Senin, 14 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 27 Sep 2019, 20:00:07 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Komisi III DPR Desak Polisi Berani Transparan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Aparat kepolisian didesak untuk transparan dalam penangkapan terhadap aktivis Dandhy Laksono dan musisi Ananda Badudu. Desakan itu diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta aparat kepolisian segera menunjukan alat bukti yang dimiliki, dalam menangani perkara ini. Agar bisa terang benderang dan publik tahu yang sebenarnya.



“Apalagi kalau sudah ditetapkan tersangka, maka polisi harus bisa menunjukan dua alat bukti sudah ada pada polisi,” kata Arsul di Komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (27/9).

Arsul menuturkan, aspek terpenting penindakan hukum  adalah seluruh prosedur formalnya harus dipenuhi. Baik itu aspek administrasi maupun aat bukti. Sehingga, pertanggungjawaban kepada publik menjadi jelas.

“Karena penangkapannnya secara paksa kemudian harus jelaskan sudah ada (minimal) dua alat bukti,” imbuhnya.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai, di era teknologi seperti sekarang keterbukaan informasi sangat dibutuhkan. Jika tidak terpenuhi, maka bisa menggiring isu liar, yang berujung pada perdebatan publik.

“Biar publik menilai. Saya kira publik sekarang kan juga sudah pintar, kalau alasannya karena postingan di medsos biar publik menilai apakah memang postingan itu memang benar-benar provikatif atau tidak,” kata Arsul.

“Yang kita harapkan Divisi Humas Polri meng-update fakta, benar dan akurat terkait proses penegakan hukum,” tukasnya.

Sebelumnya, sutradara film dokumenter Dadhy Laksono digelandang polisi ke Polda Metro Jaya. Penangkapan ini karena polisi mengindikasikan ada cuitan di akun twitter miliknya yang bernada ujaran kebencian berbasis SARA terkait peristiwa di Papua.

Kuasa Hukum Dandhy, Algiffari Aqsa mengatakan, tweet yang dipersoalkan oleh polisi yakni yang diunggah kliennya pada 23 September 2019 terkait peristiwa kerusuhan di Papua. Dandhy dikenakan pasal ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok berdasarkan SARA sesuai pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang ITE.

Setelah menjalani pemeriksaan, Dandhy kemudian dibebaskan pukul 04.00, Jumat (27/9). Namun, dia ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan, Badudu diamankan pukul 04.28 WIB di Gedung Sarana Jaya Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan. Empat orang polisi yang menghampirinya, memperlihatkan surat penangkapan terhadap Badudu atas dugaan keterlibatan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (24/9).

Kemudian, pukul 04.55 WIB Badudu dibawa ke Subdit Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya menggunakan Avanza berwarna putih. Penangkapan disaksikan oleh sekuriti gedung dan dua orang tetangga.

Dia diperiksa sebagai saksi, karena ada pendemo yang ditetapkan tersangka dan mengaku mendapat aliran dana Rp 10 juta dari Badudu. Badudu sendiri memang menggalang uang untuk biaya pengobatan korban demonstrasi, bukan hanya yang di Jakarta, melainkan di daerah lainnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Semarak di Puncak Hari Jadi Ke-74 Jawa Timur - Gudang Berita Viral Semarak di Puncak Hari Jadi Ke-74 Jawa Timur
Senin, 14 Okt 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali
Condong ke Street Style, Intip Fashion Item Bergaya JPop di Comic Con - Gudang Berita Viral Condong ke Street Style, Intip Fashion Item Bergaya JPop di Comic Con
Senin, 14 Okt 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
UU KPK Hasil Revisi Segera Berlaku, Presiden Diminta Terbitkan Perppu - Gudang Berita Viral UU KPK Hasil Revisi Segera Berlaku, Presiden Diminta Terbitkan Perppu
Senin, 14 Okt 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print