Senin, 14 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 26 Sep 2019, 16:00:17 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Klarifikasi Soal Ambulans, Polisi: Perusuh Mencari Perlindungan ke PMI - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Video viral tentang ambulans yang diduga membawa batu diklarifikasi kepolisian. Pasalnya, video itu sempat diunggah akun Twitter @TMC Polda Metro Jaya. Ternyata video tuduhan yang mengarah bahwa ambulans sebagai pembawa batu saat aksi demonstrasi itu tidak benar. Setelah diselidiki, ternyata batu itu dimasukkan oleh perusuh ke ambulans tersebut.

Polda Metro Jaya mengklarifikasi terkait kabar diamankannya beberapa ambulans milik Pemprov DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam kerusuhan pelajar di depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9). Polisi memastikan tidak ada ambulans yang sengaja mengangkut batu maupun bensin untuk membuat bom molotov.



Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, ada enam mobil ambulans yang diamankan pada Kamis (26/9) dinihari sekitar pukul 02.14 WIB di dekat Gardu Tol Pejompongan, di Jalan Gatot Soebroto. Lima di antaranya milik PMI dan 1 milik Pemprov DKI.

Memang saat diamankan oleh Brimob ditemukan batu dan bensin di dalam ambulan tersebut. Namun, saat didalami itu milik demonstran yang berlindung di mobil ambulan saat dipukul mundur oleh aparat. “Jadi anggapan dari Brimob, diduga mobil ini yang digunakan perusuh, tapi bukan. Perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/9).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com)

Demonstran yang berlindung dalam mobil ambulans tersebut membawa barang-barang berupa batu, kembang api, dan bensin. Benda-benda itu pula yang kemudian ditemukan oleh aparat di dalam ambulan. “Perusuh itu pun membawa alat ini, ada batu dan kembang api juga, mencari perlindungan masuk ke mobil (ambulans) PMI,” jelas Argo.

Karena tak terbukti terlibat kerusuhan, seluruh mobil ambulans beserta petugasnya dikembalikan ke instansi masing-masing. “Kita menyerahkan mobil ambulans kepada PMI dan Dinas Kesehatan DKI. Kita serahkan dengan perangkatnya artinya dengan krunya. Tapi nanti kalau mau dimintai keterangan sebagai saksi, mereka sudah siap,” terang Argo.

Di tempat yang sama, Kepala Markas Palang Merah Indonesia Jakarta Timur, E Komalasari membantah mobil ambulans instansinya digunakan membawa batu dan botol berisi bensin untuk membantu unjuk rasa. Namun, dia membenarkan jika mobil ambulans bernomor polisi B 1303 TIX memang mengalami rusak parah. Terutama pecah kaca.

Kejadiannya sendiri saat mobil medis tersebut sedang memberikan pertolongan di depan Menara BNI 46, Pejompongan. Saat itu, mendadak tim medis didatangi anggota Brimob yang sedang melakukan sweeping. “(Aparat) Memukul-mukul dan menarik paksa keluar pasien. Dengan alasan mencari batu dan bensin yang disimpan dalam ambulan untuk pendemo,” kata Komalasari.

Sejumlah pelajar terlibat bentrok dengan pasukan Brimob di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Ratusan siswa yang menggelar aksi di Gedung DPR memakai atribut sekolah berseragam putih abu, pramuka dan baju kaos bebas. Foto: Dery Ridwansah/ gudangberitaviral.com

Oknum anggota Brimob itu, lanjutnya juga melayangkan pukulan dengan tongkat kayunya kepada semua tim medis PMI yang ada di dalam ambulans. Petugas PMI kemudian terkena pukulan di bagian kepala bahkan salah satu perawatnya jatuh tersungkur. “Kaca mobil belakang ambulan PMI Kota Jakarta Timur dipecah dan dirusak oleh anggota Brimob yang mengakibatkan kaca mobil ambulan berhamburan masuk ke dalam ambulan,” jelasnya.

Beruntung anggota Marinir yang menyelamatkan petugas medis ke bagian belakang gedung. Setelah itu, ambulan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan dua permintaan kepada Polda Metro Jaya terkait insiden ini. Pertama, polisi diminta mengklarifikasi terkait viralnya kabar di media sosial yang menyatakan mobil ambulan pemprov digunakan mengangkut batu dan bensin.

“Perlu adanya klarifikasi dari pihak kepolisian atas pemberitaan dan kabar dari media sosial bahwa mobil ambulans milik Pemprov DKI memang tidak digunakan untuk mengangkut batu dan bensin seperti yang sudah diberitakan selama ini,” kata Widyastuti.

Menurut Widyastuti, penyediaan ambulans itu merupakan bentuk koordinasi antara Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya untuk membantu para korban saat terjadi aksi kerusuhan. Permintaan kedua yakni agar petugas medis dan ambulan yang diamankan segera dikembalikan. Dua permintaan ini sendiri sudah dilakukan semua oleh Polda Metro Jaya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Prakiraan Cuaca Ibu kota Awal Pekan Ini  - Gudang Berita Viral Prakiraan Cuaca Ibu kota Awal Pekan Ini
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao  - Gudang Berita Viral Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati  - Gudang Berita Viral Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print