Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 12 Agu 2019, 21:00:09 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Kisah Rafa dan Rafi yang Sukses Melewati Operasi Pemisahan Tubuh - Gudang Berita Viral

Sembilan tahun yang lalu, Rafa Dinilla dan Rafi Kaunilla terlahir dengan kondisi abdominopagus. Perut dan hati keduanya melekat. Operasi pemisahan pun dilakukan. Sekarang keduanya sehat dan aktif.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya



Afifah masih menyimpan puluhan tulisan dari media massa yang pernah memberitakan kelahiran anak kembar siamnya yang sekarang berusia 9 tahun. Dia bahkan membuat kliping khusus. Ada juga pemberitaan yang pernah dimuat di halaman Metropolis Jawa Pos.

Terutama periode Juni hingga akhir 2010. Itu merupakan kali pertama Rafa dan Rafi datang di RSUD dr Soetomo. Hingga akhirnya, dilakukan operasi pemisahan keduanya oleh tim dokter khusus. Semua tersimpan rapi dan baik. Sama baiknya dengan tumbuh kembang si kembar yang saat ini sudah berusia 9 tahun.

Ditemui pada Jumat (9/8) di kediamannya, kawasan Jetis Gang Baru, Kabupaten Lamongan, Rafa dan Rafi tampak sehat dan aktif.

’’Dulu dokter yang menangani pernah bilang, ’Wah ikigak onok udel e pasti gak isok meneng lek wes gedhe’,’’ ujarnya menirukan perkataan salah seorang dokter. Itu menjadi ucapan yang betul-betul terjadi. Afifah mengungkapkan bahwa anak kembarnya sangat aktif. Mereka tidak bisa diam sejenak. Apalagi kalau sudah bertemu bola.

Afifah dan sang suami, Dian Pitoyo, pun memasukkan keduanya ke klub bola. Keaktifan Rafa dan Rafi membuat keduanya tampak seperti anak-anak pada umumnya. Namun, tetangga di sekitar rumah tidak akan pernah lupa dengan proses pemisahan tubuh mereka yang menyita perhatian masyarakat luas.

Keduanya lahir pada 18 Juni 2010 di RSUD Ibnu Sina, Kabupaten Gresik, dalam keadaan kembar siam. Kondisi yang mereka alami saat itu adalah abdominopagus. Yakni, perut dan hati yang melekat. Mereka dioperasi di RSUD dr Soetomo pada 29 September 2010. Operasi pemisahan itu berhasil. Rafa-Rafi baru pulang ke rumah pada Desember. Yakni, saat usia mereka 6 bulan.

’’Waktu pulang, banyak yang menyambut. Sampai dibuatkan spanduk selamat datang. Di depan rumah ada terop. Sudah kayak orang hajatan,” kenang Afifah, lantas tertawa. Dia pun meceritakan semua pengalaman tersebut kepada Rafa-Rafi saat mereka masuk TK. ’’Saya tunjukkan juga foto dr Agus yang banyak berjasa membantu operasi itu,’’ tutur tenaga medis Puskesmas Lamongan itu.

Lahir sebagai anak kembar dempet tidak membuat karakter keduanya sama. Sang ayah, Dian, mengaku bahwa Rafa sebagai kakak mempunyai kepribadian yang lebih sensitif dan perasa. Rafa juga perhatian. Dia selalu mengalah dan sangat peduli dengan adiknya. ’’Dia akan protes sama mamanya kalau adiknya dimarahi. Rafa juga lebih mudah menangis. Sampai sering digojloki Rafi, ih nangisan iki,’’ ungkapnya. Sementara itu, Rafi lebih cuek dan jarang baper.

Rafa mengaku senang mempunyai saudara kembar. Hal tersebut membuatnya tidak kesepian. Beda lagi Rafi. ’’Enaknya kembar itu jadi ada teman terus dan bisa gampang minta tolong,” ujar siswa Madrasah Ibtidaiyah Naratif Quran (Minan) itu. Tetapi, keduanya sama-sama suka kesal saat teman, keluarga, atau guru di sekolah keliru memanggil nama mereka. ’’Padahal, rambutnya beda. Aku belah kanan, Rafi belah kiri,’’ kata Rafa sembari menunjuk belahan rambut yang dimaksud. Satu lagi yang bisa dijadikan patokan. Rafa cenderung kidal. Dia menendang bola dengan kaki kiri. Tetapi, dia sudah membiasakan diri menulis dengan tangan kanan.

Rafa Masih Alami Hipospadia

Ada satu ganjalan lagi dalam benak pasangan Afifah dan Dian. Hal tersebut berkaitan dengan kelainan hipospadia yang dialami Rafa. Kondisi itu membuat lubang uretra Rafa masih berada di penis bagian bawah. Padahal, seharusnya lubang uretra berada di ujung penis. Itu memang tidak menimbulkan keluhan apa pun. Namun, pada momen tertentu, hal tersebut memunculkan ketidakpercayaan diri.

’’Mereka itu tidak pernah pipis sembarangan, malu. Air kencingnya keluar dari bawah, bukan dari ujung,” ujar Afifah. Perempuan 36 tahun itu pun pernah dicurhati Rafa. Seorang teman Rafa bertanya kenapa kencingnya bocor dari bawah. ’’Iya Mas Rafa, karena Sampean itu punya kelainan sejak lahir, lubang pipisnya di bawah. Nanti dibetulin ya,” kata Afifah yang mengulang jawabannya kepada Rafa saat itu.

Rafa pernah menjalani operasi hipospadia di RSUD dr Soetomo saat usianya 1 tahun, tapi gagal. Operasi kedua dilakukan di RSUD dr Soegiri, Lamongan, pada 2017 dan kembali gagal. Sementara itu, Rafi lebih beruntung. Operasi hipospadia pertamanya berhasil. Operasi itu dilakukan di RSUD dr Soegiri, sebulan sebelum operasi hipospadia Rafa. Benjolan yang tumbuh di dekat lubang uretra Rafi juga diangkat.

’’Dulu memang sudah pernah dibilangi sama dokter bahwa lubang Rafa lebih lebar. Butuh operasi beberapa kali,” terang Dian. Saat ini Rafa belum mau dirayu lagi untuk menjalani operasi. Trauma, katanya. Sebab, pemulihan pascaoperasi memicu nyeri. Dia juga harus menggunakan kateter untuk kencing selama beberapa hari.

Afifah dan Dian sebetulnya memiliki keinginan terpendam. Yakni, sowan kepada Ketua Tim Kembar Siam RSU dr Soetomo dr Agus Harianto SpAK. Keduanya kali terakhir bertemu dengan dr Agus sekitar empat tahun lalu. Saat itu dr Agus diminta datang untuk memberikan semangat kepada orang tua bayi kembar siam Rochman-Rochim menjelang operasi pemisahan. ’’Semoga sehat selalu tim dokter yang saat itu membantu kami. Terima kasih untuk perjuangannya. Kangen juga. Berharap bisa ketemu dan reuni bareng gitu kapan ya,” harap Afifah.

Dian berharap bisa terbentuk komunitas atau minimal grup WhatsApp yang di dalamnya ada tim dokter kembar siam. Juga, orang tua yang anaknya pernah atau akan terlahir kembar siam. Dengan begitu, mereka bisa saling tukar pengalaman dan transfer semangat. ’’Orang tua bayi kembar siam harus yakin bahwa anak kita mampu melewati operasi itu. Keyakinan dari dalam diri sendiri itu jadi kekuatan terbesar. Kalau kita ragu, pasti akan gagal,” tandasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Chelsea Imbang Lawan Leicester City  - Gudang Berita Viral Chelsea Imbang Lawan Leicester City
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Soal Adu Mulut dengan Aguero, Ini Kata Guardiola  - Gudang Berita Viral Soal Adu Mulut dengan Aguero, Ini Kata Guardiola
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet  - Gudang Berita Viral Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print