Selasa, 12 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 28 Okt 2019, 13:00:12 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Kisah Lukman Merintis Bisnis Oleh-oleh Terbesar di Tanah Minang - Gudang Berita Viral

Kesuksesan tak bisa diciptakan dalam waktu sekejap. Namun berproses sepanjang waktu, menguras tenaga dan pikiran. Jika bisa mengatasi hal itu, siapapun pasti bisa meraih kesuksesan sepanjang tak pantang menyerah ketika badai ujian datang.

SEKARING PUTRI, JawaPos



LUKMAN El HAKIM tidak pernah menyangka bisnis oleh-oleh miliknya bisa menjadi besar seperti sekarang ini. Pusat oleh-oleh Ummi Aufa Hakim miliknya adalah salah satu pusat oleh-oleh terbesar dan terkenal di Tanah Minang. Ummi Aufa Hakim memiliki 4 gerai, dua di kota Padang dan dua sisanya di Kota Bukittinggi. Sementara dalam sebulan, pria 43 tahun itu bisa meraup omzet sekitar Rp 300-600 juta. Selain itu, kualitas produk serta layanan pelanggan dari Ummi Aufa Hakim sangat baik. Industri Kecil Menengah (IKM) satu ini sudah meraih beberapa penghargaan dari pemerintah. Diantaranya, penghargaan Mahakarya dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2013, kemudian penghargaan Kreasi Prima Mutu tahun 2014 terkait Gugus Kendali Mutu (GKM), serta OVOP Bintang 4 dari Kementerian Perindustrian pada 2015.

Seperti pusat oleh-oleh Sumatra Barat (Sumbar) pada umumnya, Hakim juga mengandalkan keripik sanjay sebagai daya tarik utama, di samping rendang. Namun, yang membedakan dari pusat oleh-oleh lainnya, di sini pengunjung tidak sekedar disuguhi produk siap makan yang sudah terbungkus kemasan, melainkan juga ada beberapa tester dari produk-produk unggulan Ummi Aufa Hakim. Sehingga, pengunjung bisa mencoba terlebih dahulu sebelum membeli. “Tujuannya supaya orang tahu rasanya dan sreg saat membelinya,”kata Hakim saat ditemui di salah satu cabang Ummi Aufa Hakim di kota Bukittinggi, akhir pekan lalu.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatan keripik sanjay. Mulai dari proses pemotongan ubi kayu yang menjadi bahan dasar keripik sanjay, hingga saat penggorengan di kuali yang berukuran sangat besar. Pegawai yang menangani proses produksi tersebut juga mengenakan baju adat Minang dengan versi yang lebih sederhana. Karena itu, tidak jarang banyak turis memilih berfoto dahulu dengan para pegawai berkostum adat ini sebelum berkeliling untuk belanja.

Hakim menuturkan, saat ini dirinya mempekerjakan 30 karyawan yang tersebar di keempat cabang. Di samping karyawan, dia juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ingin magang di sana. “Jadi bisa dibilang jenis pegawainya ada dua, ada karyawan tapi juga ada mahasiswa. Kita beri kesempatan pada mereka,” tuturnya.

Hakim mengisahkan, awalnya dirinya memulai bisnis keripik sanjay karena terhimpit ekonomi. Dia sempat mengenyam pendidikan tinggi, namun hanya sampai semester 4 karena keterbatasan biaya, ditambah masih ada dua adik yang menjadi tanggungannyaa. Karena itu, pada 1999, dia pun memutuskan berhenti kuliah dan memulai bisnis keripik sanjay. Bakat berdagang, lanjut Hakim, sebenarnya sudah ada. Karena sejak kecil dirinya sudah sering berjualan dengan menjadi pedagang asongan. Secara otodidak, dia belajar cara memilih ubi kayu yang berkualitas serta cara mengolahnya. Modal awalnya, dia pinjam dari beberapa orang.

“Hanya sejuta modal awalnya, tapi saya itupun meminjam. Saya juga belajar mengupas dan menggoreng sendiri, dibantu adik dan orang tua saya,”kenangnya.

Mulanya, dalam sehari Hakim hanya mampu memproduksi 3-5 karung kripik sanjay. Semua proses produksi tersebut dilakukan di sebuah rumah kontrakan. Namun, seiring dengan makin meningkatnya permintaan, dia bisa menghasilkan 35 karung kripik sanjay per hari. Akhirnya pada 2005, dia mampu membuka outlet resmi pertamanya di jalan Soekarno Hatta, Aur Tajungkang Tengah Sawah, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Usaha Hakim pun terus berkembang. Jenis varian oleh-oleh yang dijual pun kian beragam. Tidak hanya keripik sanjay, tapi juga rendang, dendeng, karak kaliang, kopi bahkan coklat. Hampir setiap hari, outlet-outlet Ummi Aufa Hakim selalu ramai pengunjung baik dari turis domestik maupun mancanegara. “Kalau dari luar negeri itu yang sering dari Singapura dan Malaysia. Itu tiap hari selalu ada,”katanya.

Hakim tidak memungkiri jika kompetitor di bidang usaha ini sudah cukup banyak dan terus bertambah. Namun, baginya hal itu justru menyehatkan bagi dunia usaha di bidang oleh-oleh. Karena, dirinya bisa belajar banyak dari kompetitor sekaligus tetap memperkuat produknya. Untuk itu, hingga saat ini, Hakim tetap mempertahankan beberapa keunggulan keripik sanjay miliknya. Yakni, dia selalu menggoreng menggunakan minyak kopra atau kelapa meski harganya relatif mahal. Dia juga tidak menggunakan pengawet, pemanis maupun pewarna buatan.

Yang menarik, sejak awal merintis usaha sampai sekarang, selain modal awal, Hakim tidak pernah meminjam di bank. Dia lebih memilih rajin menabung. Kini, Hakim adalah salah satu nasabah prioritas Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Bukittinggi. Dia menekankan, sejak awal memang ingin menyimpan uangnya di bank syariah. “Saya sudah menabung di BSM sejak awal buka outlet yaitu pada 2005, sampai sekarang,”katanya. Ketika ditanya rencana ke depan, Hakim mengaku tidak muluk-muluk, selain menginginkan usahanya bisa sampai merambah beberapa kota di Indonesia, dia hanya ingin jumlah zakatnya bisa terus bertambah. “Saya inginnya jumlah zakat saya itu besarannya naik terus dari tahun ke tahun. Itu saja yang terpenting karena omzet sekarang sebenarnya sudah lebih dari cukup,”imbuhnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Kisah Lukman Merintis Bisnis Oleh-oleh Terbesar di Tanah Minang

Tag: News



Jokowi Pernah Lapor Kasus Korupsi Besar, KPK Bilang Begini - Gudang Berita Viral Jokowi Pernah Lapor Kasus Korupsi Besar, KPK Bilang Begini
Selasa, 12 Nov 2019, 16:00:14 WIB, Dibaca : 0 Kali
Praperadilan Ditolak, Penahanan Politikus PDIP Nyoman Dhamantra Sah - Gudang Berita Viral Praperadilan Ditolak, Penahanan Politikus PDIP Nyoman Dhamantra Sah
Selasa, 12 Nov 2019, 16:00:14 WIB, Dibaca : 0 Kali
Risma Mutasi Jabatan Strategis: Supomo Kadispendik, Anang Kadinsos - Gudang Berita Viral Risma Mutasi Jabatan Strategis: Supomo Kadispendik, Anang Kadinsos
Selasa, 12 Nov 2019, 16:00:14 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print