 11,8 miliar dari sejumlah pihak dalam rentang 2016-2018.

Penerimaan Imam Nahrawi diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora. Selain itu, penerimaan uang terkait dengan Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam Nahrawi saat menjadi menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain.

Terkait penerimaan ung dari Tufik Hidayat, sebelumnya saat kasus ini masih dalam tahap pneyidikan, peraih emas dalam olimpiade Athena 2004 tersebut mengaku dimintai keterangan ketika menjadi staf khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia menyebut, tidak dikonfirmasi soal kasus suap dana hibah KONI.

“Dimintai keterangan saja, saya sewaktu di Stafsus Kemenpora pada 2017-2018 itu aja,” kata Taufik ketika keluar dari ruang penyidikan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8).

Mantan atlet bulu tangkis profesional ini pun menyampaikan, dirinya tidak dikonfirmasi soal kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora untuk KONI. Melainkan, penyidik mengkonfirmasi terkait gelaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Cuma itu saja, saya sebagai Stafsus, saya di Wasatlak Prima sebagai apa kerjanya di situ. Itu aja,” ungkap Taufik.

Bahkan Taufik pun ditanya soal kedekatannya dengan Menpora Imam Nahrawi. Sebab, Taufik pada 2017-2018 menjabat sebagai Stafsus di Kemenpora.

” Di Satlak Prima pada 2016-2017, sementara di 2017-2018 saya Stafsus di Kemeponra, enggak ada yang lain,” jelas Taufik.

Dalam kasus ini, Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Atas perkara tersebut, Imam mengajukan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan yang didaftarkan pada Selasa 8 Oktober 2019 dengan nomor perkara 130/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL.

Imam selaku pemohon mempersoalkan sah atau tidaknya penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, proses persidangan sudah mulai berjalan setelah sebelumnya sempat tertunda.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, KPK Beberkan Suap Eks Menpora Imam Nahrawi, Ada dari Taufik Hidayat

Tag: News



Titipkan Senpi dan Suka Mabuk, Briptu LN Diamankan Propam Polda Papua - Gudang Berita Viral Titipkan Senpi dan Suka Mabuk, Briptu LN Diamankan Propam Polda Papua
Rabu, 20 Nov 2019, 19:00:12 WIB, Dibaca : 2 Kali
Toyota, Honda Tambah Investasi, Hyundai Bangun Pabrik Mobil Listrik - Gudang Berita Viral Toyota, Honda Tambah Investasi, Hyundai Bangun Pabrik Mobil Listrik
Rabu, 20 Nov 2019, 19:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
Menkominfo: Kecepatan Rata-Rata Internet Indonesia 30 Mbps pada 2035 - Gudang Berita Viral Menkominfo: Kecepatan Rata-Rata Internet Indonesia 30 Mbps pada 2035
Rabu, 20 Nov 2019, 19:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print