Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 20:00:11 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Komunitas Tulungagung Exotic Animal Buka Jasa Gratis Usir Ular - Gudang Berita Viral

BERBEDA dengan komunitas pencinta hewan lainnya, Tulungagung Exotic Animal (TEAm) bukan hanya wadah bagi satu jenis satwa. Komunitas tersebut mempersatukan pencinta hewan, terutama reptil. Mereka memiliki tujuan mengedukasi warga Kota Marmer tentang reptil.

SITI NURUL LAILIL M., Tulungagung



Indonesia memang dikenal dengan keanekaragaman flora dan faunanya. Namun, tidak semua bisa ”akrab” dengan kekayaan alam itu, terutama hewan reptil. Misalnya, ular. Tidak sedikit yang takut dengan hewan berbisa tersebut. Bahkan, ada kecenderungan ingin membunuhnya ketika bertemu di alam liar.

Hal serupa dengan hewan reptil lain seperti tokek, biawak, dan berbagai hewan lainnya. Maklum, berbagai reptil tersebut memang tidak ramah dipelihara. Dan membutuhkan cara khusus.

Namun, tidak di tangan orang-orang yang tergabung di komunitas Tulungagung Exotic Animal (TEAm). Mereka dengan mudah memelihara hewan liar tersebut. Termasuk ular, iguana, musang, tarantula, gecko (tokek hias), sugar glider (tupai terbang), landak mini, dan lainnya. Bahkan, mereka tampak akrab seperti teman sendiri.

Sebagaimana yang terlihat di Taman Aloon-Aloon Minggu (4/8). Komunitas yang beranggota 20 orang itu memang biasa kumpul tiap minggu di Aloon-Aloon Tulungagung. Mereka berkumpul sambil sharing bareng sesama anggota.

Bukan hanya itu, dalam kesempatan tersebut, mereka juga memberikan edukasi bagi warga sekitar tentang hewan reptil tersebut. ”Ya, memang tujuannya ingin mengenalkan hewan reptil ini kepada masyarakat,” ungkap Ketua Komunitas TEAm Ida Kurniawati

Dia menjelaskan, banyak hewan reptil yang dipelihara anggota komunitas seperti ular. Hewan melata yang biasa dipelihara anggota komunitas tersebut berjenis piton yang tidak beracun. Meski begitu, pemeliharaannya memang khusus. ”Memang dalam pemeliharaannya ada cara tersendiri. Misalnya, ular saya ini, saya ternak mencit (tikus putih) untuk beri pakannya,” terangnya.

Dia melanjutkan, kegiatan komunitas tersebut tak hanya mengenalkan hewan itu, tapi juga menyosialisasikan kepada siswa di sekolah untuk konservasi alam. Misalnya, melepaskan ular hasil ternaknya ke alam liar. ”Kalau ada ular jangan dibunuh. Kalau tidak berbahaya dibiarkan saja. Sebab, keseimbangan alam juga karena ada mereka,” tutur Ida.

Komunitas yang berdiri pada 2012 itu juga membuka jasa mengusir ular yang masuk ke rumah secara cuma-cuma. Sebab, masih banyak orang awam yang cenderung membunuh jika bertemu dengan ular. Lantas, selain bisa menyelamatkan pemilik rumah, jasa tersebut bisa menolong ular yang biasanya datang karena tersesat itu. ”Kami bantu gratis,” tegas warga Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, tersebut.

Kalaupun ada yang ingin memelihara, komunitas itu juga menyediakan. Contohnya, harga ular piton anakan normal dibandrol mulai Rp 100 ribu, sedangkan ular jenis kelainan genetik mulai Rp 500 ribu sampai Rp 150 jutaan. ”Kami juga sediakan anakan jika ada yang ingin mengadopsi. Kalau koleksi, saya sendiri ada 12 ular berbagai jenis,” tandasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Hari Ini Hongkongers Duduki Victoria Park - Gudang Berita Viral Hari Ini Hongkongers Duduki Victoria Park
Minggu, 18 Agu 2019, 11:00:23 WIB, Dibaca : 0 Kali
Respons KPK Atas Pesan Jokowi Terkait Pemberantasan Korupsi - Gudang Berita Viral Respons KPK Atas Pesan Jokowi Terkait Pemberantasan Korupsi
Minggu, 18 Agu 2019, 11:00:23 WIB, Dibaca : 0 Kali
Heboh Akar Bajakah, Kenali Ragam Pengobatan Alternatif untuk Kanker - Gudang Berita Viral Heboh Akar Bajakah, Kenali Ragam Pengobatan Alternatif untuk Kanker
Minggu, 18 Agu 2019, 11:00:23 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print