Sabtu, 24 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 09 Agu 2019, 02:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Kinerja Mengilap, MNCN Lebih Oke Ketimbang SCMA?  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Keberhasilan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berekspansi di bidang digital tercermin dari pembukuan perseroan pada semester I/2019 dan mendorong sahamnya lebih menarik dibandingkan kompetitor.

Di mana, MNCN mencatat capaian pendapatan perusahaan dari iklan Rp4,03 triliun, tumbuh 13,8% secara year on year (yoy). Terkait iklan digital, pada semester I/2019, MNCN meningkat pesat hingga 318,9% menjadi Rp325,2 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp77,6 miliar. "Kalau dari sisi pendapatan cukup bagus untuk MNCN, pendapatannya mulai bergeser dari konvensional televisi ke produk-produk digital," kata Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat, Jakarta.

Sebagai perbandingan hingga pertengahan 2019,  kata dia, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mengalami penurunan laba bersih 7,34% menjadi Rp782,48 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp844,47 miliar.



Meski demikian, SCMA mencatat kenaikan pendapatan 6,91% menjadi Rp2,77 triliun dibandingkan dengan 2018, yaitu Rp 2,59 triliun. Diketahui, penyebab turunnya laba SCMA akibat beban usaha yang naik 17,42% menjadi Rp 604,48 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 514,76 miliar.

Teguh memperhatikan, MNCN mengalami kenaikan lebih tinggi, karena MNCN memiliki lebih banyak konten-konten digital, sedangkan SCMA belum banyak mengembangkan produk ke digital. "MNCN banyak masuk ke konten-konten digital, mungkin SCMA juga punya tapi saya belum [tahu]," katanya.

Mengacu pada kinerja kuartal I/2019, pendapatan iklan SCMA mencatat kontribusi Rp1,47 triliun dan pendapatan lain-lain Rp76,59 miliar. Namun, perusahaan mengalami potongan penjualan Rp295,5 miliar yang menjadikan pendapatan bersih tercatat Rp1,25 triliun.

Teguh melihat _price to earning ratio_ yang dimiliki MNCN jauh lebih rendah dibandingkan dengan SCMA, sehingga harga sahamnya jauh lebih murah. "Kalau secara valuasi, MNCN lebih murah, PE Ratio lebih rendah. SCMA lebih tinggi," katanya.

Berdasarkan data Bloomberg, price earning ratio MNCN mencapai 8,44; sedangkan SCMA 14,60 kali.

Teguh mengatakan, MNCN memiliki tiga segmen yang berpengaruh terhadap pendapatan bisnis perseroan, yaitu iklan televisi, layanan televisi berlangganan dan digital. "Karena MNCN banyak iklan digital jadi memang bagus sekali, meningkat signifikan dibandingkan iklan televisi itu sendiri," paparnya.

Hal ini terkait pola konsumsi masyarakat sudah mulai bergeser ke arah media digital, sehingga industri digital di Tanah Air akan terus bertumbuh ke depan. "Masa depan media itu adanya di media digital, Internet. Jadi, saya pikir MNCN lebih menarik," katanya.

Sebelumnya, Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyatakan MNC siap bersaing untuk menjadi pemenang, bahkan sebagai _market leader_ di industri digital.

Saat ini, MNC Media telah menunjukkan keberhasilannya di era digital. Produk-produk terobosan digital MNC mampu memberikan kontribusi yang besar pada pendapatan perusahaan berkode saham MNCN ini. "Tinggal diperbesar skalanya, saya rasa MNCN siap bersaing di digital," kata Hary.

Peningkatan pendapatan free to air (FTA) dan konten MNC yang mencapai 18%, saat ini, ditopang digital revenue, produksi konten yang meningkat pesat, termasuk dari banyaknya produksi untuk pihak ketiga. Selanjutnya, juga dari non time consuming (NTC) advertising, atau iklan yang masuk di dalam program.

Pada kuartal I/2019, pendapatan dari digital sudah berkontribusi hampir 9% dari total advertising revenue. Adapun, produksi konten MNC saat ini adalah yang terbesar di Indonesia, yaitu 23.000 jam per tahun.  

Dengan lebih dari 80% program yang diproduksi sendiri, hal ini memberikan keleluasaan bagi MNC Group untuk menambah pendapatan melalui NTC.

Sebagai gambaran, pada tahun lalu kurang lebih 3% dari seluruh pendapatan iklan perseroan berasal dari NTC. Tahun ini, ditargetkan dari NTC akan memberikan kontribusi 4%-5% dari total pendapatan iklan. [ipe]   
 




Sumber: inilah.com

Tag: News



Amien Rais: Masalah Papua Lebih Penting dari Pemindahan Ibu Kota - Gudang Berita Viral Amien Rais: Masalah Papua Lebih Penting dari Pemindahan Ibu Kota
Sabtu, 24 Agu 2019, 15:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Densus 88 Tangkap Teroris saat ke Paciran, Lamongan - Gudang Berita Viral Densus 88 Tangkap Teroris saat ke Paciran, Lamongan
Sabtu, 24 Agu 2019, 15:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Desain Ruang Tamu Bisa Gambarkan Kepribadian, Simak 9 Tipsnya - Gudang Berita Viral Desain Ruang Tamu Bisa Gambarkan Kepribadian, Simak 9 Tipsnya
Sabtu, 24 Agu 2019, 15:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print