Jumat, 23 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 09 Agu 2019, 11:00:06 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Ketika Alquran Diminta Berbicara  - Gudang Berita Viral

DULU, banyak sekali pengikut Sayyidina Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat, yang merupakan para penghafal Alquran (Qurrâ'). Misi utama mereka adalah menjaga Alquran supaya tak musnah. Pada abad ketujuh masehi tersebut, peran para penghafal sangatlah vital sebagai media transmisi Alquran dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meski peran mereka sedemikian urgen, namun menjadi penghafal bukan berarti dengan sendirinya menjadi ahli dalam memahami makna ajaran Alquran.

Suatu saat mereka pernah menyalahkan Sayyidina Ali karena dianggap menjadikan manusia sebagai juru putus (hakam) dalam arbitrase antara kubu Ali dan Mu'awiyah yang terlibat perang saudara. Menurut para penghafal Alquran itu tak ada hukum kecuali milik Allah. Maksudnya, semua keputusan harus apa kata Alquran, bukan kata manusia.

Mendengar kritik itu, Sayyidina Ali kemudian mengumpulkan para penghafal Alquran tersebut dan mereka diminta membawa mushaf. Setelah banyak yang berkumpul lalu beliau membuka Mushaf Imam (mushaf standar hasil kodifikasi Utsman yang jadi rujukan utama penulisan mushaf saat itu). Ia lalu berkata:



"Wahai mushaf Alquran, bicaralah pada orang-orang itu!" (Ibnu Katsir, al-Bidâyah wan-Nihâyah, VII, 270)

Dengan cara cerdik itu, ia berhasil menyadarkan para penghafal Alquran tersebut bahwa mushaf Alquran tak bisa bicara sendiri sebab hanya goresan tinta di atas kertas. Manusialah yang menafsirkannya dengan kemampuan akalnya masing-masing. Semua jargon untuk menjadikan Alquran sebagai juru putus tak lebih dari sekadar upaya untuk menjadikan penafsiran mereka yang sepihak itu sebagai satu-satunya acuan.

Beliau lalu menjelaskan bahwa dalam Alquran sendiri, Allah telah menjadikan manusia sebagai juru putus (hakam) tatkala ada percekcokan antara sepasang suami istri (QS. an-Nisa': 35), padahal ini urusan remeh. Sedangkan nyawa dan kehormatan umat Nabi Muhammad tentu lebih berharga daripada sekadar urusan rumah tangga, masak tak boleh memasrahkan masalah segenting ini pada pertimbangan manusia? Dan, para penghafal Alquran itu pun kehabisan akal di depan seorang mujtahid yang menjadi Khalifah keempat itu.

Dari sini kita tahu bahwa penukil ayat-ayat Alquran tidaklah lantas mewakili ajaran Alquran itu sendiri. Para penghafal Alquran dalam kisah ini di kemudian hari menjadi generasi Khawarij pertama (Haruriyah/al-Muhakkimah al-Ula). [nuol]

Ustaz Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember dan Peneliti di Aswaja Center Jember.




Sumber: inilah.com

Tag: News



Abdee Beri ‘Roh’ pada 3 Lagu SLANK dalam Slanking Forever - Gudang Berita Viral Abdee Beri ‘Roh’ pada 3 Lagu SLANK dalam Slanking Forever
Jumat, 23 Agu 2019, 22:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Minta Pemerintah Kaji Ulang, INDEF: Ini Kan Bukan Memindahkan Pabrik - Gudang Berita Viral Minta Pemerintah Kaji Ulang, INDEF: Ini Kan Bukan Memindahkan Pabrik
Jumat, 23 Agu 2019, 22:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pansel Umumkan Hasil Tes, KPK Bongkar Rekam Jejak 20 Peserta Capim - Gudang Berita Viral Pansel Umumkan Hasil Tes, KPK Bongkar Rekam Jejak 20 Peserta Capim
Jumat, 23 Agu 2019, 22:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print