Senin, 16 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 14:00:06 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Komisaris PT HTK Klaim Tak Tahu Menahu Soal Suap untuk Bowo Sidik - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Theo Lekatompessy menyatakan, Marketing Manager PT HTK Asty Winasti tak memberitahu ke dirinya soal adanya komitmen fee untuk anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Fee yang dimaksud terkait realisasi kontrak kerja sama sewa kapal antara PT HTK dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG), untuk distribusi amonia.

“Apakah Bu Asty pernah melaporkan kepada saksi bahwa terkait dengan adanya kerja sama pertukaran sewa kapal pernah disampaikan kepada saksi juga ada pemberian atau anggaran fee kepada Pak Bowo?” tanya jaksa KPK Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (4/9).



Menjawab pertanyaan Jaksa, Theo mengklaim tidak mengetahui adanya komitmen fee terkait kontrak kerjasama sewa kapal. Menurutnya, hal itu merupakan ranah manajemen.

“Tidak ada, Pak. Karena itu ranah manajemen ya dan kalau tahu itu dilaporkan, pasti kami larang,” jawab Theo kepada jaksa Ikhsan.

Jaksa Ikhsan juga menanyakan apakah Direktur PT HTK Taufik Agustono pernah melaporkan adanya alokasi pemberian fee untuk Bowo Sidik.Namun, Theo membalas dengan jawaban yang sama. Dia mengaku tidak mengetahui soal pemberian fee untuk anggota DPR dari fraksi Golkar tersebut.

“Tidak ada juga, Pak. Tidak ada dibicarakan itu (soal fee),” jelas Theo.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik Pangarso didakwa menerima total sekitar Rp 2,6 miliar berkaitan dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Uang itu diterima Bowo melalui perantara.

Jaksa merinci pemberian suap itu berupa USD 163.733 dan Rp 311 juta (bila dikurskan dan dijumlah sekitar Rp 2,6 miliar lebih). Uang USD 163.733 dan Rp 311 juta diterima Bowo dari Asty Winasty dan Taufik Agustono secara langsung maupun melalui orang kepercayaannya bernama M Indung Andriani.

Asty disebutkan sebagai General Manager Komersial atau Chief Commercial Officer PT HTK, sedangkan Taufik adalah Direktur Utama PT HTK. Jaksa menyebut pemberian suap itu bertujuan agar Bowo membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog).

PT HTK disebutkan sebagai perusahaan yang mengelola kapal MT Griya Borneo yang sebelumnya memiliki kontrak kerja sama dengan PT Kopindo Cipta Sejahtera (KCS) untuk pengangkutan amoniak. PT KCS disebut jaksa sebagai cucu perusahaan dari PT Petrokimia Gresik.

Namun, setelah perusahaan induk BUMN di bidang pupuk didirikan, yaitu PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), kontrak kerja sama PT HTK itu diputus. Sedangkan pengangkutan amoniak itu dialihkan PT PIHC ke PT Pilog menggunakan MT Pupuk Indonesia. Atas hal itu PT HTK melalui Asty meminta bantuan Bowo agar PT Pilog dapat menggunakan kapal milik PT HTK, yaitu MT Griya Borneo.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



DPR dan Pemerintah Belum Sepakat soal Dewan Pengawas KPK - Gudang Berita Viral DPR dan Pemerintah Belum Sepakat soal Dewan Pengawas KPK
Senin, 16 Sep 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jelajahi Pesona Bahari 5 Destinasi Indah di Sulawesi - Gudang Berita Viral Jelajahi Pesona Bahari 5 Destinasi Indah di Sulawesi
Senin, 16 Sep 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Simpang Siur Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 akan Direvisi - Gudang Berita Viral Simpang Siur Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 akan Direvisi
Senin, 16 Sep 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print