Rabu, 18 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 06 Sep 2019, 14:00:42 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Korban Terdampak Banjir Bandang di Sudan Butuh Uluran Tangan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Sebagian daerah di Sudan tengah menghadapi masalah kemanusiaan. Hujan lebat yang melanda Sudan hampir dua bulan terakhir mengakibatkan banyak daerah di sana terendam banjir. Puluhan ribu rumah hancur diterjang banjir. Kematian sudah mencapai angka 62 jiwa akibat banjir. Sementara 98 orang menderita luka-luka dan dirawat di RS dan diperkirakan 245.700 orang telah terdampak akibat bajir.

Terkait kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat untuk menggalang kepedulian menolong korban banjir Sudan. “Banjir bandang yang menerjang semakin membuat rakyat Sudan kian menderita. Kami mengajak masyarakat secara luas untuk meringankan derita korban banjir di Sudan. Sebagai bangsa yang dermawan, tentunya kita tidak ingin absen dari kegiatan kemanusiaan,” ujar Lukman Azis, Direktur Komunikasi ACT, Kamis (5/9).



Berdasarkan laporan mitra ACT di Sudan, hujan juga menyebabkan Sungai Nil meluap. Sejumlah lahan pertanian di wilayah Wadi Ramli, Khortoum pun terendam. Sebagian besar kerusakan berdampak pada lingkungan, seperti hancurnya infrastruktur drainase, terputusnya aliran listrik dan air bersih.
“Warga yang terdampak membutuhkan tempat tinggal darurat, makanan, layanan kesehatan, air bersih, dan keperluan sanitasi. Daerah terdampak banjir juga sangat membutuhkan pengendalian vektor untuk mengendalikan penyebaran penyakit dari serangga yang ada di kubangan banjir,” kata juru bicara badan PBB untuk pengungsi (OCHA) Jens Laerke, dilansir dari Al Jazeera.

Anas Omer, salah satu warga Khortoum, kini tidak lagi memiliki harta benda. Rumah dan kios tempatnya berdagang habis diterjang banjir bandang, air juga menghanyutkan harta bendanya.

“Toko ini adalah satu-satunya sumber pemasukan yang saya punya untuk menghidupi keluarga. Rumah ini adalah satu-satunya tempat tinggal kami. Semuanya itu kini tidak ada. Tidak ada yang bisa saya lakukan, ini semua sudah takdir Tuhan,” ungkap Omer kepada Al Jazeera.

Menurut catatan Komite Penanggulangan Bencana Sudan, setidaknya 700 rumah di Khortoum mengalami kerusakan. Loal Ali, Komite Manajemen Bencana mengatakan “Sekitar 1.200 jiwa di kamp ini, namun di sini tak ada listrik yang cukup, akses air bersih yang sulit dan kurangnya keamanan. Saat ini pemerintah Sudan sedang dalam mobilisasi mencari korban terdampak banjir, kondisi ini semakin memburuk karena selain masalah banjir, masalah poilitik pemerintahan Sudan juga belum membaik,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat hidup para warga di sana terasa lebih sulit. Tidak ada listrik, aliran air bersih pun terdampak, tidak ada pertokoan yang buka, tidak ada toko roti. Maria Jafaar, salah satu warga Khortoum juga menambahkan, “Kami tinggal di kamp-kamp pengungsian, kami tidak memiliki apapun, kami tinggal dengan anak kami, kami tak dapat melanjutkan terus hidup kami di kamp dengan kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Diperkirakan situasi hujan deras masih berlangsung sampai akhir Oktober mendatang. Bisa dipastikan akan sangat berdampak sekali terhadap beberapa wilayah yang mudah terkena banjir. Saat ini mereka membutuhkan beberapa kebutuhan emergensi, baik dari tempat tinggal, makanan bantuan kesehatan, air bersih, dan sanitasi.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Hadapi Real Madrid, PSG Tanpa Trisula Maut  - Gudang Berita Viral Hadapi Real Madrid, PSG Tanpa Trisula Maut
Rabu, 18 Sep 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 PopSockets Rambah Bisnis Pegangan Minuman  - Gudang Berita Viral PopSockets Rambah Bisnis Pegangan Minuman
Rabu, 18 Sep 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Jokowi Serius Tanggulangi Karhutla di Riau  - Gudang Berita Viral Jokowi Serius Tanggulangi Karhutla di Riau
Rabu, 18 Sep 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print